Channel Media Berita Central Indonesia

Headline

Ekonomi & Bisnis

Politik

Peristiwa

Video

Minggu, 26 September 2021

Mantan Rival Akui Jakarta Menjadi Teduh di Tangan Anies Baswedan

Mantan Rival Akui Jakarta Menjadi Teduh di Tangan Anies Baswedan


CMBC Indonesia - Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta mulai dirasa berhasil mengubah wajah ibukota. Bahkan mantan rival Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu mengakui bahwa Jakarta mulai teduh di tangan Anies.

Mantan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni tegas mengatakan bahwa Jakarta di tangan Anies berubah menjadi teduh. Ini lantaran sikap Anies yang menghargai semua warga DKI tanpa terkecuali.

"Pak Anies itu adem, menghargai siapa saja. Beliau sangat brilian dalam memilih diksi dan memberikan pernyataan," kata Ketua Komite III DPD RI itu dalam webinar Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) bertajuk "Mengukur 4 Tahun Pencapaian Kinerja Gubernur Anies" secara hybrid, Sabtu malam (25/9).

Tidak hanya itu, sebagai senator Jakarta, Sylvi juga mengurai bahwa indeks pembangunan manusia di Jakarta tinggi.

Pandemi Covid-19 ditangani dengan baik melaui konsep Jakarta sebagai kota kolaborasi. Artinya, ada keterlibatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan swasta serta masyarakat.

"Melalui Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) ini juga sangat membantu banyak orang, termasuk bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," kata Sylvi seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Jakarta.

Ia juga memuji kerja keras Anies yang berhasil menekan titik rawan genangan di Jakarta.

Narasumber lain yang hadir adalah Anggota Komisi A DPRD DKI, August Hamonangan; Pemerhati Masalah Sosial, Aminullah;  Politikus Nasdem, Bestari Barus; dan Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta, Jamran. (RMOL)

Murka! Kabba Nekat Bakar Mimbar Masjid Gara-gara Sakit Hati Dilarang Tidur

Murka! Kabba Nekat Bakar Mimbar Masjid Gara-gara Sakit Hati Dilarang Tidur

CMBC Indonesia - Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana mengungkap motif pelaku pembakar mimbar Masjid Raya Makassar ialah sakit hati. Pemuda bernama Kabba (22) itu berdalih sakit hati karena dilarang tidur di area masjid.

"Sakit hati kepada pengurus masjid dimana setiap pelaku KB ini datang di masjid untuk beristirahat dan tidur selalu di larang oleh pengurus masjid dan pihak sekuriti. Ini motif awal yang kami dapat dari perbuatan pelaku”, kata Witnu kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

Kabba sebelumnya membakar mimbar Masjid Raya Makassar pada Sabtu (25/9/2021) sekitar pukul 01.10 WITA. Peristiwa ini terekam kamera pengawas atau CCTV masjid.

Berbekal informasi tersebut, polisi selanjutnya melakukan penyelidikan. Pada pukul 14.00 WITA akhirnya berhasil mengamankan pelaku yang diketahui bernama Kabba di sekitar Jalan Tinumbu.

"Pelaku lelaki KB (22) warga Kecamatan Bontoala, pekerjaan tidak ada (pengangguran)," katanya.

Selain menangkap Kabba, aparat kepolisian turut menyita sejumlah barang bukti. Beberapa barang bukti yang disita dalam kasus ini di antaranya botol yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menyimpan minyak tanah.[suara]

Sudirman Said Usul Sebutan Koruptor Diganti Jadi Perampok Duit Rakyat

Sudirman Said Usul Sebutan Koruptor Diganti Jadi Perampok Duit Rakyat


CMBC Indonesia - Sudirman Said prihatin atas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang terjerat kasus dugaan korupsi. 

Dia pun heran lembaga tinggi negara tak berhenti memproduksi koruptor.

"Kita patut prihatin, kok lembaga tinggi negara kita tidak berhenti memproduksi koruptor," ujar Sudirman, dalam keterangannya, Minggu (26/9/2021).

Eks Menteri ESDM ini mengungkit Wakil Ketua DPR yang juga pernah tersandung korupsi. Sudirman juga menyinggung Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MK, dan Sekretaris MA, yang terseret kasus korupsi di KPK.

"Ada juga Ketua BPK sempat berstatus tersangka, tapi diloloskan oleh proses pra peradilan," ujarnya.

Sudirman menyayangkan ulah wakil rakyat yang melakukan praktik rasuah. Menurutnya, anggota DPR bisa menjadi teladan masyarakat.

"Ironisnya, yang disuguhkan adalah perilaku korup dan tamak, mencuri hak-hak rakyat," kata Sudirman.

Sudirman juga menyoroti Mahkamah Agung (MA) yang kerap memberi 'diskon' hukuman bagi para koruptor. Dia menilai sebutan koruptor perlu diganti dengan pencuri atau perampok uang rakyat.

"Sebutan koruptor sudah menjadi kata netral, tidak berkonotasi negatif lagi. Sanksi hukum bisa didiskon, seperti yang sedang ngetren belakangan ini. Sementara sanksi ekonomi, harta hasil korupsi harus disita, dikembalikan ke negara," saran dia.

Lebih lanjut, Sudirman menyoroti KPK yang kini dinilainya tidak lagi luar biasa. Padahal, menurut dia, KPK merupakan lembaga extra ordinary. Sudirman menilai KPK lebih baik dibubarkan.

"Sekarang suasana 'luar biasa' tidak ditampilkan lagi oleh KPK baik dari skala kasusnya maupun cara penanganannya. Jadi untuk apa dipertahankan," keluhnya.

Dia menilai KPK semakin sulit diharapkan. Sebab, lanjut dia, proses seleksi pimpinan atau komisionernya makin kompromistis.

"Skandal TWK mungkin menjadi titik nadir dari pelumpuhan peran KPK. Saat ini KPK mengalami 'distrust' dari rakyat. Ketuanya pernah melanggar etika, salah satu pimpinannya melakukan kolusi dengan calon tersangka," beber Sudirman.

Sudirman menegaskan dengan melihat kondisi KPK sekarang, merupakan keniscayaan bagi Polri dan Kejaksaan untuk memperbaiki integritas dan kinerjanya.

"Bila mau memperkuat peran dalam pemberantasan korupsi, keduanya harus bebas dari praktik korupsi juga," kata dia.(detik)

Gaji hingga Harta Azis Syamsuddin yang Ditahan KPK karena DAK

Gaji hingga Harta Azis Syamsuddin yang Ditahan KPK karena DAK


CMBC Indonesia -  KPK menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka suap penanganan perkara dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah. 

Wakil Ketua DPR RI itu telah ditahan setelah dijemput paksa oleh KPK di kediamannya di Jakarta Selatan (Jaksel) karena tidak memenuhi panggilan.

Azis memiliki total kekayaan Rp 100.321.069.365 (Rp 100,3 miliar). Itu berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2020 yang disampaikan pada 22 April 2021.

Harta yang terdiri dari tanah dan bangunan totalnya Rp 89.492.201.000, ada enam yang berlokasi di Jakarta Selatan, dan satu di Bandar Lampung.

Dirinya memiliki enam unit kendaraan bermotor, yaitu Motor Harley Davidson Rp 170 juta, Mobil Toyota Land Cruiser Jeep Rp 700 juta, Motor Honda Beat Rp 14 juta, Mobil Toyota Kijang Innova Rp 248 juta, Mobil Toyota Alphard Rp 780 juta, Mobil Toyota Land Cruiser Jeep Rp 1,59 miliar.


Selanjutnya ada harta bergerak lainnya Rp 274.750.000, serta kas dan setara kas Rp 7.052.118.365. Azis Syamsuddin tercatat tak memiliki utang.

Bila merujuk Peraturan Pemerintah (PP) No. 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi Negara, Azis selama menjabat sebagai wakil ketua DPR RI digaji Rp 4.620.000/bulan.

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan No S-520/MK.02/2015, wakil ketua mendapat tunjangan kehormatan Rp 6.450.000. 

Selanjutnya tunjangan komunikasi intensif Rp 16.009.000. Kemudian tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran Rp 4.500.000. Adapula bantuan langganan listrik dan telepon Rp 7.700.000.

Wakil ketua juga mendapatkan fasilitas yang diatur dalam Surat Edaran Setjen DPR RI: No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010. Anggota DPR RI merangkap wakil ketua mendapat tunjangan melekat istri Rp 462 ribu per bulan, dan tunjangan melekat anak Rp 184 ribu per bulan untuk 2 anak. Ada juga uang sidang/paket Rp 2.000.000, tunjangan jabatan Rp 9.700.000, tunjangan beras Rp 198.000, dan tunjangan PPH Rp 1.729.608.

Selain itu masih ada berbagai fasilitas lainnya yang juga diterima Azis Syamsuddin sebagai wakil ketua DPR.

Sebagai informasi, KPK kemarin Jumat diketahui menjemput Azis Syamsuddin sebagai upaya paksa. Azis Dijemput dari rumahnya di Jakarta Selatan (Jaksel).

"Dalam perkara ini, tim penyidik yang dipimpin oleh Direktur Penyidikan lakukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap AS dengan langsung mendatangi rumah kediamannya yang berada di wilayah Jakarta Selatan," kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

Azis telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. KPK mengklaim penetapan Azis sebagai tersangka telah sesuai dengan prosedur.(detik)

Apa itu Dana Alokasi Khusus yang Bikin Azis Syamsuddin Terjerat KPK?

Apa itu Dana Alokasi Khusus yang Bikin Azis Syamsuddin Terjerat KPK?


CMBC Indonesia - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka suap penanganan perkara dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah. 

Apa itu DAK?
Mengutip situs web resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sabtu (25/9/2021), DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Adapula DAK Fisik, yaitu dana yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

DAK pun dikategorikan lagi berdasarkan kegunaannya, yaitu sebagai berikut:

1. DAK Bidang Kelautan dan Perikanan, dialokasikan untuk meningkatkan sarana prasarana produksi, pengolahan, mutu, pemasaran, pengawasan, penyuluhan, data statistik untuk mendukung industrialisasi, serta penyediaan sarpras terkait pengembangan kelautan dan perikanan di pulau-pulau kecil.

2. DAK Bidang Pertanian, dialokasikan untuk mendukung pengembangan prasarana dan sarana air, lahan, pembangunan dan rehabilitasi balai penyuluhan pertanian serta pengembangan lumbung pangan masyarakat untuk meningkatkan produksi bahan pangan.

3. DAK Bidang Keluarga Berencana, dialokasikan untuk mendukung kebijakan peningkatan akses dan kualitas pelayanan Keluarga Berencana yang merata melalui berbagai program dan kegiatan.

4. DAK Bidang Kehutanan, dialokasikan untuk peningkatan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama di daerah hulu dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan daya dukung wilayah.

5. DAK Bidang Sarana dan Prasarana Daerah Tertinggal, dialokasikan untuk mendukung kebijakan pembangunan daerah tertinggal

6 DAK Bidang Sarana Perdagangan, dialokasikan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana perdagangan untuk mendukung pasokan dan ketersediaan barang (khususnya bahan pokok) sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di daerah-daerah tertinggal, perbatasan, daerah pemekaran, dan/atau daerah yang minim sarana perdagangannya, dan lain sebagainya.

7. DAK Bidang Energi Perdesaan, dialokasikan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan setempat untuk meningkatkan akses masyarakat perdesaan, termasuk masyarakat di daerah tertinggal dan kawasan perbatasan, terhadap energi modern.

8. DAK Bidang Perumahan dan Pemukiman, dialokasikan untuk meningkatkan penyediaan Prasarana, Sarana dan Utilitas perumahan dan kawasan permukiman dalam rangka menstimulan pembangunan perumahan dan permukiman.

9. DAK Bidang Keselamatan Transportasi Darat, dialokasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, terutama keselamatan bagi pengguna transportasi jalan guna menurunkan tingkat fatalitas (korban meninggal dunia) akibat kecelakaan lalu lintas.

10. DAK Bidang Pendidikan, dialokasikan untuk mendukung penuntasan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu dan merata.

11. DAK Bidang Kesehatan, dialokasikan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang difokuskan pada penurunan angka kematian ibu, bayi dan anak, penanggulangan masalah gizi, serta
pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan dan daerah bermasalah kesehatan.

12. DAK Bidang Infrastruktur Jalan, dialokasikan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja pelayanan prasarana jalan provinsi, kabupaten dan kota serta menunjang aksesibilitas keterhubungan wilayah dalam mendukung pengembangan koridor ekonomi wilayah/kawasan.

13. DAK Bidang Infrastruktur Irigasi, dialokasikan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja layanan jaringan irigasi/rawa yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi/kabupaten/kota.

14. DAK Bidang Infrastruktur Air Minum, dialokasikan untuk meningkatkan cakupan pelayanan air, yaitu penyediaan air minum di kawasan perkotaan dan perdesaan termasuk daerah tertinggal.

15. DAK Bidang Infrastruktur Sanitasi, dialokasikan untuk meningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan sanitasi, terutama dalam pengelolaan air limbah dan persampahan secara komunal terdesentralisasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

16. DAK Bidang Prasarana Pemerintahan Desa, dialokasikan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan pelayanan publik, yang diprioritaskan kepada daerah pemekaran dan daerah tertinggal.

17. DAK Bidang Sarana dan Prasarana Kawasan Perbatasan, dialokasikan untuk mendukung kebijakan pembangunan kawasan perbatasan.

Dikutip dari situs web DPR, dalam APBN 2021, DAK dialokasikan sebesar Rp 196,42 triliun dengan rincian DAK fisik sebesar Rp 65,25 triliun dan DAK Non Fisik Rp 131,18 triliun. Dana tersebut disalurkan ke berbagai daerah.(detik)

Eka Gumilar Unggah Video Rizal Ramli Abaikan Prokes, "Sedang Provokasi Warga?"

Eka Gumilar Unggah Video Rizal Ramli Abaikan Prokes, "Sedang Provokasi Warga?"

CMBC Indonesia - Ketua Rekat Indonesia, Eka Gumilar mengunggah video mantan Menko Maritim Rizal Ramli yang tengah berorasi di hadapan warga Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Diketahui kegiatan tersebut dalam rangka Peringatan Hari Tani Nasional di Villa Bukit Sentul, Bojong Koneng, Jumat, 24 September 2021.

Kedatangan Rizal Ramli ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang merasa dirugikan investor yakni PT Sentul City.

Dalam video terlihat warga berkerumun mengabaikan prokes covid-19.

"Ini kerumunan bukan ya? 
Dengan abaikan prokes, orasi atas nama rakyat
Tapi tidak memberi contoh yang baik
Bisanya mengkritisi tapi koq gak bisa introspeksi", tulis Eka di akun twitternya @ekagumilars, Sabtu (25/9/2021).

Eka Gumilar juga menyatakan bahwa warga Bojong Koneng baik-baik saja, tidak ada yang perlu dibela-diperjuangkan sebagaimana pernyataan Rizal Ramli dalam orasinya.

Ia menduga Rizal Ramli tengah memanfaatkan isu konflik lahan warga dengan PT Sentul City untuk mencari simpati demi panggung 2024.

"Rakyat Bojong Koneng baik saja Bro
Perjuangkan rakyat yang punya vila-vila liar?

2024 sdh deket ya bung", sindirnya.

(*)

Ini Alasan Taliban Gantung Mayat Penculik di Afghanistan

Ini Alasan Taliban Gantung Mayat Penculik di Afghanistan


CMBC Indonesia - Taliban angkat suara usai menggantung mayat empat penculik kota Herat, Afghanistan. Tindakan itu dilakukan agar jadi pelajaran bahwa penculik dan pelaku kriminal tidak akan ditoleransi oleh Taliban.

Seperti dilansir AFP, Minggu (26/9/2021) Wakil Gubernur Provinsi Herat yang berada di bawah pimpinan Taliban, Mawlawi Shir Ahmad Muhajir mengatakan, mayat para pria itu dipamerkan di berbagai tempat umum pada hari yang sama dengan pembunuhan untuk memberi "pelajaran" bahwa penculikan tidak akan ditoleransi.

Dalam sejumlah gambar yang beredar di media sosial, tampak mayat berlumuran darah sambil digantung dengan derek di alun-alun kota. Sejumlah warga berkerumun untuk menyaksikan apa yang terjadi.


Video lainnya menunjukkan seorang pria digantung dari derek di Herat dengan tulisan di dadanya "Penculik akan dihukum seperti ini".

Muhajir menjelaskan bahwa pasukan keamanan Taliban diberitahu telah terjadi penculikan seorang pengusaha dan putranya pada Sabtu (26/9). Baku tembak antara pelaku penculikan dan Taliban tak terelakkan.

"Polisi menutup jalan keluar kota dan Taliban menghentikan orang-orang itu di sebuah pos pemeriksaan, di mana baku tembak terjadi", katanya.

"Akibat pertempuran beberapa menit, salah satu Mujahidin kami terluka dan keempat penculik tewas," kata Muhajir dalam sebuah rekaman pernyataan yang dikirim ke AFP.

"Kami adalah Imarah Islam. Tidak ada yang harus menyakiti bangsa kita. Tidak ada yang harus menculik," katanya dalam klip video tersebut.

Muhajir menambahkan bahwa sebelum insiden hari Sabtu telah terjadi penculikan lain di kota itu. Saat itu Taliban menyelamatkan seorang anak laki-laki.

"Satu penculik tewas dan tiga lainnya ditangkap," katanya, meskipun dalam kasus lain Taliban gagal dan para penculik dapat menghasilkan uang untuk tebusan.


"Kami sangat sedih karena selama kami di Herat, orang-orang kami diculik," kata Muhajir.

"Agar menjadi pelajaran bagi penculik lain untuk tidak menculik atau melecehkan siapa pun, kami menggantung mereka di alun-alun kota dan menjelaskan kepada semua orang bahwa siapa pun yang mencuri atau menculik atau melakukan tindakan apa pun terhadap akan dihukum."


Aksi gantung mayat di Herat jadi hukuman publik paling terkenal sejak Taliban berkuasa bulan lalu. Ini mengisyaratkan tanda bahwa kelompok garis keras Islam itu akan mengadopsi tindakan menakutkan yang serupa dengan pemerintahan mereka sebelumnya dari 1996 hingga 2001 lalu.(detik)

PDIP Ngotot Puan Maharani Capres, LSI Denny JA Beber Kendalanya

PDIP Ngotot Puan Maharani Capres, LSI Denny JA Beber Kendalanya

CMBC Indonesia -  Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan memang ada sejumlah nama sosok perempuan yang muncul di survei capres 2024.

Misalnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Secara peluang, dari nama-nama itu Mbak Puan masih lebih punya potensi karena melihat pertimbangan partai politik, beliau punya partai,” kata Adjie.

Kendati begitu, Adjie mengatakan elektabilitas semua tokoh perempuan yang ada belum signifikan untuk menjadi calon presiden, termasuk Puan.

Dalam survei Charta Politika 20-24 Maret 2021, elektabilitas Puan tercatat sebesar 1,2 persen dari hasil simulasi 12 nama.

Adapun dalam simulasi 17 nama survei Indikator Politik Indonesia periode 13-17 April 2021, elektabilitas Puan sebesar 2,9 persen.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto mengatakan elektabilitas Puan Maharani belum tinggi lantaran belum bergerak dan berkeliling ke daerah.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini beralasan, hingga saat ini belum ada satu pun restu dari Megawati Soekarnoputri ihwal siapa yang bakal maju di Pilpres 2024.

Sementara itu, Politikus PDIP Effendi Simbolon berkukuh menginginkan Puan Maharani untuk maju sebagai capres pada pemilihan presiden 2024.

Menurut dia, Puan sebagai capres merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Ya masa kita jadi orang nomor duanya jadi cawapres, belum wapres lagi, cawa masih calon lagi, itu kan kesannya kita kok tidak percaya diri bertanding, untuk apa, wong politik itu untuk berkuasa kok, ketika berkuasa baru kita menerapkan program untuk kepentingan rakyat,” ujar Effendi saat rilis survei Parameter Politik Indonesia, Sabtu 5 Juni 2021.

Sebagai putri dari Megawati, langkah Puan Maharani yang juga Ketua DPR itu untuk menjadi kandidat Pilpres 2024 terbuka lebar. Namun ada tantangan yang harus dihadapi yaitu elektabilitas. [fajar]

Komnas HAM Ingatkan Sikap Jokowi soal TWK KPK Pengaruhi Penilaian Dunia

Komnas HAM Ingatkan Sikap Jokowi soal TWK KPK Pengaruhi Penilaian Dunia


CMBC Indonesia - Komnas HAM buka-bukaan soal kecurigaan tentang narasi menyudutkan para pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) di media sosial. 

Komnas HAM juga menyebut sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap TWK bisa mempengaruhi penilaian dunia terhadap Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, dalam diskusi daring yang digelar LBH Pekanbaru, Sabtu (25/9/2021). Dalam video diskusi yang diunggah di kanal YouTube LBH Pekanbaru itu, Taufan awalnya bicara soal sikap Komnas HAM yang terus mengusut dugaan pelanggaran HAM terkait TWK.

Taufan mengatakan banyak pihak mempertanyakan kenapa Komnas HAM melanjutkan proses terhadap pengaduan para pegawai KPK yang tak lolos TWK meski ada gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA). Menurut Taufan, poin yang diusut pihaknya berbeda dengan gugatan di MA dan MK.

"Hasilnya juga tidak, bahkan menurut saya saling memperkuat saja. TWK oleh MK disebut sebagai sesuatu yang konstitusional. Komnas HAM juga tidak mengatakan apa-apa tentang itu," ucap Taufan.

"Kalau dibaca baik-baik dalam laporan kami, yang dilakukan Dinas Psikologi Angkatan Darat itu kami apresiasi. 

Walaupun, kami katakan, TWK yang dilaksanakan Dinas Psikologi Angkatan Darat itu sebetulnya instrumen untuk calon prajurit bukan untuk orang yang sudah bekerja belasan tahun dengan jabatan direktur, kabag dan segala macam," sambungnya.

Dia juga mengatakan undang-undang KPK mengatur soal alih status, bukan penerimaan pegawai. Dia juga mencontohkan soal sejumlah kasus alih status pegawai di lembaga lain seperti SKK Migas hingga Jiwasraya.

Taufan kemudian menjelaskan soal pelanggaran HAM yang ditemukan oleh Komnas HAM dalam pelaksanaan TWK KPK. Dia menilai salah satu masalah dalam TWK KPK itu adalah para asesor tidak memiliki standar hingga dasar hukum para asesor melakukan TWK terhadap para pegawai KPK.

"Kami nggak melihat yang mereka lakukan itu adalah bagian dari TWK. Makanya ada pertanyaan yang sama sekali tidak relevan, bahkan pertanyaan-pertanyaan yang tendensius, pertanyaan-pertanyaan yang cenderung merendahkan harkat martabat perempuan. Kan bukan itu TWK," tuturnya.

Taufan menyebut, dalam pemeriksaan yang dilakukan Komnas HAM, ada temuan soal upaya sistematis penyingkiran terhadap kelompok tertentu. Dia mengatakan Komnas HAM menilai hal itu sebagai penyalahgunaan kekuasaan.

"Kami melihat ada kecenderungan sistematis melakukan penyingkiran pada kelompok tertentu dengan membangun stigmatisasi," tuturnya.

Dia menegaskan yang diselidiki Komnas HAM adalah pelaksanaan TWK. Dia menyebut BKN tidak bisa menjelaskan dasar hukum menyatakan para pegawai KPK itu tak memenuhi syarat (TMS) sebagai ASN.

"Kami tanya, dasar hukum anda menyebut TMS dan MS itu apa? Gugup menjawabnya. Jujur saya katakan, mereka sulit menjawab itu. Sehingga mengatakan, oh ini ada peraturan Panglima, nah ini lebih ngaco lagi ketika peraturan Panglima TNI dijadikan dasar. 

Apa hubungannya gitu loh? Kemudian juga ternyata kita tanyakan mana peraturan Panglima TNI yang anda sebutkan, nggak bisa nunjukkan juga," tuturnya.

Taufan kemudian menyoroti soal narasi di media sosial yang menyebut 57 pegawai KPK tak lolos TWK ribut gara-gara masalah pekerjaan. Taufan mengaku sedih melihat narasi tersebut beredar.

Dia mengaku yakin para pegawai KPK tersebut tak akan kesulitan soal urusan pekerjaan. Dia pun mencurigai narasi itu dibuat secara sistematis.


"Kalau untuk cari selamat pribadi saja, saya yakin teman-teman ini orang profesional, bisa bekerja di berbagai sektor. Bukan hal sulit bagi mereka yang punya keterampilan macam-macam, ada yang punya keterampilan soal IT, perpajakan, ahli hukum, nggak sulit. 

Sangat tidak pantas, tidak sepatutnya, menyampaikan komentar seperti itu. Saya nggak tahu kenapa ada narasi-narasi yang menurut saya sistematik. Saya selalu nggak percaya itu alamiah. Saya selalu curiga itu. Belakangan ini saya lihat ada kecenderungan memainkan narasi yang orkestrasi narasi untuk menyerang kelompok yang tidak sepikiran," ucapnya.

Yakin Ada Langkah dari Presiden
Taufan juga mengaku yakin pihak Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memiliki langkah soal nasib para pegawai KPK yang tak lolos TWK ini. Meski demikian, dia mengatakan tak ada konsekuensi hukum jika Presiden tak mengambil langkah terkait polemik TWK ini.

Taufan hanya menyebut hal itu akan menjadi catatan di mata dunia. Menurutnya, jika tak ada tindakan terhadap para pegawai KPK tak lolos TWK itu, bisa saja pemerintah dianggap abai terhadap norma HAM.

"Jadi catatan bagi negara kita, bagaimana seorang presiden, dalam hal ini sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, kemudian bisa dinilai sebagai pengabaian norma-norma hak asasi manusia," tuturnya.

Taufan menilai hal itu bakal mempengaruhi penilaian internasional terhadap Indonesia dalam sektor HAM. Dia mengingatkan lembaga HAM internasional selalu memberi penilaian terhadap kepatuhan pemerintah terhadap norma-norma HAM.

"Kita juga jangan lupa, kita selalu diberi penilaian dari lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional yang biasa disebut sebagai penilaian terhadap derajat compliance-nya, derajat kepatuhan. Jadi derajat kepatuhan negeri kita atau negara kita terhadap hak asasi manusia itu akan berdampak bagaimana internasional menempatkan atau menilai Indonesia," ucapnya.(detik)

Dor! Seorang Ibu di Asahan Tertembak Senapan Anaknya Sendiri saat Kumpulkan Sawit

Dor! Seorang Ibu di Asahan Tertembak Senapan Anaknya Sendiri saat Kumpulkan Sawit

CMBC Indonesia - Nasib malang menimpa seorang ibu di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit usai tertembak oleh anaknya sendiri.

Insiden tertembaknya ibu itu terjadi di Perkebunan Kelapa Sawit, Dusun IV, Desa Alang Bonbon, Kecamatan Aek Kuasan, Jumat (24/9/2021) lalu.

Dalam kasus ini polisi mengamankan pria berinisial JS (40) yang merupakan anak kandung korban. Ia diamankan di Polsek Pulau Raja. Sedangkan sang ibu harus dirawat di rumah sakit.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH melalui Kapolsek Pulau Raja AKP Mara Lidang Harahap SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Pulau Raja IPDA Bambang Wahyudi SH, Sabtu (25/9/2021) membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan saat peristiwa terjadi pada hari Jumat sekira pukul 13.30 WIB, korban berinisial RM sedang mencari berondolan buah kelapa sawit di kebun dekat rumah mereka.

Pada saat korban mengumpulkan berondolan buah kelapa sawit, tiba-tiba korban mendengar bunyi suara seperti letusan tembakan senjata.

Di waktu yang bersamaan, korban merasa sakit pada punggung belakang sebelah kiri.

Kemudian korban meraba punggungnya dan melihat sudah mengeluarkan darah dan langsung lemas dan terjatuh telungkup ke tanah.

“Mendengar informasi tersebut, Kami langsung menuju Lokasi Tempat kejadian Perkara(TKP) kemudian Dua Jam setelah Kejadian kami berhasil mengamankan Pelaku JS dan barang bukti Berupa 1 Unit Senapan Angin ke Polsek Pulau Raja guna proses penyidikan,” jelas AKP Mara Lidang Harahap SH.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tambah Kapolsek, pelaku dikenakan Pasal 360 KUHPidana Yo Pasal 1 UU. Darurat No. 12 Thn 1951 tentang Senpi dan Handak dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Atas kejadian ini Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, mengimbau agar masyarakat yang memiliki senapan angin lebih berhati-hati dalam menggunakannya, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

“Seluruh pemilik senapan angin harus mengurus perizinan sesuai ketentuan, menggunakan senapan angin sesuai ketentuan, demikian pula dengan pemeliharaan dan penyimpanan juga harus benar,” ujar Kapolres Asahan.[suara]

Kisah Mistis Gibran 6 Hari Hilang di Gunung Guntur, Bertemu 5 Perempuan Baju Putih, Tak Alami Malam Hari

Kisah Mistis Gibran 6 Hari Hilang di Gunung Guntur, Bertemu 5 Perempuan Baju Putih, Tak Alami Malam Hari

CMBC Indonesia - M Gibran mengalami hal mistis selama hilang enam hari di Gunung Guntur Garut, Jabar. Tak pernah makan, Gibran selama enam hari itu juga tak mengalami malam hari.

Diketahui, pendaki anak-anak bernama M Gibran sempat hilang selama enam hari di Gunung Guntur Garut.

Pendaki yang masih berusia 14 tahun itu ditemukan tim SAR Gabungan.

Meski hilang enam hari, kondisinya selamat dan sehat wal afiat. Padahal selama hari hari itu Gibran tidak makan dan tidak minum.

Gibran menghilang misterius dalam proses pendakian di Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kisah bermula saat dia bersama 13 orang rekannya mendaki pada Sabtu (18/9).

Hari Sabtu, mereka tiba di kawasan Pos 3 sekira pukul 17.00 WIB. Karena sudah gelap, mereka memutuskan untuk bermalam di sana.

Keesokan harinya atau Minggu (19/9), rombongan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Namun, Gibran dikabarkan enggan ikut dan memilih bertahan di tenda.

Sekitar empat jam kemudian rombongan kemudian kembali ke Pos 3 dari puncak.

Mereka kaget saat Gibran tidak ada di tenda.

Sejak saat itu atau Minggu (19/9), Gibran menghilang hingga akhirnya ditemukan Jumat petang (24/9) oleh tim SAR gabungan du Curug Cikoneng.

Jaraknya hanya sekitar 750 meter dari dari Pos 3 atau tempat dia pertama hilang.

Kisah mistis ini disampaikan Gibran saat ditemui wartawan di Puskesmas Tarogong, Jumat (24/9) malam.

Usai ditemukan tim SAR, Gibran menjalani perawatan di Puskesmas Tarogong, Jumat (24/9) malam. Dia bercerita apa yang dialaminya saat menghilang lima hari di Gunung Guntur.

“Enggak merasa apa-apa. Biasa saja,” ucap Gibran mengawali perbincangan.

Gibran mengungkapkan, yang terakhir dia ingat, saat berada di dalam tenda itu ada yang berteriak memanggil namanya.

“Ada yang teriak panggil ‘Gibraaan…’. Nah saya ikuti, tapi jurang,” katanya.

Setelah itu, dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak bisa berbuat banyak, namun merasa tetap sadar.

Seingatnya waktu itu sempat berjumpa dengan lima sosok, terdiri satu lelaki dan lima perempuan. Mereka menawarkan makanan kepada anak pendaki tersebut.

“Seingat saya makanannya ikan, nasi. Tapi saya enggak makan, karena enggak kenal. Sosok yang perempuan pakai baju putih, terlihat sudah tua,” ucap Gibran.

Gibran mengaku selama lima hari hilang di Gunung Guntur itu tidak merasakan malam hari.

Selama lima itu, Gibran tak memicingkan mata atau tidur sedikitpun.

“Lima hari itu terang saja, nggak ada malam,” kata Gibran.

Ia sempat berupaya keluar dari tempat yang dilihatnya menyerupai tebing. Namun upayanya itu selalu gagal.

“Naik ke tebing, tapi jatuh,” ujar Gibran.[pojoksatu]

Wanti-wanti agar Pembakar Mimbar Masjid Tak Buru-buru Dicap Gangguan Jiwa

Wanti-wanti agar Pembakar Mimbar Masjid Tak Buru-buru Dicap Gangguan Jiwa


CMBC Indonesia - Kasus pembakaran mimbar di Masjid Raya Makassar bikin gempar masyarakat. 

Di tengah banyak sorotan, muncul wanti-wanti agar pembakar mimbar masjid itu tidak buru-buru disebut mengalami gangguan jiwa.

Wanti-wanti itu salah satunya datang dari Ustaz Das'ad Latif. Ia mengingatkan masyarakat tak berprasangka dalam kasus ini.

"Kita ini telah berprasangka 'pasti dituduh mi sede gila' (dituduh lagi gila)," ucap Ustaz Das'ad saat hadir dalam jumpa pers kasus ini di Polrestabes Makassar, Sabtu (25/9/2021).


Untuk diketahui, tanggapan ini diberikan setelah adanya pertanyaan yang diajukan wartawan terkait banyaknya anggapan yang mengatakan pelaku 'pasti' akan dianggap ODGJ.

Ustaz Das'ad pun mengatakan pihak kepolisian tentu tidak akan sembarangan mengatakan pelaku sebagai orang gila.

"Kita jangan men-judge, kita jangan mengambil keputusan sendiri tanpa menyerahkan kepada ahlinya," kata dia.

Das'ad juga mengapresiasi masyarakat Makassar yang tak terprovokasi oleh sejumlah isu beredar sehubungan dengan insiden pembakaran Masjid Raya Makassar. Dia mengaku hormat.

"Ini menunjukkan kematangan kita dalam mengikuti ini kasus, juga penghormatan kepada pihak kepolisian dengan segala kekurangan dan kelebihannya mampu mengungkap ini. Kita harap betul-betul kasus ini diungkap secara profesional dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya," lanjutnya.

Komentar Mahfud
Menko Polhukam Mahfud Md meminta pemeriksaan pembakaran mimbar masjid di Makassar dilakukan terbuka. Dia berharap polisi tak buru-buru menyatakan terduga pelaku gila.

"Pemeriksaan ini harus tuntas dan terbuka. Jangan terburu-buru memutuskan bahwa pelakunya orang gila seperti yang sudah-sudah," kata Mahfud dalam video yang diterima detikcom, Sabtu (25/9/2021).

Mahfud mencontohkan kasus penusukan terhadap almarhum Syekh Ali Jaber di Lampung. Mahfud mengatakan saat itu terduga pelaku disebut mengalami gangguan jiwa oleh keluarga. Namun pemerintah tak sependapat.


"Biarlah orang-orang yang sudah ditangkap ini diproses, dibawa ke pengadilan. Kalau ada keraguan apakah yang bersangkutan sakit jiwa atau tidak, itu biar hakim yang memutuskan. Dibawa saja ke pengadilan, biar terungkap kalau memang gila atau sakit jiwa pelakunya, biar pengadilan yang memutuskan," ucapnya.

Pemerintah, kata Mahfud, sudah memerintahkan polisi meningkatkan pengamanan. Dia meminta rumah ibadah serta tokoh agama dijaga demi mencegah hal tak diinginkan terjadi.

"Pemerintah juga tidak perlu ragu untuk melakukan tindakan, masyarakat pun tidak perlu segan untuk melaporkan jika mengalami sesuatu perundungan, ancaman atau bahkan mencurigai seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan sesuatu yang tidak baik, ingin melakukan sesuatu yang melanggar hukum, laporkan segera ke aparat keamanan setempat," ucap Mahfud.

Kronologi Pembakaran Mimbar
Sebelumnya diberitakan, mimbar masjid Raya Makassar yang terletak di area Kecamatan Bontoala, Makassar, itu dibakar pada Sabtu (25/9) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Selain mimbar, pelaku juga membakar sajadah dan api merembet hingga menghanguskan sejumlah Al-Qur'an.

Pelaku menggunakan penutup wajah saat beraksi. Pelaku juga sempat dikejar sekuriti masjid.

Pelaku ditangkap pada pukul 13.35 Wita atau tidak lama setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP di lokasi. Pelaku diamankan tak jauh dari lokasi Masjid Raya Makassar.

Setelah diinterogasi, ternyata pelaku yang berinisial KB itu mengaku sakit hati terhadap sekuriti dan pengurus masjid karena ditegur saat tidur di masjid sehingga ia nekat membakar mimbar.

Polisi menduga KB mengkonsumsi narkoba sebelum menjalankan aksinya. Penyidik sedang mendalami untuk memastikan lebih lanjut dugaan tersebut.

"Diduga pelaku sudah lama mengkonsumsi zat-zat berbahaya," ungkap Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana.

Kombes Witnu menyebut zat-zat berbahaya tersebut bisa saja berupa narkoba. Namun dia mengatakan penyidik butuh waktu untuk memastikan lebih lanjut.

"Ini juga akan kita lakukan pengembangan keterkaitan pelaku dengan para pengedar narkoba," lanjut Witnu.(detik)

Viral Video Garuk-garuk di Medsos, Ternyata Strategi Promosi Kasur

Viral Video Garuk-garuk di Medsos, Ternyata Strategi Promosi Kasur

CMBC Indonesia - Pada Rabu (22/9/2021), mendadak viral sebuah video garuk-garuk di beberapa akun sosial media, salah satunya akun instagram @wowfakta, @giladiskonn dan @ngakaksehat.

Video berdurasi 21 detik itu saat ini sudah ditonton lebih dari satu juta kali dan ada ratusan nitizen yang mengomentarinya.

Komentar-komentar nitizen pun beragam dalam menanggapi video tersebut seperti akun @fikanro berkomentar Semut, ulet bulu, jamur?, lalu ada akun @danixenon yang berkomentar Kena azab kaya di sinetron. Ada juga akun @andyharlin21_ yang menulis Lagi goyang Tiktok.

Tidak lama berselang, akun yang sama memposting video serupa dengan durasi lebih panjang pada Jumat (24/9/2021).

Teka-teki dari video ini pun langsung terkuak. Video ini merupakan strategi marketing untuk mempromosikan #AntiTungauChallenge yang diadakan oleh brand kasur busa bernama Royal Foam.

Fajri, Marketing Communication Royal Foam mengakui bahwa video itu adalah salah satu strategi marketing Royal Foam yang merupakan sebuah merek tempat tempat tidur.

"Ya, video itu kami yang buat untuk mengajak masyarakat hidup sehat dan kami mengajak masyarakat untuk mengikuti challenge yang kami buat," ujar Fajri dalam keterangan persnya, Minggu (26/9/2021).

Fajri menambahkan saat ini produsen kasur Royal Foam sedangn menyelenggarakan #AntiTungauChallenge dengan total hadiah mencapai Rp15 juta rupiah. Akan ada dua challenge yang diselenggarakan yakni challenge dangdut dan challenge komedi. Pada challenge dangdut, audiens diminta untuk berduet dengan via vallen via virtual dengan lirik yang sudah ditentukan.

Untuk challenge komedi, nitizen diminta menampilkan ekspresi akibat gigitan tungau dengan template audio yang sudah ditentukan. Video yang paling menarik tentunya akan menjadi pemenang.[suara]

Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Jumlah Suntikan Vaksin Covid-19 Terbanyak di Dunia

Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Jumlah Suntikan Vaksin Covid-19 Terbanyak di Dunia

CMBC Indonesia -  Indonesia telah mencapai target 40 persen pemberian dosis pertama dan 22,73 persen dosis kedua vaksin Covid-19 dari 208.265.720 sasaran vaksinasi di Indonesia. Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia ke dalam 10 besar negara dengan jumlah suntikan vaksinasi Covid-19 terbanyak di dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro, dalam keterangan persnya, Jumat (24/9/2021), di Kantor Presiden, Jakarta, yang ditayangkan langsung pada kanal YouTube Sekretariat Presiden.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, Indonesia sudah melampaui target 10 persen, bahkan sudah mencapai benchmark atau target 40 persen pemberian dosis pertama di minggu ini,” ujar dr. Reisa.

“Hal ini dimungkinkan karena pemerintah Indonesia dengan gencar menyediakan stok vaksin dan mendistribusikannya,” sambung Reisa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan target vaksinasi sebesar 10 persen populasi di setiap negara pada bulan September 2021, 40 persen populasi di setiap negara pada akhir 2021, dan 70 persen populasi dunia pada pertengahan tahun 2022.

Dr. Reisa mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, 43,9 persen populasi dunia telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Sebanyak 6,03 miliar dosis telah diberikan secara global, dan 28,15 juta vaksin telah disuntikan kepada penduduk dunia setiap harinya.

Reisa juga menjelaskan bahwa per 24 September 2021, pemerintah telah menerima lebih dari 273,6 juta dosis vaksin baik melalui jalur pembelian langsung, kerja sama global atau Covax Facility, dan hibah dari negara-negara sahabat.

“Dari Januari sampai dengan September 2021, pemerintah sudah menyalurkan lebih dari 179,8 juta dosis ke seluruh penjuru Indonesia,” jelas dr. Reisa.

Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru itu juga menekankan bahwa upaya pengendalian Covid-19, terutama vaksinasi Covid-19, bukan hanya mengenai angka belaka melainkan kerja keras banyak pihak.

“Dua ratus juta lebih dosis yang sudah datang ke Indonesia melalui 79 kedatangan sampai dengan Jumat (24/9/2021) pagi jam 10.00 WIB, adalah kerja keras dan gotong royong dari banyak orang,” tegas dr. Reisa.

Dr. Reisa pun mengajak masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin tanpa perlu menunggu untuk memilih vaksin. Hal tersebut dinilai sebagai cara untuk menghargai kerja keras semua pihak yang terlibat dalam upaya untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

“Vaksin yang terbaik adalah yang saat ini tersedia, tidak perlu menunggu untuk memilih-milih,” tandas dr. Reisa.[suara]

Sempat Takut Akan Harga Nasi Padang di Papua Mahal, Kontingen Sumbar: Rupanya Tak Mahal

Sempat Takut Akan Harga Nasi Padang di Papua Mahal, Kontingen Sumbar: Rupanya Tak Mahal

CMBC Indonesia - Ofisial kontingen PON Sumatera Barat (Sumbar) Jasman Hery menyebutkan harga nasi Padang di Jayapura, Papua tidak mahal dan hanya sedikit berbeda dengan harga di Ranah Minang.

"Tidak seperti yang dibayangkan, rupanya harga makan di rumah makan Padang tidak mahal. Standar saja," kata dia, Jumat (24/9), mengutip Antara.

Sebelum berangkat ke Papua, para kontingen khawatir soal besarnya biaya hidup di empat klaster yang menjadi lokasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Jasman mengakui ada informasi soal harga makanan yang tinggi bahkan satu kali makan di Bumi Cenderawasih bisa mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu.

"Memang ada harga satu kali makan nasi Padang mencapai Rp80 ribu sekali makan namun itu hanya di restoran ternama," katanya.

Namun saat beberapa ofisial kontingen Sumbar mencoba makan di salah satu rumah makan Padang di kawasan Abepura, Kota Jayapura, harga yang ditawarkan bisa dinilai masuk akal.

Ia merinci untuk makan perkedel kentang, cabai, sayur nangka dan daun singkong cuma Rp15 ribu. Jika ditambah lauk pauk seperti ikan atau ayam harganya sebesar Rp20 ribu.

"Paling mahal kalau makan pakai daging Randang Rp25 ribu dan untuk segelas kopi panas dipatok Rp5 ribu saja. Lumayan murah," katanya.
Sementara untuk makanan berat lain seperti pecel lele, bubur ayam dan nasi kuning harga yang ditawarkan pembeli masih normal yakni antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.

Di sisi lain, ofisial kontingen PON bidang humas dan dokumentasi kontingen Sumbar, Arief Kamil menyebut kalau provider internet di Jayapura terbilang mahal.

Menurut dia jaringan internet di Jayapura dan sekitarnya sangat memuaskan, namun hanya satu provider saja yang bisa eksis.

"Kemarin saya beli kartu perdana plus paket internet harganya lumayan mahal. Kartu dan paket internet 10 GB saya beli Rp110 ribu. Kalau di Padang tentu lebih murah," ujarnya. [indozone]

Kesehatan

Internasional

Celebrity

Regional

Hukrim

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved