Channel Media Berita Central Indonesia


Headline

Ekonomi & Bisnis

Politik

Peristiwa

Video

Sabtu, 19 Oktober 2019

Sehari Gencatan Senjata, Turki Kembali Lancarkan Operasi Militer Ke Suriah

Sehari Gencatan Senjata, Turki Kembali Lancarkan Operasi Militer Ke Suriah
BERITA TERKINI - Gencatan senjata antara Turki  dan Suriah tampaknya tidak ada artinya. Hanya berselang sehari setelah setuju melakukan gencatan senjta, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan peringatan akan melanjutkan operasi skala penuh terhadap pasukan Kurdi.

Kamis (17/10), Turki dan Pasukan Demokratik Kurdi Suriah (SDF) sepakat untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. Namun kemudian pada Jumat (18/10), Turki diketahui telah menyerang pasukan Kurdi lagi.

"Terlepas dari kesepakatan untuk menghentikan pertempuran, serangan udara dan artileri terus menargetkan posisi para pejuang, pemukiman sipil, dan rumah sakit di kota perbatasan Ras al-Ain," ujar Jurubicara SDF seperti yang dilandir dari Channel News Asia.

Dalam kesepakatan itu, Turki memberikan jeda lima hari untuk para pejuang Kurdi meninggalkan "zona aman". Namun Ergogan mengatakan para pejuang Kurdi tidak kunjung pergi.

"Jika janji itu ditepati hingga Selasa malam (22/10), masalah zona aman akan diselesaikan. Jika  gagal, operasinya akan dimulai di menit 120 jam setelah kesepakatan  berakhir," ujar Erdogan kepada wartawan pada saat itu.

Sebuah kelompok pemantau perang, Observatorium Suriah untuk hak asasi manusia (HAM) mengatakan, 14 warga sipil terbunuh oleh serangan udara Turki dan tembakan mortir SDF di dan sekitar desa Bab al-Kheir.

Menanggapi pertempuran yang tidak berhenti meski ada gencatan senjata, Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua pihak sebenarnya masih "ada niat baik dan peluang yang sangat bagus untuk sukses".

Sementara itu, seorang pejabat senior Pentagon mengatakan pasukan AS akan melakukan pengintaian udara di zona aman dengan tujuan untuk mengawasi penjara yang menahan pejuang Negara Islam (ISIS).(rmol)

Tantangan Ketua MPR Untuk Jokowi-Maruf Di 100 Hari Pertama Kerja

Tantangan Ketua MPR Untuk Jokowi-Maruf Di 100 Hari Pertama Kerja
BERITA TERKINI - Baru akan dilantik pada Minggu (20/10), Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo-Ma'ruf Amin ditantang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen di 100 hari pertama kerja.

Tantangan itu diutarakan oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet usai menghadiri gladi bersih acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Ruang Rapat Paripurna 1, Gedung MPR, Jakarta pada Sabtu (19/10).

Bamsoet berharap, dalam 100 hari pertama kerja sebagai presiden dan wakil presiden, Jokowi-Maruf bisa menaikan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik.


"Ya kita berharap pertumbuhan ekonomi bisa sesuai dengan target dan harapan kita, bisa diatas 5 persen," kata Bamsoet.

"Rasanya kedepan dengan adanya Pak Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden berkombinasi dengan pasangan nasionalis dan agamis maka kita harapkan pertentangan ideologi kedepan sudah tidak ada lagi dan kita anggap selesai, kedepan kita saatnya bersatu membangun bangsa," harapnya.(rmol)

Golkar: Airlangga Hartarto Dan Agus Gumiwang Akan Bantu Jokowi Lagi Di Kabinet

Golkar: Airlangga Hartarto Dan Agus Gumiwang Akan Bantu Jokowi Lagi Di Kabinet
BERITA TERKINI - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto diyakini akan kembali menghiasi Kabinet Kerja jilid II presiden Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.


Selain Airlangga, nama calon menteri dari Partai Golkar lainnya yakni Agus Gumiwang yang di periode pertama menjabat Menteri Sosial (Mensos). 

"Sejauh ini dua nama (Airlangga dan Agus), insya Allah," kata Ketua DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadziliy kepada wartawan seusai mengisi diskusi Polemik MNC Trijaya, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

Ace menuturkan, dua nama tersebut dinilai cakap dan terbukti hasil kinerjanya sebagai pembantu presiden (Menteri) di periode pertama presiden Jokowi.

"Ya yang jelas bahwa Pak Airlangga sebagai Ketua Umum jelas ya, Pak Agus Gumilang karena jelas beliau selama ini sudah menunjukkan kinerjanya sebagai Menteri Sosial," kata Ace.

Politisi asal Banten ini menjelaskan, kemungkinan ada nama-nama lain yang bakal mengisi pos kementerian di periode kedua Jokowi-Maruf nanti, itu tergantung keputusan Airlangga selaku Ketua Umum Golkar.

"Kalau yang lain, kita serahkan pada Pak Airlangga," ujar Ace.

Lebih jauh, soal disetujui atau tidaknya kader-kader potensial yang dimiliki Golkar untuk mengisi komposisi kabinet, sepenuhnya hak prerogratif Presiden Jokowi.

Tetapi kalau soal kabinet, kita kembalikan lagi ke pak Jokowi. Karena itu adalah ranahnya pak Jokowi," demikian Ace. (Rmol)

PPP Prediksi Pengumuman Kabinet Jokowi Akan Molor

PPP Prediksi Pengumuman Kabinet Jokowi Akan Molor
BERITA TERKINI - Komposisi kabinet Kerja Jilid II presiden Joko Widodo (Jokowi) sedianya akan diumumkan dua hari pasca pelantikan presiden Minggu (20/10). Waktu tersebut mengacu pada periode sebelumnya.

Namun demikian, untuk periode kedua kepemimpinan Jokowi, pengumuman kabinet akan molor dalam beberapa hari.

Begitu kata Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10).


"Kalau 2014 kan setelah pelantikan 2 hari kalau enggak salah. Nah ini saya kira antara 1-3 hari setelah pelantikan lah," kata Arsul.

Arsul yang juga Sekjen PPP ini mengatakan bahwa nama-nama menteri atau pembantu presiden memang diumumkan setelah pelantikan. Dia membantah alasan komposisi kabinet diumumkan pasca pelantikan lantaran alot.

"Enggak ada alot, cuma kan saya kira memang banyak hal karena ada berbeda dengan 2014. Kalau 2014 kan pak Jokowi baru pertama kalau ini kan beliau sudah presiden dapat begitu banyak masukan," ujar Arsul.

Lebih lanjut, Arsul mengaku partai politik masih gencar melakukan komunikasi politik lintas parpol termasuk dengan presiden terpilih untuk menentukan pos-pos strategis kementerian di Kabinet Jilid II Jokowi-Maruf.

"Yang jelas parpol komunikasi berjalan terus. Tetapi kan kalau ada satu pos misalnya ada yang usul non parpol ada yang kemudian katakanlah parpol yang pengen punya aspirasi disitu kan itu tidak satu, itu kan hal yang sama-sama harus dipertimbangkan begitu," demikian Arsul.(rmol)

Tinggalkan RSPAD Lewat Pintu Belakang, Wiranto Hadiri Acara Perpisahan Dengan Pegawainya

Tinggalkan RSPAD Lewat Pintu Belakang, Wiranto Hadiri Acara Perpisahan Dengan Pegawainya
BERITA TERKINI - Menko Polhukam Wiranto hari ini Sabtu siang (19/10) keluar dari RSPAD Gatot Soebroto menuju ke Kantor Kemenko Polhukam, jalan Medan Merdeka Barat. Dia menghadiri acara silaturahmi dan perpisahan dengan seluruh keluarga besar Kemenko Polhukam.

Wiranto keluar dari RSPAD sekitar pukul 13.00 WIB. Dia langsung mengendarai mobil menuju Kantor Kemenko Polhukam.

"Terus terang saya membolos dari rumah sakit untuk bertemu keluarga besar Kemenko Polhukam dalam rangka melaksanakan silaturahim pengakhiran tugas," kata Wiranto,  di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, jakarta Pusat, Sabtu (19/10).


Wiranto keluar dari pintu belakang gedung paviliuan tempat dirinya dirawat selama 2 minggu terakhir.

Diketahui, Pada Kamis (10/10), Wiranto mengalami insiden penusukan di Menes, Pandeglang, Banten usai meresmikan sebuah gedung di Universitas Mathlaul Anwar.

Polisi telah menangkap dua pelaku penusukan, yaitu Syahrial Alam alias Abu Rara (31) dan Fitri Andriana (21). Kepala BIN Budi Gunawan menegaskan dua pelaku tersebut berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Saat itu juga, Wiranto langsung diterbangkan ke Jakarta dan menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto hingga saat ini. (Rmol)

Dukun Ritual Amankan Pelantikan Jokowi, MUI: Klenik Dilarang oleh Agama

Dukun Ritual Amankan Pelantikan Jokowi, MUI: Klenik Dilarang oleh Agama
BERITA TERKINI -  Video seorang pria yang bernama Ki Sabdo melakukan ritual pengerahan jin untuk mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma'ruf Amin viral. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan perbuatan yang menjurus klenik dilarang oleh agama.

"MUI sendiri tidak merekomendasikan praktik ritual seperti itu karena menjurus pada perbuatan klenik yang dilarang oleh agama," kata Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid Sa'adi kepada wartawan, Sabtu (19/10/2019).

Zainut mengatakan, MUI mengajak semua pihak untuk tidak menjadikan hal itu sebagai polemik yang menguras energi. Menurutnya ritual yang dilakukan Ki Sabdo di DPR itu hanya inisiatif pribadi.

"Boleh jadi hanya inisiatif orang perorang yang tidak ada kaitannya dengan rencana agenda kegiatan MPR. Pihak Pimpinan MPR dan Kesekjenan juga sudah membantah hal tersebut. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan," ucap Zainut.

"MUI meyakini untuk pengamanan kegiatan pelantikan Presiden besok, pihak keamanan pasti sudah memiliki standard operasional prosedur (SOP) yang sudah digariskan oleh negara," sambungnya.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan seorang pria mengaku bernama Ki Sabdo tengah melakukan ritual di Gedung Nusantara V DPR RI viral di media sosial. Ki Sabdo mengaku tengah melakukan 'geladi bersih' untuk mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin yang akan digelar pada 20 Oktober mendatang, dengan memanggil bangsa jin.

"Apa yang saya lihat memang harus ada pengawalan secara spiritual. Ini yang saya taruh di sini ini komplit sudah. Mulai Nyai Roro Kidul, Nyi Blorong, jin kayangan dan yang lain-lain. Jadi mantap sudah. Pak Jokowi pasti dilantik, nggak ada halangan. Nanti yang menghalangi ya itu urusannya Ratu Selatan, urusan saya, saya yang beresin," ujar Ki Sabdo dalam video tersebut. [dt]

Tifatul Sembiring: Kenapa UAS Terus Dilarang? Apakah Sikap Ini Dilatari Islamphobia?

Tifatul Sembiring: Kenapa UAS Terus Dilarang? Apakah Sikap Ini Dilatari Islamphobia?


BERITA TERKINI - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring merasa heran karena masih saja ada pihak yang menolak dan melarang ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS). Padahl, menurutnya tidak ada yang salah dengan ceramah-ceramah agama yang disampaikan UAS. 

Lagi pula, lanjutnya, jika ada yang tidak setuju dengan isi ceramah UAS, bisa diselesaikan melalui diskusi secara sehat dan tak perlu dilarang. Kata Tifatul, pelarangan dakwah ulama dalam sejarah Indonesia, hanya dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Kenapa UAS harus terus dilarang. Jika tak setuju, klarifikasi dan berdiskusilah secara sehat. Apakah sikap ini dilatari islamphobia? Dan dalam sejarah NKRI, hanya PKI yang begitu keras menentang dan mempersekusi para Ulama," tutur Tifatul di twitter, Jumat (18/10/2019).

Ia pun mengunggah video-video ceramah UAS dan meminta pihak yang kerap melarangnya untuk menyimak pesan-pesan yang disampaikan UAS dalam ceramahnya. 

"Ini Ceramah UAS yang dilarang di UGM lalu dapat ganti di UII. Sialakan cek isinya, terutama bagi mereka yang menolak atau meminta UAS instropeksi," ujarnya.

"Inilah indahnya diskusi yang sehat yang kedepankan nurani. Bukan larang Ulama berdakwah di sana-sini," tambahnya. 
Seperti diketahui, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menolak kegiatan kuliah umum yang akan diisi oleh UAS. Kegiatan tersebut sedianya akan dilaksanakan di Masjid Kampus UGM pada Sabtu (12/10/2019). Pihak UGM beralasan penolakan cermah UAS demi menjaga keselarasan kegiatan akademik dan kegiatan nonakademik dengan jati diri UGM. (ak)

Prediksi Kabinet Jokowi: Ada Bambang Brodjonegoro, Viktor Laiskodat Hingga Prabowo

Prediksi Kabinet Jokowi: Ada Bambang Brodjonegoro, Viktor Laiskodat Hingga Prabowo


BERITA TERKINI - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari memprediksi nama-nama menteri di kabinet Jokowi periode 2019-2024. Menurut Qodari, sejumlah petahana masih masuk ke dewan pemerintahan di periode kedua Jokowi.

Qodari pun menyebut nama Basuki Hadimuljono, Retno Marsudi, Sofyan Djalil dan Bambang Brodjonegoro. Dia beranggapan nama itu memiliki kinerja baik selama menjabat menteri di periode pertama pemerintahan Jokowi.

Khusus Bambang Brodjonegoro, Qodari yakin akan dipertahankan sebagai Menteri Bappenas. Sebab, Bambang memiliki cetak biru pemindahan ibu kota.

"Basuki masih di dalam, kemudian Retno Marsudi di Menlu, kemudian Sofyan Djalil, kemudian Bambang Brodjonegoro karena dia Menteri Bappenas. Dia (Bambang Brodjonegoro) yang punya blue print pemindahan ibu kota, jadi kalau diganti akan terjadi ketidaksinambungan," timpal dia.

Selain nama tadi, Qodari memprediksi Ryamizard Ryacudu dan Budi Gunawan akan masuk jajaran kebinet pemerintahan Jokowi. Namun, dia tidak merinci pos menteri yang tepat bagi Ryamizard dan Budi Gunawan. "Itu (kabinet) nanti ada Ryamizard dan Budi Gunawan," timpal dia.

Nama lainnya yang menurut Qodari bakal menjabat menteri yakni berasal dari kalangan partai. Seperti Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, politikus Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita dan politikus Nasdem Viktor Laiskodat.

Bahkan, Qodari menyebut dua partai yakni Gerindra dan Demokrat mendapat jatah menempatkan kadernya sebagai menteri. "Dari Gerindra itu Prabowo (Subianto) dan Edhy Prabowo, kalau Demokrat saya belum bisa simpulkan," ungkap dia. (nn)

Analis Geopolitik: Hubungan Mesra Prabowo-Megawati Jadikan Jokowi-Maruf sebagai Presiden Bayangan

Analis Geopolitik: Hubungan Mesra Prabowo-Megawati Jadikan Jokowi-Maruf sebagai Presiden Bayangan


BERITA TERKINI - Analis geopolitik Hendrajit menilai mesranya hubungan Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri secara tidak langsung akan menjadikan Jokowi- Ma'ruf Amin  sekadar presiden dan wakil presiden bayangan semata. 

Menurut dia, secara dejure, presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 adalah Megawati dan Prabowo.

Jokowi, dikatakan Hendrajit, dalam hal ini berpotensi hanya akan menjadi eksekutor untuk agenda Mega-Pro (Megawati- Prabowo) 2009. Maka tentu, jika Jokowi menerima hal tersebut, kendali sepenuhnya akan berada ditangan kedua tokoh tersebut.

Namun demikian, jika Jokowi punya keberanian menolak, akan ada resistensi yang cukup keras dan dilematis bagi pemerintahan Jokowi kedepannya. Sikap Jokowi dalam hal ini bisa dilihat setelah pelantikannya pada 20 Oktober 2019 mendatang.

"Tapi sampai sekarang kita lihat, Jokowi ngikut aja tuh," kata Hendrajit dalam diskusi di Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (18/10/2019).

Ia mengatakan, terkait baik atau tidaknya keadaan politik itu, tergantung apakah agenda politik Mega-Pro 2009 pro-rakyat atau tidak. 

Lebih lanjut Hendrajit menilai  hubungan Megawati dan Prabowo yang kembali baik ini justru tidak akan berdampak baik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lima tahun mendatang.     

Menurut Hendarjit, lantaran Megawati memiliki sifat yang terbilang konsisten, ia ingin menjadikan pemerintahan Jokowi di periode 2019-2024 menjadi momentum besar untuk merealisasikan perjanjian Batu Tulis yang dulu pernah terjalin pada 2009. "Megawati ingin agar pemerintahan Jokowi dapat aman sentosa," sambungnya.   

Apalagi, lanjut dia, melihat tensi politik yang sudah amat mencemaskan. Kemudian ditambah lagi elektabilitas Partai Gerindra dan ketokohan Prabowo semakin tinggi.        

"Mau tidak mau Megawati memang harus menggandeng Prabowo untuk mengamankan posisi PDIP pada Pemilu 2024," ucap Hendrajit. 

Ia menambahkan, berdasarkan analisanya, mengapa hal tersebut baru direalisasikan Megawati saat ini, karena dalam Pilpres 2014 Megawati ingin meraih kekuasaan terlebih dahulu. Saat itu Megawati lebih melihat figur Jokowi tepat untuk meraih kekuasaan lantaran elektabilitasnya yang lebih tinggi dibandingkan Prabowo.

"Jadi sebanrnya Megawati itu belum ingkar janji. Dia hanya ingin melihat di momen apa perjanjian Batu Tulis dapat dibayarkan. Megawati itu sosok yang konsisten kalau kita lihat dari sikapnya sejak dulu," tegasnya.

Jadi peluang besar Partai Gerindra masuk ke koalisi pemerintah Jokowi-Ma'ruf lantaran politik balas budi Megawati Soekarnoputri atas Prabowo Subianto. (ak)

Hingga Sore Ini Ketumnya Belum Diajak Jokowi Bahas Menteri, PPP Ngaku Pasrah

Hingga Sore Ini Ketumnya Belum Diajak Jokowi Bahas Menteri, PPP Ngaku Pasrah
BERITA TERKINI - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku pasrah berapapun jatah menteri yang diberikan oleh presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pada Kabinet Kerja Jilid II nanti.

Sebab, hingga saat ini Ketua Umum PPP Suharso Monarfa belum diajak komunikasi untuk membahas komposisi kabinet oleh presiden Jokowi.

"Kalau PPP memang posisinya itu kita serahkan sajalah. Kita sudah tidak ambil pusing lagi, mau dapat berapa dan mau posnya apa. Kita ini bahkan kalau ditanya sampai dengan sore ini Ketum PPP belum ketemu secara langsung sama presiden," tutur Sekjen PPP Arsul kepada wartawan di Gedung DPR RI, Sabtu (19/10).

Kendati begitu, Arsul mengaku pihaknya terbilang sering melakukan komunikasi dengan Presiden Jokowi. Hanya saja, tidak pernah membahas soal komposisi kabinet.

"Tapi bukan berarti tidak ada komunikasi gitu. Kita sering komunikasi, kita komunikasi dengan Pak jokowi ya tapi enggak pernah ngobrol soal kabinet. Kita ngomongnya soal UU KPK saja," kata Arsul.
Lebih lanjut, Arsul menegaskan, hingga saat ini semua partai politik masih dalam posisi menunggu keputusan final dari presiden terpilih Jokowi selaku pemegang hak prerogratif untuk menentukan komposisi kabinet atau menteri.

"Kalau soal kabinet ini posisi partai-partai itu kan memang posisi menunggu. Karena partai memahami memang itu hak preogratif presiden," pungkasnya.(rmol)

62 Orang Meninggal Dalam Ledakan Bom Di Masjid Afghanistan

62 Orang Meninggal Dalam Ledakan Bom Di Masjid Afghanistan
BERITA TERKINI - Afganistan kembali bergelok pasca adanya ledakan. Ledakan tersebut menargetkan sebuah masjid di Provinsi Nangarhar.

Setidaknya 62 orang meninggal dan 36 orang lainnya terluka ketika bom meledak di masjid saat para jamaah sedang melaksanakan ibadah salat Jumat (18/10).

Atap masjid runtuh dalam serangan yang menurut pemerintah dilakukan oleh Taliban.


"Baik pria dewasa maupun anak-anak tewas dan terluka dalam serangan itu," ujar Jurubicara Gubernur Provinsi Nangarhar, Attahullah Khogyani.

Sementara itu, dalam akun Twitternya, Jurubicara Presiden Afganistan Ashraf Ghani, Sediq Sediqqi mewakili pemerintah mengutuk serangan bunuh diri tersebut.

"Taliban dan mitra mereka melakukan kejahatan keji, terus menargetkan warga sipil pada waktu ibadah," tambahnya.

Meski pemerintah menyalahkan Taliban, namun kelompok militan tersebut belum memberikan konfirmasinya.

Jurubicara Departemen Kesehatan Masyarakat, Zahir Adil mengatakan 23 orang yang terluka dipindahkan ke ibukota provinsi, Jalalabad dan sisanya dirawat di klinik distrik Haskamena.

Menanggapi serangan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sangat mengutuk serangan tersebut. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Direktur Amnesty International yang juga mengatakan serangan tersebut telah melanggar hukum  humaniter internasional.

Serangan ini menjadi serangan yang paling banyak memakan korban dalam 18 tahun terakhir. (Rmol)

Rumah Ma'ruf Amin Dijaga Ketat oleh Aparat Jelang Pelantikan, Hanya Tamu Penting yang Boleh Masuk

Rumah Ma'ruf Amin Dijaga Ketat oleh Aparat Jelang Pelantikan, Hanya Tamu Penting yang Boleh Masuk
BERITA TERKINI - Rumah Wakil Presiden terpilih Maruf Amin dijaga ketat jelang pelantikannya dengan presiden pada Minggu (20/10/2019).

Rumah yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat tersebut dijaga oleh aparat seperti paspampres, polisi, dan polisi militer.

Pantauan Kompas.com dari pukul 09.00-09.45, Sabtu (19/10/2019) rumah Maruf sudah dijaga lebih dari 10 orang aparat.

Aparat keamanan juga membuat area steril di sekitar rumah Ma'ruf dengan jarak radius sekitar 50-80 meter.

Terdapat pula satu mobil anoa TNI di dekat pos penjagaan.

Sesekali aparat keamanan juga berkeliling di area sekitar rumah Ma'ruf.

Salah satu aparat menyatakan, area steril dan tidak bisa dimasuki wartawan.

"Tidak bisa mas, hanya tamu penting," ujar aparat tersebut ketika ditanyai Kompas.com.

Ada pun warga yang rumahnya berdekatan di dekat rumah Ma'ruf tetap bisa masuk area steril tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kegiatan atau aktivitas yang dilakukan Ma'ruf.

Diketahui, Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilantik pada Minggu (20/10) di gedung DPR/MPR.

Dalam rangka pengamanan pelantikan, ada 30.000 personel yang disiagakan.

Tokoh yang diamankan terdiri dari presiden-wapres beserta keluarganya, kepala negara, kepala pemerintahan, tamu dari luar negeri, dan utusan khusus.[tn]

Twit Prabowo Jelang Pelantikan Jokowi-M'aruf, Apa Isinya?

Twit Prabowo Jelang Pelantikan Jokowi-M'aruf, Apa Isinya?
BERITA TERKINI - Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019 yang dimenangkan oleh pasangan Jokowi-Maruf Amin, konstelasi politik di Tanah Air dengan cepat berubah seiring kepentingan masing-masing pihak.

Bahkan ada kabar jika rival Jokowi saat Pilpres lalu, Prabowo Subianto dikabarkan akan ikut dalam gerbong pemerintahan Jokowi. Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Prabowo, sejumlah spekulasi pun ramai jadi perbincangan.

Pro dan kontra terkait kabar bergabungnya Gerindra dan Prabowo ke pemerintahan Jokowi memang belum terjawab. Namun, dalam cuitannya di Twitter, pada Kamis, 18 Oktober 2019, Prabowo menerima semua masukan dan kritikan dari para sahabat.

“Seperti pepatah tiongkok, seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Saya berharap komunikasi kita akan terus terjalin melalui media sosial ini. Masukan dari para sahabat ataupun kritikan dari para sahabat selalu menjadi hal yang saya tunggu untuk dibaca,” tulis Prabowo dalam akun twitternya @prabowo.


Sebelumnya keakraban antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi terlihat di Istana Merdeka siang tadi.

Prabowo yang mengenakan kemeja lengan panjang putih datang ke Istana Merdeka, Jumat, 11 Oktober 2019 sekitar pukul 14.00 WIB didampingi oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhy Prabowo. Prabowo disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Praktikno saat memasuki ruang Credential.

Usai pertemuan, Prabowo mengatakan bahwa Gerindra siap membantu jika dibutuhkan. Gerindra, kata dia, selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, sehingga setelah bertarung secara politik, demi kepentingan nasional, mereka harus bersatu.

"Kalau kami diperlukan, kami siap membantu. Kami akan beri gagasan yang optimis Indonesia bisa tumbuh double digit dan bangkit cepat. Kami siap membantu kalau dibutuhkan," katanya, dikutip dari tvOne.

Jika tak masuk dalam kabinet, dia menegaskan, Gerindra akan tetap loyal. Gerindra akan menjadi penyeimbang.[vv]

PKS Pilih Oposisi Bukan Karena Tidak Dilirik Jokowi

PKS Pilih Oposisi Bukan Karena Tidak Dilirik Jokowi
BERITA TERKINI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah salah satu alasan memilih untuk berada di luar pemerintahan (oposisi), lantaran tidak diajak oleh Presiden Joko Widodo bergabung dalam Kabinet Kerja jilid II.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, Presiden PKS M. Sohibul Iman pernah diminta Presiden Jokowi ke Istana. Hanya saja, PKS tetap memilih oposisi.

"Yang itu sangat mungkin (tawaran). Tetapi kemaren Pak Sohibul menyampaikan, Pak Prarikno (Setneg) menyampaikan nanti sore Pak Jokowi minta ketemu dengan pimpinan partai," kata Mardani dalam acara diskusi publik Polemik bertajuk "Teka-Teki Menteri dan Koalisi" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

Mardani menyambut baik itikad Presiden Jokowi yang ingin merangkul semua partai politik agar mensukseskan kabinet lima tahun mendatang.

"Pak Jokowi baik memang, niatnya merangkul semuanya," tutur Mardani.

Menurut Mardani, tawaran serupa pernah dilakukan pada tahun 2015. Hanya saja pertemuan itu dilakukan pasca Jokowi dilantik pada tahun 2014.

Kita ketemu, kebetulan saya diajak oleh Pak Sohibul Iman. Ketika ketemu Pak Jokowi di Istana, nuwun sewu Pak Jokowi, kami memilih di luar pemerintahan," kata Mardani menirukan Sohibul.

"Intinya malah baik Pak Jokowi enggak usah ngajak PKS. Kami insyaAllah istiqomah oposisi," imbuh anggota DPR ini menambahkan.(rmol)

Golkar: Menteri Ekonomi Harus Yang Paham Nawacita

Golkar: Menteri Ekonomi Harus Yang Paham Nawacita
BERITA TERKINI - Partai Golkar berharap Presiden Joko Widodo tidak salah memilih calon pembantunya. Para menteri yang ditunjuk harus mengerti betul visi misi Nawacita.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadziliy dalam acara diskusi publik Polemik bertajuk "Teka-teki Menteri dan Koalisi" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

"Tentu harapannya bahwa pembantu beliau orang yang ngerti terhadap visi misi Jokowi yang disampaikan di Pilpres 2019. Misalnya Nawacita jilid II," kata Ace.

Anggota DPR ini kemudian mencontohkan salah satu pos kementerian yang harus diisi oleh orang yang mumpuni di bidangnya untuk bisa menghadapi tantangan Indonesia ke depan.

"Harapannya kami inginkan figur tersebut sesuai dengan kebutuhan yang ada, misalnya tantangan ekonomi," ujar Ace.

Kendati begitu, Golkar tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi yang mempunyai hak prerogratif untuk menentukan susunan kabinet.

"Golkar dari awal menyerahkan sepenuhnya ke Presiden," ucap Ace.

Golkar, lanjut Ace, akan selalu mensupport apapun hasil pilihan Presiden Jokowi nantinya.

Kami enggak dalam kapasitas menawarkan diri. Jika diminta Golkar berikan nama terbaik," tutupnya.

Selain Ace, hadir sejumlah narasumber lain. Yaitu, politisi PDI Perjuangan Andreas Pariera, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, pengamat politik Hendri Satrio, dan pengamat politik M. Qodari. (Rmol)

Pelantikan Harusnya Disambut Suka Cita, Bukan Dengan Pengerahan Puluhan Ribu Aparat

Pelantikan Harusnya Disambut Suka Cita, Bukan Dengan Pengerahan Puluhan Ribu Aparat
BERITA TERKINI - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo-Maruf Amin seharusnya disambut dengan bangga dan suka cita oleh rakyat Indonesia.

Namun, kebanggaan tersebut berubah menjadi rasa takut lantaran sebanyak 30 ribu aparat gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan pelantikan pada 20 Oktober 2019.

Banyaknya jumlah aparat keamanan menimbulkan banyak kritikan dari berbagai kalangan yang menilai pelantikan seperti rasa ketakutan terhadap rakyatnya sendiri.

Seperti Jurubicara Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosidae. Bahkan, Andre


Jurubicara Fraksi Partai Gerindra DPR RI Andre Rosidae memberikan kritikan berupa sindiran. Menurutnya, pelantikan presiden harus menjadi momen suka cita yang harus dirasakan oleh semua pihak.

"Kalau berhasil dan warganya makmur, harusnya pelantikan 'kades' disambut suka cita," kata Andre di akun Twitter @andre_rosiade, Sabtu (19/10).

Sehingga, momen kebanggaan rasa suka cita tersebut seharusnya tidak dihadapi oleh puluhan ribu aparat keamanan bersenjata lengkap dengan kendaraan taktis yang canggih.

"Bukan dengan pengerahan ratusan hansip. He..he..he. Bahkan ada dukun segala," sindir Andre lagi. (Rmol)

Politisi Nasdem Semprot Rocky Gerung: Anda Lebih Dungu dari Jokowi!

Politisi Nasdem Semprot Rocky Gerung: Anda Lebih Dungu dari Jokowi!
BERITA TERKINI - Baru-baru ini terjadi debat dalam acara Dua Sisi di tvOne dengan tema 'Jika Oposisi Seranjang dengan Pemerintah'. Acara itu menghadirkan narasumber Irma Suryani Chaniago dari Partai Nasdem, Arief Poyuono dari Gerindra, Rocky Gerung serta Fahri Hamzah.

Debat mulai memanas ketika mereka membahas ‘jatah menteri’ untuk Gerindra dan Nasdem. Arief Poyuono blak-blakan mengakui Gerindra meminta jatah tiga menteri, salah satunya Menteri Pertanian karena concern pada ketahanan pangan.

Kemudian pembahasan beralih pada Nasdem, “Inilah, ya. Nasdem itu dari awal, dari 2014 mendukung Jokowi tanpa syarat dan mahar. Kita terserah Pak Presiden, dia mau kasih dua, tiga, empat...Mau enggak dikasih pun, kalau itu keputusan Presiden, kita terima,” ucap Irma.

Irma mengaku ikhlas jika Presiden memutuskan tidak ada menteri dari Nasdem. Ia mengklaim Nasdem enggak akan mengemis ke Jokowi, dan hal itu enggak akan menjadikan partainya sebagai oposisi. “Tapi apakah setelah itu kita akan jadi oposisi seperti harapannya bung Rocky? Oh no!,” kata Irma sambil mengarahkan jarinya pada Rocky Gerung.

Rocky membalas perkataan Irma, “Yang saya minta oposisi itu Gerindra, Nasdem saya minta konsisten, yaitu menolak Gerindra, kan begitu.” Rocky melanjutkan, ingin ada pedoman etis dalam politik. Rocky menilai yang terjadi selama ini sangat tidak etis.

Irma menimpali kalau selama ini Gerindra tidak etis dan Rocky mendukung mereka. Hal itu dibantah oleh Rocky, kalau dia tidak mendukung Gerindra, ia mendukung pemikirannya sendiri. Tapi Irma masih kekeuh mengatakan Rocky mendukung Gerindra, bukan dirinya sendiri.

“Saya mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi karena saya enggak setuju Jokowi versus Prabowo. Jadi dari awal, posisi etis saya adalah tidak terhadap dua ini karena enggak cukup untuk demokrasi. Itu poin pertama, maka saya beroposisi pada Jokowi dengan dasar membatalkan kedunguan. Prabowo beroposisi untuk mendapatkan kekuasaan. Lain motifnya, jadi saya enggak mendukung Gerindra. Saya dari awal enggak ingin dua-duanya,” kata Rocky.

Pernyataan Rocky soal dungu ternyata memantik emosi Irma. “Anda berbicara, Anda beroposisi karena kedunguan. Memangnya Anda pikir Anda lebih pintar dari Jokowi? Anda jauh lebih dungu dari orang paling dungu di Indonesia!" kata Irma sambil menunjuk Rocky.

Melihat suasana makin panas, pembawa acara berusaha menengahi Irma dan Rocky. Sementara Fahri Hamzah terlihat tertawa mendengar perdebatan keduanya.  "Saya mau baca doa dulu nih," ujar Fahri.



[vv]

Masjid di Afghanistan Dibom Saat Salat Jumat, Puluhan Orang Tewas

Masjid di Afghanistan Dibom Saat Salat Jumat, Puluhan Orang Tewas
BERITA TERKINI - Sedikitnya 62 orang tewas dan puluhan lainnya cedera akibat ledakan bom saat salat Jumat di sebuah masjid di Afghanistan.

Kekuatan ledakan pada insiden di Provinsi Nangarhar itu menghancurkan atap masjid, sebut sejumlah saksi mata. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi, mengatakan kepada BBC bahwa ledakan itu menewaskan 62 orang dan mencederai 36 lainnya. Seluruhnya adalah jemaah yang sedang menunaikan salat Jumat.

Adapun masjid itu terletak di Distrik Haska Mina, sekitar 50 kilometer dari ibu kota provinsi, Jalalabad.

Para saksi mata mengaku mendengar suara ledakan yang dahsyat, disusul atap masjid ambruk.

Seorang korban cedera dibawa ke rumah sakit setelah ledakan menghantam sebuah masjid. - Reuters

Berdasarkan laman berita Afghanistan, Tolo News , diyakini sejumlah peledak digunakan.

"Kejadian itu menyayat hati, saya menyaksikannya dengan mata sendiri," kata tetua suku, Malik Mohammadi Gul Shinwari, kepada kantor berita Reuters.

Perwira polisi setempat, Tezab Khan, menyebutkan dirinya mendengar suara khotbah Mullah namun "suaranya tiba-tiba dibungkam dengan ledakan".

"Ketika saya tiba di lokasi kejadian, orang-orang mencoba mengeluarkan jenazah dan korban luka yang tertimpa atap masjid," tambahnya.

Sohrab Qaderi, anggota dewan provinsi di Nangarhar, mengingatkan jumlah korban dapat bertambah mengingat orang-orang "sedang berupaya mengeluarkan jenazah dari reruntuhan".

Belum jelas pelaku pengeboman ini. Taliban membantah mereka bertanggung jawab.

Baik Taliban maupun kelompok ISIS diketahui aktif di kawasan itu.

- BBC

Ledakan itu terjadi sehari setelah PBB mengatakan jumlah korban kematian warga sipil di Afghanistan pada musim panas ini mencapai taraf yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut PBB, sebanyak 1.174 orang tewas antara Juli dan September, periode kuartal paling mematikan sejak PBB melakukan pencatatan 10 tahun lalu.

Data PBB juga mengungkap bahwa korban tewas sejak Januari adalah perempuan dan anak-anak.

Pasukan antipemerintah, kata PBB, merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kematian warga sipil sejak permulaan 2019.

Sementara itu, kajian BBC yang berupaya mendokumentasikan setiap pembunuhan pada Agustus menemukan seperlima korban tewas adalah warga sipil

Riset BBC, yang menggunakan metodologi berbeda dengan PBB, juga menemukan bahwa selalu ada orang yang tewas akibat konflik setiap hari pada Agustus. Jumlah ini mencakup milisi, prajurit, dan warga sipil.[vv]

Nasir Djamil: Presiden Jokowi Sudah Lama Ingin Bertemu PKS

Nasir Djamil: Presiden Jokowi Sudah Lama Ingin Bertemu PKS
BERITA TERKINI - Presiden Joko Widodo sudah sejak lama ingin bertemu dengan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelum dirinya dilantik dan menyusun komposisi kabinet.

Demikian disampaikan politisi PKS Nasir Djamil dalam diskusi Populi Center bertajuk "Politik Jelang Pelantikan",di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

"Sebenarnya sudah agak lama Presiden ingin bertemu. Ada keinginan merangkul PKS masuk barisan pemerinah," ujar anggota DPR ini.

Kendati demikian, sambung Djamil, suasana kebatinan internal PKS memang meninginkan partai yang berbasis dakwah itu tetap berada di luar pemerintahan.

Meskipun, tambah dia, sikap resmi PKS ini belum diputuskan lantaran masih menunggu rekomendasi dari Majelis Syuro PKS.

"Sikap resmi belum keluar menunggu Mejelis Syuro di akhir 2019," ujarnya.

Pada sisi lain, PKS enggan mengabulkan permintaan Jokowi untuk melakukan pertemuan, salah satunya ingin menjaga etika dan sopan santun politik.

Jika PKS bertemu Jokowi, lanjut Djamil, partai-partai koalisi Jokowi-Maruf pasti kepikiran.

"Dan juga kalau (PKS) bertemu (Jokowi) publik ada masalah baru. Dan tentu parpol koalasi akan kepikiran," tutupnya.(rmol)

Belakangan Ini Fadli Zon Tak Ada di Sisi Prabowo, Ada Apa?

Belakangan Ini Fadli Zon Tak Ada di Sisi Prabowo, Ada Apa?
BERITA TERKINI - Perayaan hari kelahiran Prabowo Subianto ke-68 di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) malam berlangsung meriah. Dari dalam rumah sayup terdengar suara Melly Goeslaw melantunkan sejumlah lagu. Karangan bunga dalam berbagai bentuk tak henti-hentinya mengalir ke rumah megah bercat putih milik keluarga Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Tetamu pun silih berganti datang. Keluarga, pejabat, pengusaha, seniman, sampai tokoh-tokoh politik. Diantaranya Ketua Dewan Pertimbangan Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra Edhy Prabowo, Waketum Sufmi Dasco Ahmad, dan sejumlah politikus Gerindra lainnya.

Menurut Dasco, para pengurus Gerindra setiap tanggal 17 Oktober punya kebiasaan berkumpul di Kertanegara untuk merayakan syukuran. "Ada sedikit kumpul-kumpul ala kadarnya untuk berdoa semoga kesehatan beliau bertambah baik dan segala sesuatunya berjalan lancar," katanya.

Namun ada yang tak biasa kali ini. Fadli Zon yang biasanya berada di dekat Prabowo tidak terlihat sosoknya di Kartanegara. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut hanya memberikan ucapan selamat ulang tahun lewat akun twiternya @fadlizon.

"Selamat Ulang Tahun P @prabowo. Semoga selalu diberi kesehatan, Panjang umur, sukses. Selalu setia pada cita-cita bangsa dan berpihak pada kepentingan rakyat. Salam Indonesia Raya @Gerindra," demikian cuitan Fadli Zon.

Rumor dari internal Partai Gerindra menyebutkan, mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu sedang tidak nyaman dengan nasib dirinya di Gerindra yang tidak menentu. Misalnya setelah tak lagi menjabat wakil ketua DPR, dirinya tak mendapatkan posisi yang jelas sampai saat ini.

Saat Prabowo menyambangi sejumlah ketua umum partai politik koalisi pendukung pemerintahan Jokowi, pria berdarah Minangkabau itu pun tidak pernah tampak mendampingi. Hanya Edhy Prabowo, Sufmi Dasco Ahmad, serta Ahmad Muzani yang terlihat saat Prabowo melakukan safari ke lawan politik mereka di Pilpres 2019.

"Dia mungkin lagi tidak happy saja. Soalnya kan dia selama ini paling keras kritik Jokowi tapi belakangan partai malah mendekat ke sana (Jokowi). Apalagi sekarang kan sudah tidak punya jabatan di DPR," ujar sumber dari internal Gerindra tersebut pada detikcom.

Belakangan, nama Fadli sempat dihembuskan jadi salah satu menteri yang diusung Gerindra, selain Edhy Prabowo. Namun kabar tersebut justru dianggap tak masuk akal oleh sejumlah petinggi parpol pendukung Jokowi. "Saya juga bingung termasuk, saya sorry ya, kalau Fadli Zon jadi menteri itu saya bingung juga," kata Sekjen PPP Arsul Sani, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Menurut Arsul, selama ini Fadli dianggap sosok yang selalu melontarkan kritikan keras kepada Jokowi. Tak hanya soal kebijakan pemerintah, kritikan salah satu pendiri Partai Gerindra itu sudah mengarah ke pribadi Jokowi. "Bingungnya bagaimana? Ya Karena kritiknya dia kan terhadap Pak Jokowi bukan hanya soal kebijakan, tapi personal gitu loh," katanya.

Menanggapi kabar kekecewaan Fadli Zon yang tidak lagi menjabat wakil ketua DPR dan tertutup peluangnya jadi menteri, Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman membantah. Menurut Habiburokhman, koleganya saat ini justru sedang senang karena saat Rapimnas Gerindra beberapa hari lalu diberi penghargaan berupa sebilah keris sebagai hadiah menjadi salah satu kader terbaik.

"Fadli Zon justru sedang happy karena diberi keris oleh Pak Prabowo dan puisi-puisi yang selama ini dilontarkan ke publik juga dipuji Prabowo," kata Habiburokhman usai menghadiri acara syukuran ulang tahun Prabowo di Jalan Kertanegara.

Namun saat ditanya kenapa Fadli, politisi yang juga kolektor keris itu justru tidak datang pada acara syukuran Prabowo, Habiburokhman mengaku tidak tahu. "Kalau itu (kenapa tidak datang). Gue nggak tahu," ujar Habiburokhman sambil ngeloyor ke mobil Jeep Rubicon miliknya.

Analis politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan hubungan Fadli dengan Prabowo punya sejarah yang panjang. Karena itu, menurut Arya sepertinya Fadli masih jadi salah satu pengurus Partai Gerindra kepercayaan Prabowo.

Namun kontestasi kader-kader Gerindra untuk jadi orang yang paling dekat dengan Prabowo juga cukup tinggi. Apalagi dengan kembali masuknya Sandiaga Uno ke posisi yang dulu ditinggalkannya karena mencalonkan diri menjadi wakil presiden.

"Pertarungannya antar Waketum ada Arief Puyouno, Sufmi Dasco, ada Sekjen, Edhy Prabowo dan Fadli Zon. Kemudian Sandiaga. Memang mereka bersaing juga untuk mendapatkan kepercayaan Prabowo," ujar Arya.[dtk]

Kesehatan

Internasional

Celebrity

Regional

Hukrim

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved