Channel Media Berita Central Indonesia

Headline

Ekonomi & Bisnis

Politik

Peristiwa

Video

Jumat, 10 Juli 2020

Aset Negara Hampir Rp11.000 Triliun, Kemenkeu: Tak Akan Digadai Bayar Utang

Aset Negara Hampir Rp11.000 Triliun, Kemenkeu: Tak Akan Digadai Bayar Utang
CMBC Indonesia - Pemerintah saat ini memiliki aset negara sebesar Rp10.467,53 triliun usai dilakukan revaluasi aset sejak 2018. Total aset itu jauh melampaui nilai utang pemerintah yang hingga Mei 2020 sebesar Rp5.258,57 triliun atau 32,09 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski hanya dua kali lipat dari jumlah utang yang ada, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata memastikan pemerintah tidak akan menggunakan cara jual aset demi menutupi seluruh utang pemerintah yang ada tersebut. 

"Kalau kita mau serahkan aset kita ya bisa (lunas), tapi kan kita enggak mau jual aset begitu saja ke orang lain. Jadi kita harus pakai metode atau teknik lain," ujarnya saat diskusi secara virtual, Jumat, 10 Juli 2020. 

Meski begitu, dia mengatakan, pemerintah bisa menjadikan aset-aset tersebut sebagai dasar atau underlying untuk menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) atau obligasi pemerintah lainnya. Dengan itu pemerintah bisa dengan baik menerbitkan sukuk.

"Jadi, dengan kita punya aset ini, dengan underlying ini, kita bisa menerbitkan sukuk negara. Karena aset kita sudah semakin banyak, kalau kita mau, potensi nerbitin sukuk makin besar," ungkapnya.

Di sisi lain, dia melanjutkan, pemerintah juga bisa melakukan pemanfaatan aset yang lebih optimal agar bisa lebih menghasilkan pendapatan negara. Salah satunya dengan memberikan kewenangan pengelolaan aset negara kepada pihak lain yang pendapatannya dari kelolaan itu bisa diterima negara. 

"Tapi yang jelas, kita tidak akan jual aset kita untuk nutupi itu. Kita cari jalan untuk manfaatkan aset itu untuk bayar kebutuhan di masa datang dan itu bisa kita lakukan dengan beberapa mekanisme," ujar Isa.

Sebagai informasi, usai melakukan revaluasi aset sejak 2018 dan setelah diaudit BPK dengan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), DJKN mencatat aset negara saat ini mencapai Rp10.467,53 triliun, naik hingga 65 persen sebelum direvaluasi sebesar Rp6.325,28 triliun. []

Karyawan Metro TV Tewas Ditikam, Mayatnya Ditemukan di Pinggir Jalan Tol JORR W2

Karyawan Metro TV Tewas Ditikam, Mayatnya Ditemukan di Pinggir Jalan Tol JORR W2
CMBC Indonesia - Nasib naas dialami seorang karyawan MetroTV bernama Yodi Prabowo.

Pria berusia 26 tahun itu ditemukan tewas tergeletak di sisi jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2), Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2020) pukul 11.00 WIB.

Penemuan tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto bermula dari sejumlah anak-anak di sekitar lokasi kejadian.

Pihaknya kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan ditemukan sejumlah fakta.

Korban ditemukan masih mengenakan jaket berwarna hijau lumut, celana jeans warna hitam, tas selempang, sepatu outdoor, dan helm warna hitam dalam keadaan terpelungkup.

Korban dipastikannya tewas dibunuh.

Hal tersebut terlihat dari sejumlah luka tusukan pada bagian perut dan dada.

Warga Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan itu diperkirakannya dibuang usai dieksekusi di sekitar kejadian.

Sebab diketahui sepeda motor korban sebelumnya diamankan anggota Polsek Pesanggrahan pada Rabu (8/7/2020) lalu.

"Untuk dari Hasil identifikasi sementara korban ditemukan luka tusukan dari lebih dari satu di bagian dada atasnya diduga korban pembunuhan," ungkap AKBP Irwan dihubungi pada Jumat (10/7/2020).

Lebih lanjut dipaparkannya, pihaknya telah menguhuhbungi pihak keluarga.

Kabar duka tersebut dibalas dengan pihak keluarga yang menyebutkan korban sudah tidak pulang ke rumah selama tiga hari belakangan.

“Ya betul sudah tiga hari,” katanya.

Terkait kasus pembunuhan tersebut, pihaknya kemudian mengirim jenazah korban ke Rumah Sakit Pusat Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diotopsi.

Bersamaan dengan hal tersebut, pihaknya mengamankan sebilah pisau dengan gagang berwarna hitam yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Kasus masih kita dalami, belum diketahui apakah termasuk alat kejahatan atau tidak. mengenai motifnya juga begitu," jelasnya. []

Sebut PKI Anti-Agama, Ketua Anas Siap Mati Demi Bela Tauhid

Sebut PKI Anti-Agama, Ketua Anas Siap Mati Demi Bela Tauhid
CMBC Indonesia - Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (Anas), Athian Ali menilai, tidak ada orang ataupun kelompok yang antiagama kecuali PKI. Untuk itu, Athian menegaskan, dirinya siap mati untuk membela Islam.

Hal itu disampaikan Athian Ali saat berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Aksi tersebut dalam rangka menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

“Tidak ada orang yang antiagama, anti-Islam, kecuali PKI. Mereka sempat larang kalimat tauhid, bahkan membakar bendera Tauhid. Saya, Athian Ali, siap mati membela Tauhid,” ucap Athian, dalam orasinya, Jumat (10/7).

“Kita tidak akan membiarkan orang-orang PKI hidup di dunia. Allah telah menolong kita, membuka mata kita dengan RUU HIP ini,” tambahnya.

Athian juga meminta kepada pemerintah untuk bisa tegas dalam mengambil sikap tentang kejelasan RUU HIP ini.

“Lewat mimbar ini, kami menyerukan kepada pemerintah, kami tidak lagi menghendaki RUU HIP ini ditunda. Tapi kami minta dicabut,” tegas Athian.

Selain itu, dirinya juga meminta aktor di balik RUU HIP ini harus diungkap.

“Kami juga meminta inisiator RUU HIP untuk segera ditangkap dan dihukum dengan serius. Agar kami percaya bahwa pemerintah pun antikomunitas. Jika tidak, jangan salahkan kami kalau kami yang melakukannya,” ucap Athian.

Ia juga meminta Jokowi untuk memastikan setiap partai politik benar-benar bersih dan bebas dari orang-orang PKI.

“Kami juga menuntut kepada pemerintah agar setiap partai mencantumkan Pancasila. Kalau tidak ada partai yang mencatumkan, kami tuntut untuk dibubarkan,” pintanya.

“Orang-orang PKI itu wujudnya manusia, tapi hati mereka lebih iblis dari iblis,” tandas Athian. []

Dian Permata: Menteri Yang Punya Target Di 2024 Paling Takut Direshuffle

Dian Permata: Menteri Yang Punya Target Di 2024 Paling Takut Direshuffle
CMBC Indonesia - Para menteri seperti sedang berlomba tampil di publik untuk menunjukkan bahwa mereka punya terobosan dan prestasi pasca Presiden Joko Widodo marah dalam Sidang Kabinet Paripurna 18 Juni lalu.

Hal itu diduga karena Presiden Jokowi turut menyampaikan ancaman reshuffle kabinet dalam kemarahannya. Sementara naluri alamiah para menteri adalah takut dicopot dari jabatan yang diemban.

"Naluri menteri memang takut direshuffle. Itu alamiah. Karena tradisi menteri gagal di kabinet belum jadi budaya di politik Indonesia," ucap peneliti Insititut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/7).

Fenomena para menteri unjuk gigi, kata Dian, dapat dilihat beberapa hari belakangan ini. Misalnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang berencana akan memproduksi massal kalung yang diklaim sebagai anti virus corona.

Kemudian, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly Hamonangan yang baru-baru ini melakukan ekstradisi terhadap buronan pembobol Bank BNI yang buron sejak 2003 lalu. Aksi ini dianggap sebagai cara untuk menutupi kebobolan mendeteksi buronan Djoko Tjandra dan Harun Masiku.

Tidak hanya itu, Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Erick Thohir juga ikut berlomba. Salah satunya dengan mengklaim telah menemukan 53 kasus korupsi di tubuh BUMN.

Namun demikian, Dian Permata melihat bahwa menteri yang paling takut dirombak adalah mereka yang berniat maju di Pilpres 2024 mendatang.

"Menteri yang paling takut ialah jika menteri-menteri punya rencana target di 2024. Karena dasar itulah, mereka akrobat untuk membuat sesuatu untuk meyakinkan publik dan presiden bahwa dia punya produk yang bisa diandalkan. Sisi lainnya, produk itu sebagai alat bargaining agar tidak terkena reshuffle," pungkas Dian. (Rmol)

Sebut PKI Anti-Agama, Ketua Anas Siap Mati Demi Bela Tauhid

Sebut PKI Anti-Agama, Ketua Anas Siap Mati Demi Bela Tauhid
CMBC Indonesia - Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (Anas), Athian Ali menilai, tidak ada orang ataupun kelompok yang antiagama kecuali PKI. Untuk itu, Athian menegaskan, dirinya siap mati untuk membela Islam.

Hal itu disampaikan Athian Ali saat berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Aksi tersebut dalam rangka menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

“Tidak ada orang yang antiagama, anti-Islam, kecuali PKI. Mereka sempat larang kalimat tauhid, bahkan membakar bendera Tauhid. Saya, Athian Ali, siap mati membela Tauhid,” ucap Athian, dalam orasinya, Jumat (10/7).

“Kita tidak akan membiarkan orang-orang PKI hidup di dunia. Allah telah menolong kita, membuka mata kita dengan RUU HIP ini,” tambahnya.

Athian juga meminta kepada pemerintah untuk bisa tegas dalam mengambil sikap tentang kejelasan RUU HIP ini.

“Lewat mimbar ini, kami menyerukan kepada pemerintah, kami tidak lagi menghendaki RUU HIP ini ditunda. Tapi kami minta dicabut,” tegas Athian, dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Selain itu, dirinya juga meminta aktor di balik RUU HIP ini harus diungkap.

“Kami juga meminta inisiator RUU HIP untuk segera ditangkap dan dihukum dengan serius. Agar kami percaya bahwa pemerintah pun antikomunitas. Jika tidak, jangan salahkan kami kalau kami yang melakukannya,” ucap Athian.

Ia juga meminta Jokowi untuk memastikan setiap partai politik benar-benar bersih dan bebas dari orang-orang PKI.

“Kami juga menuntut kepada pemerintah agar setiap partai mencantumkan Pancasila. Kalau tidak ada partai yang mencatumkan, kami tuntut untuk dibubarkan,” pintanya.

Orang-orang PKI itu wujudnya manusia, tapi hati mereka lebih iblis dari iblis,” tandas Athian. (Rmol)

GNPF Ulama: Putusan MA, Pengalihan Isu Atau Amunisi Baru?

GNPF Ulama: Putusan MA, Pengalihan Isu Atau Amunisi Baru?
CMBC Indonesia - Putusan Mahkamah Agung atas gugatan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri dkk, turut dikomentari Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama.

Sekretaris Jenderal GNPF Ulama, Edy Mulyadi mengatakan, hasil gugatan dari uji materil Peraturan Komisi Pemiliham Umum (PKPU) 5/2019 tentang penetapan capres-cawapres terpilih Pilpres 2019 itu, paling tidak menjadi amunisi bagi masyarakat untuk melawan rezim kali ini.

"Dengan adanya keputusan MA, rakyat seperti mendapat amunisi dan energi baru untuk mendelegitimasi rezim yang kini berkuasa," ujar Edy Mulyadi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/7).

Namun di sisi lain, Edy Mulyadi berpendapat bahwa telatnya putusan MA ini diupload ke website dan tiba-tiba menjadi kehebohan baru, mengindikasikan adanya pengalihan isu dari kebobrokan yang dilakukan pemerintah.

"Kegagalan pemerintah mengatasi Covid-19, terpuruknya perekonomian negara, kian beratnya kehidupan rakyat karena naiknya harga-harga dan iuran ini-itu, korupsi gila-gilaan, bancakan dan hancurnya BUMN, serta tentu saja diajukannya RUU HIP, adalah sebagian contoh kegagalan pemerintah," ungkapnya.

Jika keputusan MA yang baru dibuka ke publik ini benar untuk mengalihkan isu-isu, maka Edy Mulyadi meminta pemerintah untuk bersiap menghadapi rakyat. Terutama, jika tetiba Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) disahkan.

"So, apa dan bagaimana selanjutnya? Yang pasti MUI sudah menyatakan, jika pembahasan RUU HIP dilanjutkan, maka mandat terakhir diserahkan kepada rakyat. Hati-hati!" tegas Edy Mulyadi, yang juga wartawan senior ini. (Rmol)

Motif Karyawan Telkomsel Lakukan Pembobolan Data karena Dibully Pendukung Denny Siregar

Motif Karyawan Telkomsel Lakukan Pembobolan Data karena Dibully Pendukung Denny Siregar
CMBC Indonesia - Polisi menangkap pelaku pembobolan data pribadi Denny Siregar. Kepada polisi, tersangka FPH mengaku melakukan pembobolan data karena pernah di-bully pendukung Denny.

"Motifnya itu yang bersangkutan tidak menyukai DS karena pernah di-bully akun medsos pendukung DS, ini yang kita dapat dari tersangka," kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020).

Selain itu tersangka juga mengaku simpati pada akun Twitter @opposite6890. Tersangka akhirnya mengirim foto data pribadi Denny Siregar ke akun tersebut.

"Yang bersangkutan secara pribadi simpati dengan akun opposite tersebut," ucapnya.

Tersangka merupakan karyawan outsourcing di GraPARI Telkomsel Rungkut Surabaya. Dia memiliki akses membuka data pribadi pelanggan.

"Tersangka adalah karyawan outsourcing daripada GraPARI Rungkut Surabaya jadi dari karena dia outsourcing dan bertugas sebagai customer service dia mempunyai akses terbatas atas data pribadi pelanggan," kata Reinhard.

Sebelumnya, Polisi menangkap pelaku pembobolan data pribadi milik Denny Siregar. Tersangka FPH (27) ditangkap di Surabaya.

"Kemarin pada 9 Juli 2020 telah melakukan penangkapan pelaku di daerah Rungkut Surabaya," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiono di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). []

Jokowi Mungkin Menguji Prabowo Jadi Leading Food Estate karena Sering Bicara Kedaulatan Pangan Saat Pilpres

Jokowi Mungkin Menguji Prabowo Jadi <i>Leading Food Estate</i> karena Sering Bicara Kedaulatan Pangan Saat Pilpres
CMBC Indonesia -  Penunjukan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebagai leading sector ketahanan pangan disinyalir berkenaan dengan narasi yang kerap dibangun saat kontestasi Pilpres 2019 silam.

Saat itu, Prabowo sebagai calon presiden saat berhadapan dengan Jokowi kerap berbicara soal kedaulatan pangan.

“Mungkin ini tugas khusus yang diberikan sambil menguji kinerja Pak Prabowo, mengingat Pak Prabowo senantiasa berbicara mengenai kedaulatan pangan,” kata pimpinan Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/7).

Ia pun menyayangkan penunjukan tersebut lantaran sejatinya persoalan ketahanan pangan dipegang oleh Kementerian Pertanian.

“Baiknya, tugas ini memang dilimpahkan ke Kementerian Pertanian, karena infrastruktur dan birokrasi terkait adanya di sana sehingga lebih efektif, tidak muter-muter lagi,” katanya.

Kendati demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada presiden dalam menunjuk siapa saja yang menjadi leading sector food estate yang berada di Kalimantan Tengah tersebut.

“Kalau sudah diputuskan menjadi tugas Menhan, ya kita dukung dan lihat bagaimana nanti jalannya,” tutupnya. []

Kuli Bangunan yang Dianiaya Polisi Alami Trauma dan Dirawat di RS

Kuli Bangunan yang Dianiaya Polisi Alami Trauma dan Dirawat di RS
CMBC Indonesia - Sarpan (57) saksi kasus pembunuhan yang diduga dianiaya personel polisi di Mapolsek Percut Sei Tuan, Medan, mengalami trauma berat. Saat ini kuli bangunan masih menjalani perawatan di rumah sakit.  

“Berangsur-angsur proses pemulihannya, Alhamdulillah (membaik). Cuma matanya itu, masih pelan-pelan sudah mulai terbuka, memang butuh proses, selain proses pemulihan ini (fisik). Juga pemulihan mental dan trauma,” ujar Kuasa Hukum Sarpan, Muhammad Sa’i kepada kumparan, Jum’at (10/7). 

Selain trauma yang dialami Sarpan, kata Sa’i, pihak keluarga juga mengalami trauma dengan keadaan yang dialami Sarpan. 

“Makanya saya selalu jenguk, saya kasih perhatian, semangat gitu dia,” ujar Sa'i. 

Langkah hukum diserahkan kepada Polrestabes Medan
Mengenai langkah hukum ke depan, Sa’i mengatakan menyerahkan seluruhnya kepada polisi, sejauh ini dari informasi yang didapatnya sejumlah polisi yang diduga melakukan penganiayaan telah menjalani hukuman disiplin, dan Kapolsek Percut Sei Tuan telah dicopot. 

“Lalu mengenai sanksi pidana, kita serahkan kepada polisi dalam hal ini bapak Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko,” ujarnya   

Sa’i menjelaskan berdasarkan penuturan kliennya, kasus ini bermula saat Sarpan menjadi saksi kasus pembunuhan, Dodi Kurniawan (41), rekannya kerja bangunan yang tewas dibunuh  dibunuh anak pemilik rumah tempatnya bekerja di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (2/7). 

"Dia (Sarpan) dibawa dalam keadaan sehat, disaksikan Kepling dijemput dari rumah, dia pun koperatif. Setelah sampai di Polsek keluarga tidak dapat kabar penangkapan, nggak ada, sehingga keluarga merasa cemas dan resah," ujar Sa’i 

"Setelah itu, istrinya terkejut melihat luka lebam yang ada di mata suaminya, termasuk di leher, saat menjenguknya di (Polsek), dia lalu melaporkan ke warga kejadian itu. Pada Senin (6/7), hingga terjadi aksi (unjuk rasa) di Percut Sei Tuan," ujarnya. 

Meski begitu Sai mengapresiasi langkah Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang mengambil sikap mencopot Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Otneil Siahaan, dia berharap kasus ini diproses dengan sebenar-benarnya. 

"Proses (hukum) masih harus ditindaklanjuti, kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih  sebesar-besarnya atas tindakan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko," ujar Sa’i. []

Rizal Ramli Sebut Soekarno dan Soeharto Pemimpin Hebat, Ada Juga Pemimpin Gagap yang Gak Doyan Baca

Rizal Ramli Sebut Soekarno dan Soeharto Pemimpin Hebat, Ada Juga Pemimpin Gagap yang Gak Doyan Baca
CMBC Indonesia - Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan pemimpin-pemimpin hebat biasanya dikeliling penasihat-penasihat pintar.

Dia menyebut pemimpin-pemimpin itu seperti mantan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy, Presiden Pertama RI Soekarno, dan Presiden Kedua RI Soeharto.

"Pemimpin2 Hebat biasanya dikelilingi penasehat2 pintar &hebat. John F. Kennedy, Bung Karno, Soeharto dsb," twit Rizal di akun Twitter @RamliRizal dilihat Jumat (10/7).

Dia menjelaskan bahwa John F Kennedy waktu kuliah biasa-biasa saja, tetapi advisor-advisor-nya top.

Namun, kata Rizal, ada pula pemimpin yang merasa hebat padahal malas membaca.

"Ada pimpinan yg merasa ‘hebat’, padahal males baca, advisor2 hanya hadiah pernah bantu. Ya jadinya gagap, apalagi krisis," kata Rizal tanpa menyebut nama.

Ia menambahkan mantan Presiden AS Richard Nixon jago politik dan masalah dalam negeri Amerika, tetapi buta politik luar negeri.

Menurutnya, Nixon sampai mengemis tiga kali meminta Henry Kissinger untuk bergabung.

"Ternyata legacy Nixon terbesar, selain WaterGate, adalah politik luar negeri, termasuk ketemu Mao dan mendorong Cina buka diri..," twit mantan menteri di era Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid dan periode pertama kepemimpinan Presiden Ketujuh RI Joko Widodo itu.

Ia menambahkah bahwa Soeharto, seorang jenderal teruji tetapi tahu diri lemah di bidang ekonomi dan sosial.

Lantas Soeharto memilih Prof Widjojo Nitisastro dan kawan-kawan untuk membantu dalam bidang ekonomi.

Kemudian, Prof Selo Soemarjan dan Prof Koentjoroningrat untuk memberi nasihat di bidang sosiologi dan antropologi.

Lalu Rizal menyatakan ada pemimpin yang tidak suka membaca dan dikelilingi penasihat ABS.

"Ada yg ndak doyan baca, dikitari ABS & KKN, ya gagap, ambyar," ungkap Rizal tanpa menyebut nama lagi.

Dia mengatakan lagi, pemimpin-pemimpin pergerakan Indonesia seperti Tjokroaminoto, Soekarno, Mohamad Hatta, Natsir, Ali Sostro, Syahrir, dan kawan-kawan rajin membaca, belajar pengalaman dari seluruh dunia.

Menurut dia, Agus Salim dan banyak lain bahkan otodidak. Karakter mereka kuat karena ditempa perjuangan yang panjang dan sense of mission yang kuat.

Ramli menjelaskan ketika dipenjara di Banceui, Soekarno menulis surat kepada Gubernur Jendral Belanda supaya dipindahkan ke penjara Sukamiskin, penjara khusus untuk Belanda hanya karena di situ banyak buku dan perpustakaan.

"BK, insinyur yg banyak baca. Ketika dibuang ke Ende, Flores, makin banyak yg dibaca," kata mantan anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu. []

Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap, Beda Nasib dengan Ulin Yusron yang Dulu Sebarkan Data Orang

Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap, Beda Nasib dengan Ulin Yusron yang Dulu Sebarkan Data Orang
CMBC Indonesia - Polisi dikabarkan telah menangkap pembobol data pribadi Denny Siregar yang berinisial FPH. Tersangka diketahui merupakan karyawan outsourcing GraPari Telkomsel di Surabaya.

"Tersangka adalah karyawan outsourcing daripada GraPARI Rungkut Surabaya jadi karena dia outsourcing dan bertugas sebagai customer service dia mempunyai akses terbatas atas data pribadi pelanggan," kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020).

FPH ditangkap pada Kamis (9/7) lalu. Dia diketahui membobol data pribadi Denny Siregar lalu mengirim ke akun Twitter @opposite6890.

Kepada polisi, tersangka FPH mengaku melakukan pembobolan data karena pernah di-bully pendukung Denny.

"Motifnya itu yang bersangkutan tidak menyukai DS karena pernah di-bully akun medsos pendukung DS, ini yang kita dapat dari tersangka," kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020).

Diketahui, pembobolan data Denny Siregar merupakan buntut dari unggahannya di media sosial yang memasang foto santri asal Tasikmalaya dengan kalimat "calon teroris". Unggahan tersebut memicu kemarahan sehingga warga melakukan aksi demo dan melakukan pelaporan menuntut Denny Siregar ditangkap.

Nasib berbeda dialami oleh Ulin Yusron

Kasus serupa pernah melibatkan simpatisan Jokowi-Ma'ruf, Ulin Yusron. Saat itu, Ulin sempat menyebarkan identitas lengkap pria bernama Cep Yanto dan Dheva Suprayoga yang diduga mengancam akan memenggal kepala Jokowi saat demo di Bawaslu.



Tindakan Ulin ini sempat menjadi sorotan karena sebenarnya, penyebaran data pribadi tanpa izin.

"Saya kira enggak boleh ya, itu UU Adminduk bisa dikejar dan bisa dituntut itu," kata Mendagri Tjahjo Kumolo, Senin (13/5/2019).

"Bisa kita laporkan ke polisi, yang berhak (menindak) itu adalah polisi," lanjut dia.

Undang-undang yang dimaksud, yakni Berdasarkan Pasal 95A UU Administrasi Kependudukan (Adminduk) menjelaskan, 'Setiap orang yang tanpa hak menyebarluaskan Data Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 ayat (3) dan Data Pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 ayat (1a) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah)'.

Polisi akhirnya berhasil menangkap pengancam Jokowi. Tapi, pelakunya berbeda dengan identitas yang diunggah oleh Ulil. Pelaku yang ditangkap bernama HS. Ulil lalu meralat ucapannya dan meminta maaf. Permintaan maaf itu diunggah kembali lewat akun instagramnya.

"Mohon maaf kepada nama2 yang disebut dan keliru. Ini murni kesalahan menerima informasi dan mengolahnya. Terima kasih yang sudah meramaikan percakapan soal penggal sehingga telah menutupi demo," begitulah kurang lebih ucapan permintaan maafnya.

Terkait tindakan pidana, Polri juga angkat bicara. Saat itu, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, tidak bisa menindak karena belum menerima laporan dari warga yang dirugikan atas tindakan itu.

"Masyarakat yang dirugikan, kita belum bertindak dulu. Kita melakukan koordinasi dengan Dirjen Dukcapil juga menyangkut masalah UU Kependudukan itu," ungkap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019). []

Para Artis Bergiliran Protes Tagihan Listrik Yang Melonjak Berkali Lipat

Para Artis Bergiliran Protes Tagihan Listrik Yang Melonjak Berkali Lipat
CMBC Indonesia - Tagihan listrik yang melonhak hingga berkali kali lipat ternyata bukan isapan jempol belaka. Bukan hanya rakyat biasa yang pernah mengalaminya. Kali ini para artis tanah air merasakan pelonjakan drastis tersebut.

Teranyar, kekesalan atas tagihan listrik diluapkan artis cantik Kartika Putri. Dalam unggahan di akun Instagram, Kartika Putri mengeluhkan tagihan listrik yang mencapai Rp 17 juta pada bulan ini. Padahal rerata dia hanya membayar sebesar Rp 6 hingga 7 juta saja per bulan.

"Per bulan biasanya 6 sampai 7 juta, kenapa bulan ini bisa sampai 17 jutaan ya," ujarnya dengan menambahkan emoticon di Instagram Stories.

Dia meminta pihak PLN memberi penjelasan atas tagihan yang melonjak itu. Kartika Putri juga menyindir, jika tagihan semahal itu maka akan beralih ke sumber energi alternatif.

"Mulai beralih ke petromaks," sindirnya.

Selain Kartika Putri, artis lain seperti Nagita Slavina sudah lebih dulu mengeluh tentang tagihan listrik. Ini lantaran dia harus menggelontorkan uang Rp 1 juta untuk token listrik selama dua hari. Rerata per bulan istri Raffi Ahmad ini menghabiskan hingga Rp 17 juta hanya untuk listrik.

Senada itu, penyanyi yang juga seorang dokter, Tompi pernah mengeluhkan lonjakan ini. Dia kesal saat tagihan kantornya mengalami pelonjakan drastis. Bahkan di saat kantornya kosong.

Seorang chef ternama, Arnold Poernomo juga belum lama ini meluapkan kekesalan di akun Twitternya. Ini lantaran tagihan listrik yang biasanya tidak lebih dari Rp 2,5 juta melonjak drastik hingga Rp 10 juta.

Pihak PLN bahkan sempat mendatangi kediaman juri Masterchef Indonesia itu. Walaupun akhirnya tetap tagihan besar tersebut harus dibayar.(rmol)

BEM Seluruh Indonesia Geruduk DPR Tanggal 16 Juli

BEM Seluruh Indonesia Geruduk DPR Tanggal 16 Juli
CMBC Indonesia - Aksi mahasiswa seolah meredup saat pandemik Covid-19 menjangkiti tanah air. Padahal tidak sedikit kebijakan pemerintah yang wajib dikritisi oleh para agen perubahan.

Atas alasan itu, para mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai BEM Seluruh Indonesia akan menggelar aksi pada 16 Juli mendatang. Aksi akan dipusatkan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Dalam sebuah video berdurasi 39 detik, BEM SI mengajak seluruh mahasiswa untuk bergabung menyuarakan aspirasi rakyat dalam aksi tersebut.

“Rekan-rekan sekalian kami dari BEM SI mengajak bahwasannya melihat permasalahan di negeri ini, di masa pandemiK bukanlah pemaafan untuk kita tidak bergerak sama sekali," tegasnya

Oleh karena itu kami mengajak seruan aksi pada ranggal 16 juli 2020,” sambung orator dalam video tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diterima redaksi, aksi itu membawa dua tuntutan, yaitu pencabutan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dari Prolegnas dan pembatalan omnibus law cipta kerja. (Rmol)

Ingat Perjuangan Pilpres, Sedih Lihat Prabowo Yang Fokus Catat Arahan Jokowi

Ingat Perjuangan Pilpres, Sedih Lihat Prabowo Yang Fokus Catat Arahan Jokowi
CMBC Indonesia - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto ikut mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Kamis kemarin (9/7).

Ada satu momen yang menyita perhatin publik khususnya warganet dari kunjungan kerja tersebut. Yaitu saat Prabowo fokus mencatat arahan dari Jokowi.

Momen yang terdokumentasi dalam sebuah foto itu viral di media sosial. Prabowo dengan pakain khas safari sedang menyimak arahan kepala negara, di tangannya ada buku kecil dan pena.

Kata netizen, kalau mengingat perjuangan saat Pilpres 2019 lalu, sedih melihat prabowo "mengekor" kapada Jokowi.

"Kalau inget jaman perjuangan pilpres. Kok gue ngerasa sedih ya lihat Pak Pabowo kayak gini, bawa notes sama pulpen seperti siap mencatat perintah. Tapi alhamdulillah, gue udah move on," kata seorang netizen di akun @abiezia.

Sikap Prabowo dan partainya terkait putusan MA yang menerima gugatan soal pilpres menambah sedih warganet.

"Dia-nya suka jadi pembantu Jokowi. Ada putusan MA soal pilpres 2019 partainya malah berlagak enggak mau tahu," ujar pemilik akun @dhon3adi.

"Ya sudahlah. Cukup tahu saja kita," sambungnya.

Netizen yang punya akun @yungsgy sepertinya juga belum menerima sikap Prabowo yang sekarang sudah jadi pembantu Jokowi itu. Tapi kadung nasi sudah jadi bubar, dia ikut pasrah.

"Lebih pinteran Prabowo sebenarnya dari Jokowi. Tapi lihat, siapa yang bicara, siapa yang menyimak," imbuhnya.

Mencoba menengahi dan berbaik sangka, pemilik akun @MawarBi98357353 mengatakan, sikap Prabowo itu adalah adab di hadapan Jokowi sebagai kepala negara.

Saya tidak minded seseorang. Tapi yang saya lihat tidak seperti yang tampak. Beliau memang menjaga adab. Sesuatu di baliknya adalah menjaga Indonesia. Semoga itu benar," harapnya.

Didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Bupati Kapuas Ben Brahim S. Bahat, Presiden Jokowi meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional, di Kalimantan Tengah, Kamis (9/7). (Rmol)

Ganti Rugi Tanah Tak Dibayar, Banser NU Geruduk Podomoro Land Grogol

Ganti Rugi Tanah Tak Dibayar, Banser NU Geruduk Podomoro Land Grogol

CMBC Indonesia - Kecewa lantaran tak kunjung dibayarkan perjanjian kompensasi tanah, ratusan banser dan tokoh NU Jakarta Barat mendatangi kawasan Podomoro Land, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis sore 9 Juli 2020.

Ratusan Banser menuntut agar pihak podomoro segera melunaskan pembayaran ganti rugi sebesar Rp980 miliar sesuai putusan Peninjauan Kembali (PK) lahan seluas 12,49 hektare. 

Ahli Waris Banser Agustina mengatakan, sudah lebih dari 10 tahun pihak Podomoro tidak membayarkan apa yang dijanjikan, kini lahan itu sudah menjadi beberapa gedung apartemen dan salah satu pusat perbelanjaan paling bergengsi di Jakarta Barat, artinya lahan tersebut sudah menjadi pemasukan yang spektakuler bagi Podomoro Grup.

"Lahan itu kini telah menjadi Apartemen Mediterania, Mal Central Park dan Mal Neo Soho,” ujar Agustina ditemui dilokasi, Kamis 9 Juli 2020.

Dalam aksinya, para banser ini membentangkan spanduk menuntut PT Agung Podomoro Land selaku pemilik lahan untuk membayar kompensasi tanah yang direbut 2004 lalu. 

Aksi banser sendiri membuat jalanan di Tanjung Duren Raya sebagai lokasi demo macet total. Jalanan di sana sempat tersendat membuat arus lalu lintas berhenti hingga beberapa meter.

Selama aksi berlangsung, polisi dari Polsek Tanjung Duren Raya bersama petugas keamanan Podomoro Land yang berada di lokasi menjaga penjagaan selama aksi berlangsung. 

"Kalau dalam seminggu enggak dibayar kami akan membawa 5.000 banser dan kader NU,” ujarnya. (*)

Kesehatan

Internasional

Celebrity

Regional

Hukrim

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved