Khazanah

Kamis, 02 Desember 2021

Ikut Pengajian Gus Baha Pertama Kali, Begini Kesan Ustaz Felix Siauw

Ikut Pengajian Gus Baha Pertama Kali, Begini Kesan Ustaz Felix Siauw

CMBC Indonesia - Ustaz Felix Siauw mengikuti langsung pengajian K.H. Ahmad Bahauddin atau Gus Baha di Pleret, Yogyakarta. 

Datangnya Ustaz Felix Siauw ke pengajian Gus Baha ini tentu mengagetkan banyak pihak. Selama ini banyak yang beranggapan pemikiran Ustaz Felix Siauw berseberangan dengan pemikiran para kiai NU. 

Nyatanya perbedaan pemikiran itu tidak menghalangi Ustaz Felix Siauw untuk ikut menimba ilmu dari Gus Baha, yang merupakan kiai NU. 

Ustaz Felix Siauw mengaku sudah lama mengikuti pengajian Gus Baha walau hanya lewat YouTube dan media sosial. Dan ia baru kesampaian mengikuti langsung pengajian Gus Baha di Pleret, Yogyakarta.

"Saya memperhatikan beliau bukan hanya sekali ini saja, tapi dari beberapa waktu nonton di YouTube nonton di media sosial," kata Ustaz Felx Siauw dikutip dari YouTube ONLINE BERBAGI.

Menurut Ustaz Felix Siauw, Gus Baha memiliki sudut pandang berbeda yang unik dalam membahas suatu permasalahan.

"Dan bisa membesarkan hati orang-orang yang belum bisa terlalu dekat belum bisa terlalu taat dengan Allah," ujar ustaz yang pernah disebut bagian dari kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini. 

Cara Gus Baha menyampaikan dakwah dengan sudut pandang berbeda ini menurut Ustaz Felix Siauw sangat penting.

"Karena pendekatan kultur, pendekatan budaya di Indoensia saya pikir punya nilai lebih dan Gus Baha memberikan itu bagi kita," tuturnya. 

Ustaz Felix Siauw juga sangat bersyukur untuk pertama kalinya bisa mengikuti pengajian Gus Baha secara langsung.

"Pertama kali datang ke sini pertama kalinya saya bersyukur tidak ada yang mengalahkan live show ya," ucapnya.  [suara]

Kisah Bule Mualaf Usai Baca Ayat Tentang Jilbab di Al-Kitab

Kisah Bule Mualaf Usai Baca Ayat Tentang Jilbab di Al-Kitab

CMBC Indonesia - Lika-liku seorang wanita dari kota Michigan, Amerika Serikat yang mendapati ternyata Islam adalah agama yang selama ini tidak dia duga sebelumnya. Bahkan diakuinya, memakai hijab merupakan berkah tersendiri darinya yang membuatnya bersyahadat dan menjadi mualaf.

Ajaran sang ibu yang memberikan didikan liberal yang mewarnai pemikiran sang mualaf ini. Sang mualaf mengaku sejak usia muda menyukai memakai hijab meski bukan seorang Muslim.

Terlebih, ia begitu terkesima usai membaca Al-Quran yang mengangkat derajat perempuan dengan hijabnya.

"Quran berbicara betapa cantiknya wanita sehingga saya harus ditutupi dan itulah yang saya mulai, hanya melihat hal-hal yang berbeda (dari alkitab). Jadi saya sangat tertarik. Saya tidak bisa, saya tidak suka melepaskan tangan saya dari belajar tentang Islam," ujar bule mualaf itu dikutip dari kanal YouTube Barat Bersyahadat.

Pada awalnya, bule 31 tahun itu mengaku tumbuh besar sebagai seorang nasrani dengan ayah yang beragama katolik dan ibu yang berpikiran liberal. Di usia remajanya, ia secara sukarela ikut dalam komunitas nasrani untuk memperdalam agamanya.

"Mereka meminta Anda mengklaim yesus sebagai tuhan dan penyelamatmu dan itulah yang saya lakukan. Saya melakukannya tapi saya melakukannya secara membabi buta saat berusia 15 tahun. Saya tidak benar-benar meneliti dan hanya mengikuti apa yang orang katakan," tuturnya.

Namun, ia mulai merasa ada yang aneh dari agama yang ia yakini itu. Sebab, ia mendengar bahwa semua anak yang belum pernah mendengar Injil tidak akan masuk neraka. Sang mualaf berpikir dan bertanya-tanya, bagaimana bisa takdir surga dan neraka seseorang sudah ditentukan sejak awal meski tanpa mengenal agamanya.

Di usianya yang masih remaja, ia lantas melupakan pertanyaan tersebut dan mengabaikannya. Hingga ia masuk ke perguruan tinggi dan memulai hidup baru yang berbeda. Ia mulai ke lingkungan baru dengan beberapa teman muslim di Maroko dan mengenal gaya berpakaian dengan hijab dan abaya yang menutupi aurat perempuan.

"Saya tidak tahu apa yang saya lakukan tapi saya akan mengenakan jilbab, saya tidak tahu mengapa tapi saya mau. Saya hanya melakukannya dan saya senang. Saya seperti oh itu gaun baru (abaya) jadi saya bersenang-senang di Maroko, itu adalah pengalaman yang luar biasa tetapi saya tidak pernah mempertanyakan apa pun yang mereka lakukan," kenangnya.

Ironisnya, saat mualaf ini lulus dan bekerja di negara yang didominasi oleh Muslim, ia belum memahami Islam sama sekali. Sang mualaf bahkan senang bekerja di bank, yang mana mengharuskannya berhadapan dengan bunga bank.

Meski ia belum memahami bahwa bunga bank tak diizinkan oleh Islam, namun hati kecilnya seolah menolak pekerjaan itu. Ia pun keluar dan mencoba peruntungan dengan belajar seni fotografi.

Ia pindah ke Florida dan ikut sekolah fotografi. Di situ, ia bertemu dengan lingkungan baru yang membuatnya berkumpul dengan teman-teman muslim.

Saat ia hendak mengerjakan proyek bersama, ia memutuskan tetap memakai hijab karena merasa nyaman akan hal itu. Tetapi, di sinilah ia mendapat jawaban akan hijab yang harus dipakai oleh perempuan muslim.

"Dia (temannya) membuka mata saya tentang islam. Saya sangat feminis. Dan dia bilang saya selalu suka memperjuangkan hak-hak perempuan dan segalanya tapi seperti apa yang akhirnya Anda pelajari adalah seperti itulah Islam memberikan hak kepada wanita dan begitulah apa yang saya suka tentang hal itu dan jadi saya mulai mendengarkannya dan Anda mendapatkan sudut pandang lain," terangnya.

"Ketika saya membaca ayat Alkitab Korintus pasal 11 ayat 6 tentang jilbab itu sebenarnya sangat merendahkan bagi wanita. Saya tidak tahu apakah banyak dari Anda telah membacanya tetapi itu mengatakan bahwa jika Anda tidak mengenakan jilbab Anda seharusnya mencukur kepala Anda karena malu dan itu menurut saya cara yang sangat merendahkan," terangnya.

Sementara Al-Quran memberi penjelasan yang lebih indah bahwa hijab berfungsi untuk melindungi perempuan Muslim. Sang Mualaf terus mencari tahu dan menggali di Al-Quran seolah ia mendapat kebenaran.

Meski ia sudah menetapkan hati untuk memahami hijab, ia belum meyakini seratus persen agama islam hingga jelang ramadhan seolah hati dan pikirannya benar-benar dipersiapkan untuk menjadi muslim.

"Itu 29 Juli 2011. Itu adalah hari jumat sebelum ramadhan dan saya ingat duduk di sebelah wanita ini dan dia berkata, saya pikir Anda harus masuk Islam sebelum Ramadhan dimulai," kenangnya.

Akhirnya, sang mualaf bersyahadat dan masuk islam. Ia pun menjalani ibadah berpuasa saat Ramadhan pertamanya dan hingga kini telah menikah serta masih teguh meyakini agama Islam.

Meski sang ibu belum benar-benar menerima tampilan barunya, namun tak ada penolakan atas agama Islam yang dipeluknya.

"Alhamdulillah seperti keluarga saya sekarang menerima segalanya dan saya percaya saya berada di jalan yang benar saya berdoa lima kali sehari sekarang jadi saya masih belajar," jelasnya.[viva]

Jumat, 26 November 2021

Sempat Anggap Muslim Hanyalah Teror*s, Bule Ini Masuk Islam Usai Belajar Satanisme

Sempat Anggap Muslim Hanyalah Teror*s, Bule Ini Masuk Islam Usai Belajar Satanisme

CMBC Indonesia - Seorang mualaf asal London mengaku mengenal agama islam usai mendalami sihir bersama komunitasnya. Bule yang berprofesi di salon itu awalnya bahkan menganggap muslim hanyalah teroris namun kini menjadi muslim membuatnya bisa menjadi pria sejati.

"Menjadi seorang muslim berarti mencoba menjadi yang terbaik. Menjadi orang terbaik untuk orang di sekitar, untuk keluarga. Ini tujuan akhir. Jadi dari yang awalnya sombong, lalu buang ego, temukan jati diri, menjadi lebih dekat dengan ibuku, berusaha ramah pada semua orang, karena hanya tersenyum saja sudah sedekah. Islam mengajarkan saya menjadi pria sejati," tutur Sam, dikutip dari kanal YouTube Renung Kalbu.

Sam saat ini sudah menjadi muslim selama lebih dari dua tahun dan telah menikah dengan perempuan muslim serta memiliki buah hati. Namun perjalanannya meraih kebahagiaan dan menjadi mualaf tak mudah.

Sejak kecil, Sam yang berasal dari Hertfordshire memiliki keluarga yang baik dan penyayang. Ayah dan ibunya sangat mencintai dirinya, serta saudara laki-laki dan perempuan yang baik. Keluarganya pun tak memiliki kekurangan finansial, namun entah mengapa Sam selalu merasa 'bentrok' dengan keluarga.

Sam menyebut dirinya sebagai seorang yang menyebabkan banyak masalah. Padahal, kedua saudaranya merupakan sosok yang berprestasi dan menjadi panutan. Di sekolahnya, Sam kerap membuat masalah dan memicu kebencian pada para guru.

"Saya selalu mendapat masalah dari guru mendapat masalah dari segala hal jadi saya selalu merasa sangat sangat berbeda dari keluarga saya. Meskipun saya memiliki peningkatan yang fantastis sehingga Anda merasa seperti Anda baik, saya selalu merasa terbuang," kenangnya.

Dari sikapnya yang selalu berbuat onar, Sam pun menjadi sosok penyendiri dengan sifat pemarah. Tak jarang, sikap kasar kerap dilakukan di hadapan kedua orangtuanya. Diakui Sam, rasa marah yang meluap itu dirasakan sejak usia muda dan bukan karena rasa cemburu pada kedua saudaranya.

"Saya hanya merasa saya merasa sangat berbeda. Saya pikir untuk diri saya sendiri saya berjuang dengan berada di pendidikan dan berada di lingkungan itu jadi saya pikir daripada belajar di sekolah, saya terus-menerus hanya main -main mencoba menjadi badut kelas, hanya harus tertawa sepanjang waktu tidak benar-benar menganggapnya terlalu serius yang jelas pada usia itu," tuturnya.

Hingga pada akhirnya guru-guru dan siswa merasa resah dengan sikap Sam. Namun, Sam pun makin menjadi-jadi sehingga malah bersikap makin agresif dan jauh lebih kasar serta tak memiliki sikap hormat pada orangtuanya.

"Saya ingat sebuah insiden, saya menyerang seorang anak laki-laki dan ketika saya pergi, saya akhirnya hanya mengacungkan jari saya ke guru pada saat itu," kata dia.
Dalami ilmu hitam

"Saya ingat baru saja mengalami ini lagi kemarahan ini dalam diri saya saya tidak pernah bisa benar-benar menentukan tetapi rasanya aneh dan kemudian saya pindah ke sekolah menengah lain dan itu justru berubah," imbuh Sam.

Saat di sekolah barunya pun Sam kerap mendapat masalah. Di masa remajanya, Sam tak memiliki panutan sehingga hanya mengidolakan rapper Eminem yang membuatnya bergaya seperti sang idola. Di sini, Sam remaja mulai mengenal dunia salon lantaran kerap mewarnai rambut seperti sang idola.

Lagi-lagi, Sam remaja malah terjerumus pada hal-hal negatif seperti rokok, obat terlarang, dan hal pemberontakkan. Sam merasa tersesat dan pasrah akan masa depannya yang suram. Ketika berhasil menyelesaikan sekolahnya, Sam mulai membantu pekerjaan ibunya di salon. Sam mendapat lingkungan baru yang membuatnya ingin mendalami hal-hal spiritual yang cenderung negatif.

"Lalu ada seorang teman, pria jahat itu melakukan ilmu hitam, orang ini melakukan ritual. Dia memberikan ayam ke lubang hitam dan ayam-ayam itu kembali tanpa kepala dan disampikan hal-hal aneh lainnya. Orang ini pada dasarnya memulai sesuatu yang spiritual menjadi jin," ujarnya.

Sam merasa tertarik namun tak begitu ingin mendalami. Namun, Sam seolah sulit lepas dari sosok pria dengan ilmu hitam itu yang membuatnya mempelajari hal-hal berbau satanisme. Tetapi, di lingkungan inilah justru Sam mulai mengenal soal Islam.

"Saya mempelajari hal-hal setanisme ini dan tidak terlalu mendalam pada segala jenis agama. Lalu suatu hari temanku mengajak nonton film berjudul shadow emotion. Di akhir film dokumenter ini dipasang kutipan alquran, hadist, dan islam. Jadi kupikirkan hal-hal tentang itu semalaman, tentang akhir zaman dan semacamnya. Jadi hal-hal spiritual yang kupelajari, menurutku, wow islam memberi pemahaman soal itu," tuturnya.

Sam yang terus menerus memikirkan kutipan Alquran dan hadist, langsung mencari tahu soal Islam. Pada dasarnya, Sam sendiri membenci muslim lantaran memiliki pemikiran bahwa muslim adalah kelompok teror dan berbahaya. Namun rupanya, Islam yang ia pelajari jauh lebih baik dan sangat indah.

"Islam satu-satunya yang terhubung dengan tauhid. Percaya pada satu pencipta," kata Sam.

"Lalu itu benar-benar 'boom', Allah benar-benar menaruh itu di hatiku. Saya sadar ada Allah dan bukan dewa asing lalu aku mulai berpikir bagaimana bisa aku tidak tahu ada tuhan?" ujar Sam lagi.

Sam pun mulai mencari komunitas Islam dan akhirnya bertemu. Setelah mempelajari lebih dalam, Sam memutuskan untuk menjadi mualaf. Ia dibantu oleh seorang teman namun kerap ditolak untuk bersyahadat, hingga Sam mulai pasrah dan akhirnya mendapat tempat yang tepat untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

"Akhirnya saya bilang ke keluargaku bahwa saya muslim. Lalu saya bertemu seseorang muslim dan mengucapkan kalimat syahadat. Dan saya jadi muslim," tuturnya. [viva]

Senin, 22 November 2021

Pilih Jadi Mualaf, Eks Bos Samsung: Saya Melihat Sendiri Bagaimana Muslim Berperilaku

Pilih Jadi Mualaf, Eks Bos Samsung: Saya Melihat Sendiri Bagaimana Muslim Berperilaku

CMBC Indonesia - Eks Vice President Samsung Indonesia, Lee Kang Hyun dengan mantap memilih untuk menjadi seorang mualaf.

Ternyata alasan dirinya memilih untuk menjadi mualaf karena dia sangat cinta dengan Indonesia melalui ajang pena.

Lee mengaku punya sahabat pena dan kebetulan saja sahabatnya itu merupakan Warga Negara Indonesia.

Pada saat itu, tahun 1989, Lee sempat mengunjungi sahabat pena-nya itu di Aceh.

Keluarga sahabatnya itu menyambut dirinya dengan sangat hangat dan sangat ramah sehingga dia betah tinggal di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya di sebuah konten video yang diunggah oleh kanal YouTube Ilham TV pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

“Ketika pulang ke Korea, mereka selalu muncul dalam mimpi saya. Benar-benar ingat terus,” kata Lee.

Lee yang sebelumnya belum fasih berbahasa Indonesia pada akhirnya memutuskan untuk mempelajarinya.

Lebih hebatnya lagi, Lee sampai-sampai memutuskan untuk mengambil pendidikan khusus satu bulan di Universitas Indonesia (UI).

Pada tahun 1991, Lee akhirnya bekerja di Samsung dan mendapat kesempatan untuk mengambil bagian di Samsung Indonesia.

Meski sudah sukses, Lee merasa ada sesuatu yang kuang dan belum banyak hal yang diketahuinya.

Hal tersbeyt tentang pengetahuannya tentang Agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia.

“Agama di sini (Indonesia) sudah menjadi bagian kehidupan. Berbeda sekali dengan di Korea. Di Korea, mayoritas memilih tidak beragama dan hal itu tidak jadi masalah,” paparnya.

Maka dari itu, sahabat Lee pun akhirnya mengenalkan dan mengajarkannya tentang Islam.

Lee merasa tertarik mempelajari Islam karena ada ayah dari sahabatnya yang selalu mengajarkan ilmu agama melalui pengajian.

Bukan hanya itu saja, ibu dari sahabat Lee ternyata juga seorang pendiri panti asuhan.

Sejak saat itu, Lee secara pribadi memutuskan untuk memperdalam ilmu tentang Agama Islam.

“Jadi, saya benar-benar melihat sendiri bagaimana Muslim berperilaku. Kemudian saya diajari sholat.” ucapnya.

Lalu pada tahun 1994 Lee memutuskan untuk menjadi seorang mualaf dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Menurut Lee, menjadi seorang pemeluk agama Islam bukan suatu hal yang mudah.

Salah satu hal yang sulit Lee pelajari sebagai seorang mualaf yakni adalah dia harus menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Meski begitu perlahan-lahan Lee bisa terbiasa dengan ajaran itu karena teman-temannya di Korea bisa sangat menghormatinya.

Bahkan Lee bercerita sempat memiliki nama panggilan ‘Kiyai Haji’ oleh para karyawan yang ada di kantor.

“Nama saya KH Lee, mungkin orang-orang memanggil ‘Kiai Haji Lee’, jadi sekalian didoakan.” imbuh Lee. [poskota]

Selasa, 16 November 2021

Gus Nur Beberkan Kondisi HRS di Penjara: Beliau Tetap Lantang Menyuarakan Kebenaran

Gus Nur Beberkan Kondisi HRS di Penjara: Beliau Tetap Lantang Menyuarakan Kebenaran

CMBC Indonesia - Penceramah agama Islam Sugi Nur Raharja alias Gus Nur mengaku dirinya pernah mondok selama 10 bulan di Bareskrim Polri, Jakarta.

Selama itu, Gus Nur menyebut dirinya sempat bertemu dengan Habib Rizieq Shihab (HRS) sebanyak empat kali.

Keempat pertemuan itu disebutnya terjadi saat Maulid Nabi Muhammad SAW dan beberapa hari besar Islam lainnya.

Pada saat itulah dikatakan Gus Nur Habib Rizieq Shihab (HRS) selalu diundang ke sel yang ditempatinya.

Selain itu, Gus Nur juga membeberkan kondisi dari pendiri dan pemimpin Islamisme kelompok Front Pembela Islam (FPI) itu di dalam penjara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gus Nur di sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube REDAKSI ISLAM pada Sabtu (13/11/2021).

“Dan sepengamatan saya selama ketemu beliau di sana, beliau tetap tegar, sabar, sehat, bugar dan tidak ada satu urat pun di wajahnya yang mencerminkan resah, galau itu enggak ada. Wallahi saya bersaksi nih, Demi Allah enggak ada,” kata Gus Nur.

Gus Nur juga mengatakan kalau Habib Rizieq selalu memberikan ceramah untuk menyuarkan kebenaran dengan lantang.

“Ceramah di dalam pun tetap lantang, menyuarakan kebenaran. Jadi jangan harap orang-orang seperti beliau, orang-orang seperti kita ini, orang-orang merdeka yang tidak terbeli itu sedih hanya urusan-urusan penjara duniawi seperti itu,” ucap Gus Nur.

“karena jiwa kami sudah terpesona dengan Allah, jiwa kami sudah terpesona dengan agama Allah, jiwa kami sudah terkesima ini dengan kalimat Tauhid,” ucapnya menambahkan.

Gus Nur juga menjelaskan mengapa jiwa yang dimaksudnya terpesona meskipun masih berada di dalam penjara.

Dia mengibaratkan hal itu dengan adanya segerombol wanita sedang mengupas buah dan tiba-tiba Nabi Yusuf lewat lalu tangannya teriris tetapi tidak terasa sakit.

“Kami terpesona, gini maksudnya. Walaupun darah bercucuran, walaupun luka tangannya tapi enggak kerasa. Harusnya kan perih, tetapi mereka semua enggak kerasa,” tuturnya.

“Kenapa? Karena alam bawah sadar mereka sedang terhipnotis, terkesima tingkat tingkat dewa, terpesona klikmaks dengan ketampatanan Nabi Yusuf,” sambungnya.

Sama seperti apa yang diucapkannya itu, Gus Nur juga mengaku telah terkesima dengan pesona Habib Rizieq Shihab (HRS).

Meksipun banyak isu agama Islam dilecehkan dan dibentur-benturkan tetapi Gus Nur tetap terkesima dengan sosok HRS.

“Jangankan 10 bulan, mati berkarang tanah sekalipun. Kami terkesima gitu pak, Ustadz Irwan saksinya,” imbuh Gus Nur.

Sementara itu, Perkara pelanggaran protokol kesehatan Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor dan Petamburan, Jakarta Pusat, sudah berkekuatan hukum tetap alias incraht.

Hal itu setelah Mahkama Agung menolak permohonan kasasi jaksa atau vonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur atas kasus Habib Rizieq Shihab.

Lalu yang menjadi pertanyaan ialah bagaimana dengan perkara RS UMMI, Bogor, Jawa Barat.

Terkait hal itu, Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengatakan dua pekan lalu memori kasasi sudah diserahkan ke Mahkamah Agung melalui PN Jakarta Timur.

"Kami sekira dua pekan lalu sudah sampaikan memori kasasi ke MA melalui PN Jaktim," kata Aziz melalui pesan, Kamis (7/10/2021).

Ia mengatakan, sejauh ini perkembanganya di MA. Ia berharap kepada Allah untuk membuka hati majelis hakim untuk mengingatkan keadilan.

"Kami gantungkan kepada Allah untuk melembutkan hati para majelis hakim dan mengingatkan tentang keadilan dan kebenaran yang harus dijunjung tinggi oleh hakim," ujarnya. [poskota]



Sabtu, 06 November 2021

Sering Mengolok-olok Muslim Sholat, Gadis Cantik Ini Sekarang Mantap Jadi Mualaf

Sering Mengolok-olok Muslim Sholat, Gadis Cantik Ini Sekarang Mantap Jadi Mualaf

CMBC Indonesia - JESS namanya, mualaf cantik asal Kanada. Ia memiliki pengalaman menarik hingga akhirnya memutuskan mantap menjadi muslim dengan berbagai perjalanan spiritualnya.

Di keyakinan sebelumnya, Jess cukup taat. Setiap Jumat dan Sabtu, ia selalu pergi ke tempat ibadah dan tergabung dalam kelompok remaja keagamaan.

Lingkungan di sekitarnya seperti keluarga hingga tetangga sangat berpengaruh terhadap kehidupan Jess kala itu. Bahkan, tetangganya sering menjemputnya untuk beribadah bersama.

Ketika Jess memasuki kelas VIII, saudara laki-lakinya James memutuskan masuk Islam. Jess dan keluarganya sering memanggil saudaranya itu dengan sebutan Abdullah.

"Saya ingat ketika melihatnya sholat, kami sering mengolok-oloknya dengan berkata: 'Pergi dan sholatlah dengan karpet (sajadah) ajaib," kata Jess, seperti dikutip dari kanal YouTube Ayatuna Ambassador, Kamis (4/11/2021).

Jess sering mengajak saudaranya itu berkelahi. Namun, James memilih diam dan mengalah agar tidak berkelahi dengan Jess.

Tetapi di balik itu semua, sebenarnya kehidupan Jess sangatlah sulit. Di usia yang masih muda, ia harus terpisah dengan James atau Abdullah yang merupakan saudara satu-satunya.

Kemudian James dan Jess berpisah. Masing-masing diasuh oleh orangtua angkat yang berbeda. Orangtua angkat Jess kala itu berbeda keyakinan dan Jess memutuskan untuk tidak ikut ke tempat ibadah (gereja Katolik) orangtua angkatnya tersebut.

"Saya hilang kontak dengan Tuhan. Tapi masih tetap merasa takut kepada Tuhan," katanya.

Sementara James masih tetap istikamah menjadi seorang Muslim. Jess tidak mengetahui tentang Islam, namun ia tetap menerima kehadiran James karena itu adalah saudaranya.

Jess mengatakan, perlahan beberapa tahun kemudian keluarganya satu per satu menjadi mualaf. Jess pun menerima kehadiran keluarganya yang kini beragama Islam.

Suatu hari saat Jess sudah hidup mandiri dan terpisah dari keluarga angkatnya. Ia mengatakan setelah itu kehilangan arah, karena tidak tahu harus bagaimana.

Beberapa waktu kemudian, akhirnya Jess luluh hatinya dan memutuskan untuk menjadi mualaf, seperti James adiknya yang sudah lebih dulu mualaf.

"Saya akhirnya luluh dan mulai menangis. Ajari saya (Islam) lebih banyak," ujarnya. [okezone]
© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved