Peristiwa

Senin, 20 Desember 2021

Ucapan Habib Bahar Dinilai Melecehkan Presiden Jokowi, Jenderal Dudung, dan Polri

Ucapan Habib Bahar Dinilai Melecehkan Presiden Jokowi, Jenderal Dudung, dan Polri


CMBC Indonesia -Bahar bin Smith atau Habib Bahar kembali menjadi sorotan setelah video ceramahnya yang dianggap tendensius dan menyerang kehormatan banyak tokoh, viral di media sosial. 

Heboh video Habib Bahar itu juga menjadikan tagar #TangkapBaharSmith trending di Twitter. Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring (IPM) Ferdinand Hutahaean juga menyoroti video Bahar Smith tersebut. 

Namun, belum diketahui kapan dan di mana video itu diambil. 

Bahar dalam ceramahnya bahkan menggunakan kata yang tidak pantas terhadap Presiden Jokowi dengan kata -maaf, bangsat," ucap Ferdinand dalam keterangan tertulis yang diterima JPNN.com, Senin (20/12). 

Dia menilai selain menyerang Presiden Jokowi, Bahar Smith melalui video yang viral itu juga dinilai melecehkan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, serta memandang remeh institusi Polri. "Bahar Smith tampak arogan dengan kalimat-kalimatnya yang bernada melecehkan Presiden, KASAD dan Polri," ujar ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri itu. 

 Mantan politikus Partai Demokrat itu menilai wajar jika publik meluapkan kemarahannya atas video Habib Bahar melalui media sosial. "Seruan tangkap Bahar Smith tersebut bukan tak beralasan, karena apa yang disampaikannya memang bernada pelecehan," ucapnya.

Namun, Ferdinand memahami bahwa Polri tidak bisa serta-merta menangkap siapa pun secara serampangan. Sebab, kepolisian memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalalm bertindak. 

"Saya percaya Polri pasti melakukan pemantauan dan mengkaji unsur perbuatan pidana dalam pernyataan Bahar Smith. Setelah itu baru melakukan penindakan jika ditemukan pidananya. Jadi, tidak mungkin Polri diam," ujar Ferdinand. Sebelumnya, JPNN.com telah mengonfirmasi kuasa hukum Habib Bahar, Ichwan Tuankotta terkait video viral itu.  

Namun, Ichwan mengaku tidak mengetahui persis lokasi kliennya berceramah. 

Pemiliknya Ternyata Dia juga enggan berkomentar banyak perihal konten ceramah Habib Bahar yang dinilai melecehkan Presiden Jokowi hingga institusi Polri itu. "Saya enggak bisa komen, saya enggak mengerti juga di mana tempatnya," kata Ichwan.(JPNN)

Hayo Lho! Buntut Hujat KSAD Dudung, Anggota TNI Ini Ingin Bertemu Habib Bahar

Hayo Lho! Buntut Hujat KSAD Dudung, Anggota TNI Ini Ingin Bertemu Habib Bahar


CMBC Indonesia -Habib Bahar bin Smith kembali menjadi buah bibir di masyarakat usai dirinya menghujat KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman.

Hujatan tersebut membuat seorang diduga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut marah dan berniat mencari Habib Bahar.

Kemarahan pria yang diduga anggota TNI ini menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Twitter @ariefnoviandi_. Akun ini membagikan sebuah video anggota TNI yang balas mengancam Habib Bahar.



"Bahar Smith dicariin nih sama prajurit TNI. Mudah-mudahan enggak nangis ya kalau udah ketemu," tulisnya dikutip AKURAT.CO, Minggu (19/12/2021).

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan seragam tentara sedang berbicara sembari memegang sebilah kayu yang cukup panjang saat mengungkapkan kemarahannya kepada Habib Bahar.

Ia pun memperingatkan Habib Bahar untuk tidak memprovokasi masyakarat dengan menghina TNI. Ia menyebut banyak anggota TNI yang juga beragama Islam.

"Ente muslim, kita Tentara Nasional Indonesia banyak yang muslim juga. Jangan kamu memprovokasi orang muslim se-Indonesia," kata dia.

Ia juga mempertanyakan maksud Habib Bahar yang menghina baliho milik Jenderal Dudung sampai membahas Gunung Semeru. Ia tidak terima lantaran pihaknya juga sudah banting tulang membantu korban Gunung Semeru.

"Kamu jelek-jelekin baliho pimpinan kami, maksudnya apa? Hubunganmu apa baliho dengan Semeru? Kamu tahu enggak? Matamu kamu lihat! Kita semua banting tulang di Semeru. Kamu asal ngomong," tegasnya.

Menurutnya, Bahar Smith yang menghujat Jendera Dudung sudah menghina seluruh anggota TNI. Secara galak, ia mengancam akan mencari Bahar Smith.

Ia juga menyebut Bahar Smith sudah pasti akan menangis jika sampai bertemu. Bahkan, ia memberikan sindiran menohok kepada Bahar Smith agar jangan cuma berani memukuli tukang ojek dan santri.

"Kamu jelekin pimpinan kami, berarti kamu jelekin semua prajurit tentara Indonesia. Kamu lihat, kita semua cari kau!" ancam dia

Kamu kalau sudah dicari sama Tentara Nasional Indonesia, paling kau nangis, jelas itu. Jangan kau cuma beraninya gebukin tukang ojek dan santri. Jelas?" pungkasnya.

Video tersebut menuai reaksi warganet hingga membentuk tagar tagar #TangkapBaharSmith telah menjadi trending di Twitter dan mencapai 1.578 cuitan.

Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar bin Smith membuat video yang berisi penghinaan terhadap KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman.

Dalam video tersebut, ia pun membeberkan, ada satu jenderal yang disebutnya bernama ‘jenderal baliho’. Menurutnya, sang jenderal itu merangkul Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan memusuhi ormas Islam.

"Ada satu jenderal, namanya jenderal baliho, OPM dirangkul, ormas islam dimusuhi," kata Habib Bahar dalam video viral itu.

Habib Bahar menyebut jika ulama Arab tidak datang ke Indonesia maka Jenderal Dudung Abdurrachman masih menyembah pohon viral di media sosial.

"Kalau tak ada ulama, habaib dari Arab ke Indonesia, si Dudung sembah pohon," jelas Bahar dalam video tersebut," sambungnya(akurat)

Viral Wanita Ngaku Dihamili Oknum Polisi Makassar, Propam: Kurang Saksi, Tunggu Hasil DNA

Viral Wanita Ngaku Dihamili Oknum Polisi Makassar, Propam: Kurang Saksi, Tunggu Hasil DNA

CMBC Indonesia - Seorang wanita mengaku dihamili oleh oknum polisi di Kota Makassar. Pengakuan itu disampaikan melalui unggahan di media sosial Instagram.

Postingan yang diunggah pemilik akun lollyslavina itu telah menembus 14,4 ribu likes dan 2.478 komentar dan menjadi viral.

Dalam unggahan, pemilik akun memposting wajah pria berseragam polisi dengan pangkat brigadir kepala (Bripka).

Dalam slide unggahannya, lollyslavina juga memposting laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik.

Pelapornya perempuan berinisial SAPS (24) yang merupakan penjual online.

Sementara terlapornya, Bripka F yang disebut bertugas di Satuan Sabhara Polrestabes Makassar.

Dugaan pelanggaran kode etik itu, mengerucut pada dugaan kehamilan.

Pasalnya, juga diunggah pada slide berikutnya yaitu hasil USG kehamilan.

Selain itu, dalam slide unggahannya, lollyslavina juga mengunggah sejumlah bukti transferan.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan SAPS.

Ia mengatakan, laporan itu sedang berproses di Propam Polrestabes Makassar.

"Sementara dalam proses, saksi-saksi sudah diperiksa termasuk terlapor," kata Lando dikonfirmasi, Minggu (19/12/2021) siang.

Pihaknya mengaku akan memproses kasus itu hingga tuntas.

"Akan diproses sampai tuntas dan keputusan di sidang disiplin atau sidang kode etik," ujarnya.

Jika terbukti ada tindak pidana yang diperbuat Bripka F, lanjut Lando, akan dilanjutkan perkaranya hingga ke meja hijau.

"Kalau ada tindak pidana maka akan diproses seperti masyarakat umum lainnya dan keputusannya di hakim Pengadilan, tapi saat ini masih dalam proses," tuturnya.

Sementara itu Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Makassar akan memproses secara profesional kasus tersebut.

"Saya sudah arahkan Kasie Propam Polrestabes untuk profesional saja," kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi, saat dikonfirmasi Tribun, Minggu (19/12/2021) siang.

Hanya saja, pihaknya sejauh ini terkendala saksi atas kasus itu.

Untuk membuktikan dugaan kehamilan pelapor berinisial SAPS yang diperbuat terlapor Bripka F, pihaknya mengaku akan melakukan tes DNA.

"Kendalanya karena belum ada saksi yang kuat, sehingga satu-satunya jalan ya laksanakan tes DNA kalau anaknya sudah lahir," ujarnya.

Menurutnya, hasil dari Tes DNA itu, akurasinya tinggi untuk dijadikan bahan pembuktian.

"Hasilnya 99.99 persen valid dan tidak bisa diganggu gugat apakah anak itu secara biologis anak mereka berdua atau ada pria lain. Biar jelas dan yakin," jelasnya.

Sementara untuk penentuan sanksi jika terlapor Bripka F terbukti bersalah, maka akan diketahui melalui sidang kode etik profesi.

"Melalui Sidang Kode Etik Profesi yang dibentuk oleh Kapolrestabes karena terduga pelanggar berpangkat Bintara. Kalau perwira di Polda dan ketua komisinya saya," tegasnya. [tribun]

Viral Pria Menolak Divaksin, Kena Ancam Polisi Tak Akan Dilayani Pengurusan Administrasi Penduduk

Viral Pria Menolak Divaksin, Kena Ancam Polisi Tak Akan Dilayani Pengurusan Administrasi Penduduk

CMBC Indonesia -  Beredar di media sosial, seorang pria didatangi sejumlah anggota polisi, diduga pria tersebut menolak untuk divaksin.

Pria berkaos singlet warna putih itu tampak sedang duduk dan dikelilingi sejumlah anggota polisi yang mendatangi tokonya.

Salah seorang polisi terdengar memberikan penjelasan kepada pria itu yang diduga menolak untuk divaksin.

Polisi mengatakan jika menolak divaksin maka ia tidak akan mendapatkan pelayanan administrasi seperti pengurusan KTP dan lain-lain.

"Jika menolak untuk tidak diberikan vaksin, maka jelas disitu aturan mengatakan bahwa semua pengurusan administrasi baik ditingkat desa, kecamatan dan kepolisian tidak bisa dilayani ketika dia tidak bisa menunjukan kartu vaksin sampai menunggu kartu vaksinnya," ujar anggota polisi.

Pria berkaos putih yang merupakan pemilik toko itu tampak hanya mendengarkan sambil terus melanjutkan aktivitasnya.

Anggota polisi itu juga mengatakan jika pria tersebut akan mengurus surat kehilangan ke kantor polisi tak akan dilayani kalau tidak bisa menunjukan kartu vaksin.

"Besok lusa kalau KTP atau SIM bapak hilang lalu datang ke kantor polisi minta surat kehilangan kalau tidak bisa menunjukan kartu vaksin, mohon maaf tidak bisa dilayani," terangnya.

Kemudian polisi meminta pria tersebut untuk berbicara jika dirinya tidak bersedia divaksin.

"Bicara pak 'Saya tidak mau divaksin' supaya ada pertanggung jawaban sama bupati dan kapolres. Karena kami datang kesini bukan atas kemauan sendiri, ini perintahnya presiden. Inilah bentuk kepedulian kami sebagai pemerintah," katanya.

"Silakan bapak bicara, saya kirimkan ke kapolres, kapolda dan bupati. Apa alasan bapak tidak mau divaksin?" tanya polisi.

Pria pemilik toko yang sedari tadi hanya mendengarkan saja akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan alasannya menolak divaksin.

"Rata-rata orang yang divaksin banyak yang meninggal, (sedangkan) yang tidak divaksin tidak ada yang meninggal," kata pria tersebut.

"Biar kita memakai seribu masker namanya virus, selagi kita bernafas pasti mudah kena," lanjutnya.

Tak terima begitu saja alasan pria itu, polisi mengatakan jika aturan vaksinasi ini sudah disetujui oleh para ulama.

"Pak ini aturan, ulama-ulama sudah menyetujui semua," kata polisi.

Pada bagian akhir video, polisi meminta KTP pria tersebut. Diduga peristiwa ini terjadi di wilayah Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Video tersebut diunggah akun Twitter @FahmiHerbal pada Minggu, 19 Desember 2021.

"Kok jadinya kayak gini?" tulisanya dalam cuitan tersebut.

Video tersebut mendapatkan tanggapan beragam dari warganet.

"Vaksin adalah hak bukan kewajiban, yang namanya hak boleh digunakan boleh tidak" kata @mulyamri2.

"Ini pemaksaan melanggar Hak Asasi manusia, seharusnya berlaku lemah lembut kepada rakyat. Kasih pengertian insya Allah rakyat paham dan akan menurut," kata @ArifinNaftalia.

"Sekalian kalau belum divaksin nggak boleh bayar pajak," tulis @MuhamadNasir_79.

"Masalahnya pak, virus ini bawa penyakit tidak kasat mata. Bapak tidak divaksin, orang lain juga akan kena dampaknya," kata @Tyas_oju.

"Apa memang seperti ini aturan yang diberlakukan pemerintah?" tanya @BTriga.

Video ini pun sudah ditonton lebih dari 24 ribu tayangan dan diretweet sebanyak 700 kali. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai video tersebut. [ayoindonesia]

Said Iqbal: Jika Gubernur Lain Tak Mau Revisi Upah seperti Anies, Perlawanan Buruh Akan Meningkat!

Said Iqbal: Jika Gubernur Lain Tak Mau Revisi Upah seperti Anies, Perlawanan Buruh Akan Meningkat!

CMBC Indonesia - Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta seluruh gubernur di Indonesia bisa mencontoh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kenaikan upah minimum para pekerja atau buruh.

Dia meminta agar seluruh gubernur bisa merevisi upah minimum seperti yang dilakukan Anies terhadap upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta yang sebelumnya diputuskan 0,8 persen menjadi 5,1 persen.

"Apa yang dilakukan Gubernur Anies, adalah contoh tidak mengatasnamakan kekuasaan di atas kepentingan rakyat. Tidak mengatasnamakan negara kekuasaan di atas negara hukum," kata Said dalam keterangan video, Sabtu (19/12/2021).

Said mengancam, apabila gubernur lainnya tidak mengikuti revisi kebijakan upah minimum tersebut, para buruh akan melakukan mogok kerja.

"Bilamana para gubernur di luar gubernur DKI Jakarta tidak mau merevisi SK gubernur tentang UMK masing-masing kabupaten kota di masing-masing provinsi tersebut, maka aksi-aksi perlawanan buruh akan terus meningkat eskalasinya," ujar dia.

Aksi stop produksi dan aksi lainnya, kata Said, akan dimulai pada 22-23 Desember 2021 kemudian dilanjutkan pada 5 Januari 2022 karena jeda libur Natal dan Tahun Baru.

Tuntutan aksi akan diseragamkan yaitu merevisi upah minimum tingkat kota/kabupaten di seluruh wilayah Indonesia, khususnya pulau Jawa.

"(Aksi mogok) akan dilanjutkan 5 Januari (2022) dan seterusnya sampai para gubernur di luar DKI dan Jogja merubah revisi SK tentang UMK di masing-masing daerah. Aksi akan dilakukan oleh ratusan ribu bahkan jutaan orang," tutur Said.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menaikan UMP DKI Jakarta dari sebelumnya Rp 4.416.186 menjadi Rp 4.641.854.

Anies mengatakan, keputusan kenaikan UMP tersebut diharapkan bisa menaikan daya beli masyarakat dan tidak memberatkan para pengusaha.

"Yang lebih penting adalah melalui kenaikan UMP yang layak ini, kami berharap daya beli masyarakat atau pekerja tidak turun," ujar Anies, Sabtu.

"Kami menilai kenaikan 5,1 persen ini suatu kelayakan bagi pekerja dan tetap terjangkau bagi pengusaha. Ini juga sekaligus meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. Ini wujud apreasi bagi pekerja dan juga semangat bagi geliat ekonomi dan dunia usaha. Harapan kami ke depan, ekonomi dapat lebih cepat derapnya demi kebaikan kita semua," kata Anies. [kompas]

Minggu, 19 Desember 2021

Sadis, Usai Ditabrak di Nagreg, Pelaku Bawa Kedua Korban 200 Km, Lalu Dibuang ke Sungai Serayu

Sadis, Usai Ditabrak di Nagreg, Pelaku Bawa Kedua Korban 200 Km, Lalu Dibuang ke Sungai Serayu

CMBC Indonesia - Pelaku tabrak dua remaja yang merupakan pasangan kekasih Handi (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, sempat dibawa korban 200 km dari TKP. Sadisnya, keduanya dibuang ke sungai.

Handi dan Salsabila sebelumnya hilang pasca terlibat tabrakan di Jalan Raya Bandung-Garut kawasan Ciaro, tak jauh dari rumahnya pada Rabu 8 Desember 2021 lalu.

Lebih seminggu hilang misterius, Handi Saputra Hidyatullah (18) ditemukan di Sungai Serayu, Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jateng, Senin (13/12).

Lalu Salsabila ditemukan dalam kondisi meninggal di Sungai Serayu, Dusun Bleberan, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (11/12).

Sekadar diketahui, Handi dan Salsabila terkapar akibat sepeda motornya tabrakan di Nagreg, Rabu (8/12).

Keduanya yang terluka dibawa ke dalam mobil diduga milik pengendara yang menabrak kedua korban.

Sejak itu, sejoli tersebut tidak diketahui jejaknya atau hilang misterius.

Jarak antara Nagreg ke Sungai Serayu ini sekitar 200 kilometer. Diduga kedua korban ini dibuang ke Sungai Serayu.

Entes Hidayatullah, ayah Handi mengatakan, mereka telah mencari keberadaan Handi dan Salsa ke berbagai rumah sakit di Garut, Tasikmalaya, Bandung bahkan hingga Ciamis namun keduanya tak ditemukan.

“Sampai saya pikir udah lah, kalau saya ikhlas. Pencarian berhenti saja,” kata Entes kepada wartawan di kediamannya, Minggu (19/12/2021).

Hingga pada Kamis (16/12) malam, Entes mendapat kabar adanya sesosok jenazah lelaki tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Serayu, Banyumas.

Entes mengatakan, pihak kepolisian yang mengabarkan hal tersebut.

“Jadi ada pengumuman penemuan mayat. Di situ ada ciri-cirinya lengkap. Kakaknya Handi yang cewek, yang pertama kali menerima informasi itu,” katanya.

Entes kemudian mengecek ciri-ciri jenazah yang ditemukan di Banyumas tersebut. Berbekal informasi dari kerabat dan teman-teman Handi yang ikut dalam proses pencarian, Entes yakin betul bahwa itu adalah anaknya.

Diantar polisi, Entes kemudian bertolak menuju Banyumas untuk memastikan kecurigaannya. Setelah melihat semua barang bukti yang dimiliki Polres Banyumas.

Entes kemudian meyakini 100 persen bahwa mayat tersebut adalah anaknya.

“Karena dari baju, celana, gesper, terus kepalanya yang katanya rambutnya mohawk, itu semua teman-temannya yakin bahwa itu Handi. Ada yang tahu celananya, bahkan kalung emas imitasinya. Itu enggak salah lagi. Itu Handi,” tutup Entes.

Jenazah Handi sempat dimakamkan di Banyumas kemudian dibawa pulang ke kampung halamannya yang berada di RW 03, Desa Cijolang, Kecamatan Balubur Limbangan, Garut.

Jenazah Handi kemudian dikebumikan di TPU RW 03 Cijolang Garut, Minggu dini hari tadi.[pojoksatu]

Viral Diduga Dibuang oleh Anak, Kedua Orang Tua Jadi Tontonan Warga

Viral Diduga Dibuang oleh Anak, Kedua Orang Tua Jadi Tontonan Warga


CMBC Indonesia - Rekaman video sepasang orang tua yang diduga dibuang oleh anaknya menjadi tontonan warga. Video yang memperlihatkan segerombolan warga yang merekam kedua orang tua tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Keduanya duduk di bangku plastik hijau dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya.

Mereka pun tampak kebingungan dikerubungi oleh warga setempat.

Sang kakek yang menggunakan pakaian batik coklat muda dan topi berwarna coklat tua, terlihat memegangi botol air minum dengan raut wajah sangat lelah.

Sementara itu, perempuan yang diduga sebagai istri kakek tersebut menggunakan pakaian dan kerudung serba cokelat enggan disorot kamera. Tangan kanan sang ibu menutupi wajahnya, sedangkan tangan kirinya terlihat memegangi tas miliknya.

Warga yang mengerumuni kedua orang tua tersebut mayoritas adalah ibu-ibu.

Mereka menodongkan smartphonenya untuk mengabadikan momen tersebut.

Video yang dibagikan oleh @ndorobei.official Jumat 17 Desember 2021 di jejaring media sosial Instagram menginformasikan kedua orang tua itu diduga dibuang oleh anaknya.

"Ya Allah, info orang tua dibuang," tulisnya seperti dikutip Beritahits.id, Sabtu (18/12/2021).

Sayangnya, admin akun tersebut tidak memberikan detail kronologi kejadian.

Postingan tersebut lantas mendapatkan beragam komentar dari warganet.

"Kasian mereka berdua, terutama si ibu. Enggak mau banget kesoro kamera warga. Kasian. Mereka juga punya rasa malu kali," ucap warganet.

Akan tetapi, banyak yang menyayangkan sikap admin yang tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

"Kalau post video kasih keterangan yang jelas min. Biar enggak bias persepsi. Enggak semua netijen berpikir dan berhati jernih saat melihat videomu," tulis lainnya.

"Jelasin min, saya bukan paranormal yang bisa nebak-nebak itu kenapa," tulis salah satu warganet.

"Ambigu banget ini admin. Suka bikin emosi, post tapi caption enggak jelas," komentar warganet.

Sejak video ini diunggah hingga saat ini, belum diketahui kronologi kejelasan peristiwa tersebut. Baik penjelasan mengenai waktu dan lokasi kejadian pun tidak diketahui. Serta belum ada klarifikasi dari pihak-pihak yang terkait dalam video itu.[suara]

Ceramahnya Kerap Didatangi Polisi, Habib Bahar Bin Smith: Jangan Teror Panitia, Teror Saya

Ceramahnya Kerap Didatangi Polisi, Habib Bahar Bin Smith: Jangan Teror Panitia, Teror Saya


CMBC Indonesia - Habib Bahar bin Smith kembali melayangkan komentar pedas dalam ceramahnya. Kali ini ditujukan kepada aparat kepolisian. Dia menyentil aparat kepolisian agar tidak mengintimidasi panitia yang mengundangnya ceramah.

Ceramah yang kemudian diunggah oleh akun media sosial Youtube milik Qitmir Chanel tersebut awalnya menyampaikan mengenai makna dari peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW yang patut disyukuri oleh umat muslim.

Kemudian ditengah jalannya ceramah Habib Bahar, ia menyinggung mengenai aksi aparat kepolisian yang kerap mendatangi acara yang ia hadiri.

" Saya punya jadwal penuh sampai tahun 2024, nah akhir akhir ini bahkan bisa kedepan kedepan, setiap panitia panitia yang mengundang saya ceramah, kebanyakan, gak semua, kebanyakan 90 persen didatangi seorang polisi," kata Habib Bahar.

Ia melanjutkan di setiap acara yang hari itu ia datangipun, selalu kedatangan oleh aparat.

" Acara pertama tadi di purwakarta didatangi polisi, acara kedua juga didatangi polisi, nah acara ini, panitia jujur aja didatangi polisi atau gak? " Habib Bahar menengok ke panitia disampingnya.

" Iya didatangi, " Jawab sang panitia. Habib nengok ke kanan, " Didatangi? Oh, masya Allah, "

Habib Bahar mengatakan agar para panitia yang mengundangnya ke sebuah acara haruslah memiliki mental yang kuat.

Ia juga mengajarkan kepada para panitia bagaimana menghadapi aparat yang datang tiba tiba dalam acara yang ia hadiri.

"Loh bapak kenapa pak? Bapak mau ngatur? Kalau bapak mau ngatur bapak aja yang ceramah, " ucap Bahar menirukan salah satu panitia yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan penonton.

" Woy pak ini negara demokrasi pak, orang bebas untuk bersuara pak, bapak kalau mau dateng, datengin tu Penista agama kita orang bikin acara maulid pak, emang kita melawan pemerintah, yang Habib Bahar sampaikan itu kebenaran, " Sambungnya lagi.

Ia memberikan saran kepada seluruh panitia agar jika didatangi aparat untuk menjawab seperti yang ia perintahkan.

" Kalau kalian didatangi polisi, atau tentara atau dari pemerintah, siapapun mau menggagalkan acara suruh datangi saya, " tegasnya.

Ia kemudian berbalik menegaskan kepada aparat maupun petugas. " Dan saya sampaikan kepada yang suka datang datang ke panitia, untuk menggagalkan acara, saya sampaikan kepada kalian, saya Bahar Bin Ali Bin Smith, itu kayak bola karet, tau bolah karet? Dia dipencet gak turun ke bawah, dipencet dia tidak terkubur ke bawah, bola karet dipencet dia makin naik melambung tinggi ke atas, " Ucapnya.

Ia juga menantang aparat maupun petugas untuk menemui dirinya jika mendatangi acara acara bertajuk Habib Bahar.

" Kalau mau teror, mau intimidasi, jangan teror panitia, teror saya Bahar Bin Smith, " Katanya.

Ia juga dengan penuh semangat dan lantang menyuarakan kegigihannya untuk tetap maju. " Demi Allah sejengkal pun saya tidak akan pernah mundur, " Teriak Habib Bahar.

Acara peringatan Maulid Nabi Ini didatangi oleh ratusan warga dan jamaah yang ikut bersemangat di setiap ucapan dari Habib Bahar.

" Saya Bahar Bin Smith, jangankan cuma dipenjara, demi Islam, demi umat, demi bangsa, demi rakyat demi garuda, demi Pancasila, demi keutuhan NKRI, demi merah putih, " Ucap Bahar di akhir temanya.

Unggahan video ini hingga kini telah disaksikan sebanyak 11 ribu penonton dengan puluhan komentar beragam.

Banyak yang membela dan mendukung Habib Bahar. " Ulama yang tulus memperjuangkan kebenaran, Al Habib Bahar Bin Ali Bin Abdurahman bin Smith, " tulis akun Risman Rama***.

" Dari ceramah beliau sepertinya beliau justru ingin mempersatukan semua suku bangsa dan agama dalam wadah NKRI, dalam membela rakyat dan melawan korupsi, ketidakadilan dan melawan neo kolonialisasi, " sahut akun Merah Pu***.

Adapula yang mengomentari perihal kegiatan tersebut. " Kok jamaah putra dan putri campur sih? Astagfirullah dah macam konser saja, " tulis akun Abu Thu***.[suara]

Sabtu, 18 Desember 2021

Teka-teki Napi Narkoba Meninggal, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Teka-teki Napi Narkoba Meninggal, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi


CMBC Indonesia -Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Nana Sujana angkat bicara terkait seorang narapidana yang meninggal saat dilakukan pengembangan kasus narkoba oleh polisi.

Irjen Nana juga membenarkan bahwa bawahannya itu telah melakukan pengembangan kasus terhadap narapidana bernama Andi Pattololo atau Andi Lolo, untuk mengungkap jaringan narkoba yang ada sangkut pautnya dengan narapidana itu.

“Memang beberapa waktu lalu menangkap beberapa tersangka kasus narkoba dan rangka pengembangan kami dari khususnya narkoba untuk melakukan pengembangan,” katanya kepada wartawan, Jumat (17/12/2021).

Sementara terkait penyakit yang diidap narapidana Andi Lolo yang disebut-sebut karena sesak napas, belum bisa dipastikan. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi.


“Sekitar satu jam atau dua jam tiba-tiba napi ini merasakan sakit di dada sebelah kiri dan kejang-kejang. Lalu dibawa ke RS Faisal dan sampai di rumah sakit napi ini meninggal,” tambahnya.

“Tetap kita usut secara prosedural kita akan cek dan kita masih menunggu hasil otopsinya,” sambung jenderal polisi dua bintang ini.

Sisi lain, pihak keluarga dari narapidana tersebut menemukan kejanggalan pada jenazah narapidana berusia 35 tahun itu.

“Pihak keluarga almarhum ini menduga korban ini terjadi kekerasan terhadap korban. Ada luka di tubuh korban siku, pergelangan tangan, memar, lebam,” kata Ketua LBH IWO Sulsel, Muh Abduh.

Abduh yang mendampingi keluarga narapidana yang meninggal ini meminta pertanggungjawaban atas kematiannya kepada polisi sebagai pihak yang terakhir bersama dengan almarhum.

 

“Kami minta pertanggungjawaban,” tambah Abduh.


Saat ini, pihaknya dan aparat kepolisian masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Bagi Abduh, hal itu juga sebagai informasi apakah narapidana tersebut meninggal wajar atau tidak.(fajar)

Kunjungan Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo Sebut Paspampres Waterproof

Kunjungan Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo Sebut Paspampres Waterproof

CMBC Indonesia - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah (Jateng) memberikan cerita tersendiri bagi masyarakatnya. Tak hanya warga, Ganjar Pranowo pun punya cerita.

Ketika Presiden Jokowi berkunjung, tentunya orang nomor satu di Indonesia itu dikawal dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Cuaca hujan yang terjadi di Jateng, membuat rombongan harus menggunakan payung untuk tetap melakukan kegiatan kunjungan presiden.

Termasuk Ganjar. Ia menggunakan payung berwarna merah. Sedangkan Jokowi menggunakan payung berwarna putih. Sisanya, banyak yang pakai payung berwarna hitam.

Berteduh di sebuah gubuk, Presiden Jokowi dibiarkan duduk sembari menelepon Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi. Saat itu, Ganjar bersama Paspampres berada di sisi luar gubuk.

Ketika hujan turun, banyak anggota Paspampres yang basah kuyup sembari menunggu Jokowi yang berbincang dalam sambungan telepon dengan Mendag Muhammad Lutfi. Di momentum itulah, Ganjar memperhatikan para Paspampres dan memberikan pernyataannya.

"Paspampres ternyata waterproof semua yah. Waterproof semua," ucapnya, dikutip dari unggahan video reels di Instagram pribadinya @ganjar_pranowo, Jumat (17/12/2021).


Tanggapan warganet

Unggahan Ganjar tersebut ternyata tuai perhatian warganet. Banyak dari mereka yang salah fokus sama undian komentar tentang payung merah Ganjar. Ada juga yang merasa bangga dengan apa yang Ganjar lakukan.

"Saya berharap besar dan berdoa kepada Allah SWT, semoga bapak yang melanjutkan kelak mandat dari Pak Jokowi... fii barokatii al-fatihah... ," katanya.

"Alhamdulillah, terimakasih Bpk. Ganjar. Sehat berkah selalu bapak ," harapnya.

"Konsep anti menstrim pak,,,,+++polower&saskreb," tambahnya.

"Sepatu ne sae Pak, merk nopo niku ," ucapnya.

"Walaupun saya ketinggalan ikutan bikin caption,semoga pak @ganjar_pranowo panjang umur & sehat selalu pak. Sehat" ngih pak #SalamDariBrebes ," ujarnya.

"Pak @ridwankamil ga menang pak @ganjar_pranowo," celetuknya.

"Alloohummaa soyyiban naafi'aan... Semoga hujannya membawa berkah kagem pak @jokowi, pak @ganjar_pranowo dan Indonesia," tuturnya.

Hingga berita ini selesai ditulis, unggahan tersebut sudah disukai sebanyak 97.990 kali oleh warganet.[suara]

Kondisi Yopa yang Alami KIPI Usai Divaksin Covid-19 Berangsur Membaik

Kondisi Yopa yang Alami KIPI Usai Divaksin Covid-19 Berangsur Membaik


CMBC Indonesia -Seorang pelajar SMP yang bernama Yopa (15) asal Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Lebak kini kondisinya sudah berangsur membaik.

Demam tinggi yang dialaminya pasca mengikuti vaksinasi covid-19 kini sudah turun.

"Alhamdulillah setelah kita rujuk ke RSUD Banten, kondisi Yopa kini sudah berangsur membaik. Suhu tubuh Yopa juga yang alami demam tinggi sudah menurun dari 39 derajat, jadi 37 derajat," kata  Kepala Puskemas Pagelaran Yayan Madhyana, Jum'at (17/12/2021).

Yayan mengatakan, Yopa sendiri di rujuk ke RSUD Banten pada Rabu (15/12/2021) lalu karena mengalami demam tinggi yang diduga merupakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) usai mengikuti vaksinasi Covid-19 dua bulan yang lalu.

Katanya, walaupun demamnya sudah menurun, tapi Yopa masih harus menjalani perawatan di UGD RSUD Banten.

"Yopa mengalami gejala tambahan, yaitu mengigau, dan masih sulit untuk diajak komunikasi. Kondisinya sekarang terus dipantau oleh dokter," kata Yayan.


Pihaknya sendiri masih belum memastikan apakah kondisi yang dialami oleh Yopa itu merupakan KIPI atau bukan. 

"Dokter sedang mengkaji dan menganalisis, tapi sementara informasi yang saya dapatkan sepertinya itu bukan dari vaksin. Itu berdasarkan keterangan dokter RS yang saya dapatkan yah, jadi ini masih perlu kajian yang lebih mendalam," ucapnya.

"Karena apakah ada gangguan dari sarafnya atau seperti apa, ini masih perlu proses pemeriksaan mendalam, harus diriset dulu. Jadi mohon bersabar, kita sedang menunggu hasil labnya juga yang waktunya lama," tambahnya.

Sementara, untuk Madyasa, orang tua Yopa yang juga tengah menjalani perawatan di RSUD Banten, saat ini juga kondisinya sudah membaik.

"Alhamdulillah kondisinya juga sudah membaik, semoga bisa cepat pulih," pungkasnya(poskota)

Punya Nama Mirip Laura Anna, Selebgram Brasil Banjir Ucapan Duka dari Warganet: Kalian Salah Orang

Punya Nama Mirip Laura Anna, Selebgram Brasil Banjir Ucapan Duka dari Warganet: Kalian Salah Orang

CMBC Indonesia - Kabar selebgram Edelenyi Laura Anna meninggal dunia pada Rabu (15/10/2021) meninggalkan duka bagi masyarakat Indonesia.

Sosok Laura Anna baru menjadi sorotan akhir-akhir ini karena perjuangannya mendapatkan keadilan.

Laura diketahui mengalami kelumpuhan pascakecelakaan bersama mantan pacarnya, Gaga Muhammad pada 8 Desember 2019.

Selang dua tahun kemudian, Laura akhirnya menuntut Gaga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Desember 2021.

Kisah Laura dan perjuangannya mendapat keadilan menjadi inspirasi bagi warganet Indonesia.

Bahkan, mereka sampai ramai-ramai mengucapkan belasungkawa atas kepergiannya.

Namun, sebagian dari warganet justru mengirim pesan duka cita ke akun Instagram jurnalis asal Brasil yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut, Anna Laura.


Nama mereka memang mirip, Laura sendiri memiliki akun Instagram dengan nama @edlnlaura, sementara akun Anna bernama @anna.laura.

Alhasil, kolom komentar di postingan Anna Laura dibanjiri ucapan duka cita.

Hingga Jumat (17/12/2021), Anna meminta warganet Indonesia berhenti mengucapkan pesan duka cita.

Anna juga sampai mengunggah foto di postingan Instagramnya yang meminta warganet Indonesia berhenti membanjiri kolom komentarnya.

Pasalnya, Anna merasa sangat terganggu dengan ucapan tersebut.

"Kepada orang Indonesia, saya bukanlah Laura yang meninggal. Kalian salah orang. Jadi saya mohon agar berhenti berkomentar di akun saya," tulis Anna memperingati warganet.

Bahkan, dalam bio Instagramnya, Anna sudah menuliskan jika dirinya bukan Laura Anna dari Indonesia.

Rupanya, sebelum dibanjiri ucapan duka cita, Anna sempat mengalami hal serupa saat kisah Laura menjadi perbincangan publik.


Yakni, warganet Indonesia banyak mengirim ucapan agar Laura segera sembuh.

Dalam InstaStory-nya, Anna mengaku kaget saat dirinya menjadi salah sasaran orang yang mengucapkan hal tersebut.

Setelah mengetahui Laura meninggal dunia, Anna sampai membatasi kolom komentarnya karena takut kejadian serupa kembali terjadi.

Anna mengaku hidup dalam kesulitan karena sorotan warganet yang salah sasaran ini.

Bahkan, warganet sampai menyasar kepada kolom komentar Instagram teman-teman Anna.

Anna pun turut mendoakan kepergian Laura.

Kendati demikian, Anna berharap warganet Indonesia berhenti memberi ucapan duka kepadanya.

"Aku hidup dengan kesulitan dan kuakui, aku cukup terkejut dengan perhatian ini sejak kemarin," kata Anna dalam unggahannya.[tribunnews]

Jumat, 17 Desember 2021

Rumah Mbah Adi Ludes Dibakar Anak Kandungnya, Gegerkan Warga Sentolo

Rumah Mbah Adi Ludes Dibakar Anak Kandungnya, Gegerkan Warga Sentolo

CMBC Indonesia - Mbah Adi Sutikno, kakek berumur 76 tahun asal Sidowayah RT 01 RW 01 Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo ini,  terpaksa kehilangan tempat tinggalnya. Rumah yang terbuat dari kayu tersebut ludes dibakar anak kandungnya sendiri, Mugiyatno (31).

Kamis siang, Mugiyatno melancarkan aksinya. Aksi yang dilakukan oleh Mugiyatno tersebut sempat menggegerkan warga. Mereka tidak menyangka jika Mugiyatno nekat membakar rumah bapaknya di mana dia juga tinggal.

Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry menuturkan, tidak ada yang mengetahui secara pasti aksi pembakaran yang dilakukan oleh Mugiyatno. Warga hanya mengetahui api sudah membesar dan membakar rumah Adi Sutikno.

"Api tahu-tahu sudah besar. Warga menduga rumah sengaja dibakar oleh Mugiyatno, yang mengalami gangguan jiwa," ungkap dia, Kamis malam.

Warga kemudian beramai-ramai berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Karena rumah terbuat dari bahan mudah terbakar, maka dalam sekejap rumah milik Adi Sutikno ludes dilalap api.

Warga lantas melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Polisi mendatangi lokasi dan lantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari keterangan saksi disimpulkan bahwa rumah tersebut sengaja dibakar oleh Mugiyatno.

"Yang bersangkutan kita amankan ke RSJ Ghrasia,"tutur dia.

Kesimpulan tersebut diambil karena setiap kambuh, Mugiyatno memang selalu mengancam akan membakar rumah dan membunuh bapaknya. Pelaku memang menderita gangguan jiwa.

Pelaku sudah beberapa kali dirawat di RSJ Grhasia sejak 2017, dan terakhir dirawat sejak 15 Oktober 2021 sampai dengan 9 Nopember 2021. Namun setelah pulang dari RSJ Ghrasia, pelaku tidak pernah mau minum obat, sehingga kondisinya sering labil dan sering mengamuk.[suara]

7 Luka-luka dan 515 Unit Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Madiun

7 Luka-luka dan 515 Unit Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Madiun

CMBC Indonesia - Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang empat kecamatan di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu, (15/12) pukul 14.30 WIB. Peristiwa alam ini mengakibatkan tujuh orang luka-luka dan 515 unit rumah warga terdampak, dengan kerusakan ringan hingga berat.

Diaporkan pula, Polsek Wonoasri mengalami rusak berat, empat unit mushola dan dua unit sarana pendidikan terdampak angin puting beliung. Berdasarkan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mencatat, empat kecamatan terdampak angin ribut tersebut.

Kecamatan Jiwan tepatnya di Desa Teguhan dan Desa Ngetrep. Kemudian, Kecamatan Madiun tepatnya di Desa Dimong dan Desa Sirapan. Selanjutnya, Desa Sidomulyo di Kecamatan Sawahan, dan Kecamatan Wonoasri tepatnya Desa Sidomulyo, Desa Ngadirejo, desa Plumpungrejo dan desa Jaterejo.

“Tim kaji cepat BPBD Kabupaten Madiun melaporkan kebutuhan mendesak saat ini terpal, matras, sembako, selimut dan tikar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (16/12).

Muhari menyampaikan, pada Kamis, (16/12) hari ini diadakan giat kerja bakti bersama seluruh elemen masyarakat dan TNI Polri serta relawan untuk membantu membersihkan dan merenovasi rumah warga yang terdampak. Sementara itu, aliran listrik di sebagian wilayah Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri terpantau masih padam.

“Namun untuk wilayah lainnya aliran listrik telah kembali normal,” ucap Muhari.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lanjut Muhari, meliris peringatan dini waspada hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada Kamis (16/12) hingga Sabtu (18/12). Adapun wilayah yang berpotensi hujan disertai angin kencang antara lain Gresik, Nganjuk, Magetan, Pacitan, Tulungagung, Kabupaten Malang, Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Pamekasan, Surabaya, Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Kabupaten Madiun, Kabupaten Blitar, Lumajang, Jember dan Sampang.

Oleh karena itu, BNPB selalu mengimbau kepada pemerintah daerah, khususnya BPBD, agar selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang maupun angin puting beliung. Kondisi ini dapat terjadi atau menyertai saat hujan berlangsung.

“Selain itu, fenomena cuaca ekstrem tersebut biasa terjadi saat pergantian musim dari musim kemarau ke hujan dan sebaliknya,” pungkas Muhari.[jawapos]

Yusuf Mansur: Insya Allah Saya Bukan Penipu!

Yusuf Mansur: Insya Allah Saya Bukan Penipu!

CMBC Indonesia - Ustaz Yusuf Mansur digugat oleh sejumlah orang dengan tuduhan wanprestasi. Tak main-main, nilai gugatannya mencapai Rp 785,36 juta.

Gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Tangerang dengan nomor perkara 1340/Pdt.G/2021/PN Tng itu didaftarkan pada Jumat pekan lalu (10/12/2021).

Hal tersebut berkaitan dengan dana investasi untuk patungan usaha hotel dan apartemen haji serta umrah di Tangerang.

Ustaz Yusuf Mansur secara tegas membantah dirinya bukan seorang penipu. Pihaknya akan segera menyelesaikan masalah ini.

“Saya bukan penipu, Insya Allah. Minta didoakan mudah-mudahan bukan jadi penipu. Apa yang jadi persoalan akan selesaikan,” tegasnya dikutip dari rekaman video di Instagram @yusufmansurnew, Kamis (16/12/2021).

Menurut penceramah kondang ini, dana kongsi untuk pembangunan hotel serta apartemen haji dan umrah telah berlangsung sejak tahun 2012. Ia mengklaim investasi tersebut merupakan salah satu bentuk gerakan persatuan ekonomi umat.

Oleh karenanya, mekanisme pengadilan merupakan solusi terbaik untuk menguji data dari seluruh tanggung jawab yang sudah diselesaikan.

“Ya, kita hadepin aja. Udah bagus ini. Bener langkah ini. InsyaaAllah khair. Kita berdoa u/ beliau2 dan semua yang terlibat dapet kebaikan Allah. Saya siap salah jika dinyatakan salah,” tegasnya.

“InsyaaAllah kita akan selesaikan sempurna. Doain aja rizkinya ada. Narasi dibawa ke penipuan, itu juga dari Allah, jd ujian aja. InsyaaAllah bukan salah mereka. Mereka hanya dipilih Allah. Saya yg kudu bener jadi orang,” pungkas Yusuf Mansur.

Rencananya sidang perdana kasus ini akan digelar pada 6 Januari 2022. [fajar]

Kamis, 16 Desember 2021

Napi Gembong Narkoba Kabur dari Lapas, Ternyata Ini Penyebabnya

Napi Gembong Narkoba Kabur dari Lapas, Ternyata Ini Penyebabnya

CMBC Indonesia - Pengamat Pemasyarakatan Didin Sudirman mengatakan, bila mengacu dari peraturan pemasyarakatan, napi kelas 1 Tangerang atas nama Adami Bin Musa, gembong narkoba yang divonis 22 tahun penjara bisa bekerja di luar itu dianggap menyalahi aturan yang berlaku

Menurut dia, untuk bekerja di luar harus memenuhi beberapa unsur mendapatkan program tersebut. "Dari peraturan yang ada, napi yang boleh menjalankan pekerjaan diluar itu seharusnya sudah menjalani 2/3 masa tahanan," kata Didin kepada wartawan, Rabu 15 Desember 2021.

Menurut Didin, program bekerja di luar lapas yang termasuk dalam asimilasi juga harus dilakukan dengan berbagai tahap yang sangat ketat. Di mana narapidana yang akan mendapatkan program itu, harus memenuhi berbagai unsur-unsur yang masuk dalam penilaian. 

"Narapidana yang mendapatkan itu harus berkelakuan baik, dan juga harus ditinjau mulai dari keagamaan, pembinaannya, sampai hukumannya," kata dia.

Setelah semua aspek itu dirasa memenuhi standar, sambung Didin, nantinya diajukan ke Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Tak berhenti disitu, TPP juga menggelar sidang untuk menentukan layak atau tidak. 

"Tim juga akan mengawasi keseharian napi yang diajukan untuk menentukan pemberian program," ujarnya.

Setelah melakukan pengawasan dan pemeriksaan, sambung Didin, nantinya sidang akan mendapatkan putusan. Dan hasilnya disampaikan ke Kalapas, dan akan dikeluarkan surat itu selanjutnya akan diterima oleh kepala keamanannya dan petugas jaga lainnya. 

"Dan ketika surat sudah keluar, tanggung jawab napi yang keluar bekerja itu berada ditangan kalapas," imbuhnya.

Didin menegaskan, didalam pemberian program kerja tersebut harus dilihat kelakuan baik. Kalau petugasnya tidak punya integritas yang menentukan bukan itu, pastinya ada penyogokan. Jadi TPP itu sangat berperan penting, karena dia ada dari berbagai unsur.

"Saya dulu sempat di Cirebon yang mengajukan adanya napi yang minta di keluarkan, tapi karena penilaian saya belum layak saya tidak bisa memberikan. Namun karena itu merupakan pesanan dari atas, jadi akhirnya napi itu dikeluarkan. Akhirnya didalam laporan BAP saya tetap menuliskan kalau itu tidak direkomendasikan. Tolong catat saya tidak setuju," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang narapidana yang merupakan gembong narkoba kabur dari lapas kelas 1 Tangerang. Adami Bin Musa napi yang di vonis 22 tahun penjara ini kabur dengan mudahnya setelah mengikuti program bekerja di luar. 

Adami yang ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 15 kilogram dan ditangkap di Kalianda, Lampung, kabur setelah mendapat izin bekerja di luar lapas. Ia bersama 11 rekannya keluar dari penjara, dan ia sendiri yang tak kembali.[viva]

Rabu, 15 Desember 2021

Astaga! Pertanda Apa Ini? Ikan Mati di Danau Maninjau Bertambah Sampai Ratusan Ton

Astaga! Pertanda Apa Ini? Ikan Mati di Danau Maninjau Bertambah Sampai Ratusan Ton


CMBC Indonesia -Kejadian aneh bin mengejutkan terjadi di danau Maninjau, kematian ikan kini mencapai sampai ratusan ton. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira. 

Ia mengatakan bahwa kematian ikan di Keramba Jaring Apung (KJA), Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat bertambah menjadi 552 ton pada Selasa, 14 Desember 2021. 

Jelasnya, sebelumnya ikan di danau vulkanik itu mati hanya 362 ton pada Senin kemarin. Namun, per hari selasa, ikan di danau tersebut mati dengan total 190 ton.

Ikan mati ini bertambah di Nagari Koto Gadang Anam Koto sekitar 190 ton,” ujarnya mengutip dari Jpnn. Dengan mengakumulasi semuanya, ia mengatakan bahwa saat ini jumlah ikan yang mati sudah sekitar 552 ton. “Jumlah ikan mati sekitar 552 ton,” jelasnya. Adapun kematian ikan tersebut menyebar di wilayah Nagari Tanjung sekitar 50 ton. 

Di sekitar Nagari Koto Kaciak ada kisaran 300 ton, dan masih banyak lagi tersebar di wilayah yang lainnya. Lebih jelas, ia pun menjelaskan bahwa kematian ikan tersebut adalah akibat dari berkurangnya oksigen di dalam danau. 

Hal itu, kata dia, adalah akibat dari hujan yang disertai badai kencang di beberapa waktu yang lalu. “Kematian ikan akibat oksigen yang berkurang,” jelasnya. Dengan begitu, sebagian petani di wilayah tersebut dengan terpaksa melakukan panen dini guna menghindari kerugian yang lebih banyak.(terkini)

Maling Motor di Perum Bumi Cilebut Damai Terekam CCTV Pelakunya Dua Orang

Maling Motor di Perum Bumi Cilebut Damai Terekam CCTV Pelakunya Dua Orang

CMBC Indonesia - Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kali ini, aksi pencurian tersebut terjadi di salah satu rumah di Perum Bumi Cilebut Damai, Desa Cilebut Barat Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.

Aksi tersebut terekam kamera CCTV rumah yang kehilangan motor tersebut.

Dalam rekaman CCTV itu tampak jelas seorang menggunakan jaket berwarna orange dan helm berwarna merah secara perlahan berjalan masuk ke halaman rumah, saat penghuninya tengah melakukan aktifitas di dalam rumah.

Sedangkan satu orang berjaket hitam terlihat mengawasi keadaan di sekitar rumah dari atas motor jenis scoopy yang dikendarainya.

Korban pencurian, Zaki mengatakan peristiwa pencurian itu terjadi pada siang hari saat keadaan lingkungan sepi dari aktifitas warga.

“Peristiwa pencurian motor tersebut sekitar pukul 13.59 WIB,” kata Zaki kepada wartawan, Rabu (15/12/2021).

Atas kejadian itu Zaki pun menunjukkan rekaman CCTV yang terpasang di rumahnya sebagai bukti adanya kasus pencurian yang terjadi.

“Berikut video CCTV yang merekam aksi pencurian tadi siang, ada dua orang yang terekam CCTV menjalankan aksi pencurian sepeda motor,” ungkapnya.

Zaki pun lebih lanjut sudah melaporkan kejadian itu pada pihak berwajib dan berharap pelaku segera tertangkap.

“Sudah lapor, dan barang bukti sudah diserahkan mudah mudahan pelaku segera tertangkap,” tukasnya.[suara]

Viral Video Rombongan Pengantar Jenazah Ngamuk, Pukuli dan Rusak Mobil Dosen di Makassar

Viral Video Rombongan Pengantar Jenazah Ngamuk, Pukuli dan Rusak Mobil Dosen di Makassar

CMBC Indonesia - Viral video rombongan pengantar jenazah ngamuk hingga melakukan pemukulan dan pengrusakan mobil dosen di Jalan Sunu, Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Video tersebut diunggah akun instagram @daeng_becak. Selasa (15/12/21).

Video Pengantar Jenazah ngamuk tersebut awalnya terlihat sejumlah pemotor pengantar jenazah nampak melintas sambil mengibarkan bendera putih.

Ketika para pengantar jenazah ini melintas dari arah berlawanan mobil hitam berjalan agak di tengah dan dianggap menghalangi jalan pengantar jenazah hingga terjadi penganiayaan dan pengrusakan.

Rekaman video detik-detik pengeroyokan langsung viral di sosial media.

Kapolsek Tallo, Kompol Saharuddin membenarkan kejadian tersebut. Korbannya adalah seorang dosen salah satu kampus swasta di Makassar, bernama Setiawan (45).

“Luka di lengan, alis, betis, di wajah. Diduga dipukul benda tumpul dan kepalan tangan,” dikutip dari SINDOnews.

“Pengantar jenazah ini tersinggung. Akhirnya ramai-ramai melakukan itu (penganiayaan dan pengrusakan),” ucapnya lagi.[pojoksatu]

Terekam Mobil Polisi Abaikan Korban Tabrak Lari di Jalanan, Warganet: Berlalu Begitu Saja

Terekam Mobil Polisi Abaikan Korban Tabrak Lari di Jalanan, Warganet: Berlalu Begitu Saja

CMBC Indonesia - Beredar video mobil PJR polisi mengabaikan korban tabrak lari yang tergeletak di jalan. Video tersebut diunggah oleh akun Twitter Pasifisstate pada Selasa (14/12/21).

Kejadian tersebut terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Pada video itu terekam korban tengah tergeletak di jalan raya akibat tabrak lari. Beberapa warga yang ada di lokasi mulai mengerubungi dan mencari pertolongan.

Tak lama kemudian, mobil PJR melewati jalan di mana korban masih tergeletak.

"Oh langsung ada polisi," ujar seseorang di balik video.

Namun mobil PJR polisi tersebut bukannya menolong malah hanya melewati korban dan kerumunan warga.

Usai mobil polisi hanya melintas, akhirnya warga di TKP berinisiatif mengangkat korban ke tepi jalan.

"Meski berat tapi harus dikatakan: bodoh sekali ndannnn," tulis akun tersebut.

Rekaman tersebut tentu mendapatkan berbagai komentar dari warganet.

Mobil polisi berlalu saat ada korban tabrak lari (twitter.com/Pasifisstate)
"Mengawal pejabat lebih penting daripada menolong korban tabrak lari," komentar warganet. 

"Pada punya common sense plus humanity enggak sih pak pol nih?," imbuh warganet lain. 

"Sebelum terlambat Pak @ListyoSigitP Polri memang harus direformasi total. Utk menuju negara maju kita butuh polisi yg profesional dan responsif. Benahi rekrutmennya Pak," timpal lainnya. 

"Melindungi dan mengayomi siapa nih," tulis warganet di kolom komentar. 

"Lah pak polisi berlalu begitu saja," tambah warganet lain. 

Saat berita ini dibuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 3 ribu kali.[suara]
© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved