Channel Media Berita Central Indonesia

Headline

Ekonomi & Bisnis

Politik

Peristiwa

Video

Jumat, 17 September 2021

Formappi: Gaji Anggota DPR Besar, Tapi Kinerja Selalu Ambruk

Formappi: Gaji Anggota DPR Besar, Tapi Kinerja Selalu Ambruk


CMBC Indonesia - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan gaji anggota DPR tak selaras dengan kinerja mereka.

“Pendapatan yang mereka peroleh dalam jumlah yang fantastis itu justru memanjakan mereka hingga kinerja pelaksanaan fungsi representasi selalu ambruk dan buruk,” kata Lucius kepada Tempo, Kamis, 16 September 2021.

Lucius mengatakan, kinerja anggota DPR periode saat ini minim. Selama dua tahun awal masa kerja, mereka baru mengesahkan empat rancangan undang-undang atau RUU prioritas. Hasil ini, kata Lucius, terlampau sedikit untuk menjelaskan betapa nikmatnya gaji dan tunjangan berlimpah yang mereka peroleh.

Selain itu, Lucius menilai fungsi pengawasan anggota parlemen juga melempem. Bahkan, fungsi anggaran hampir digawangi secara penuh oleh pemerintah yang responsif menata ulang anggaran ketika terjadi pandemi. “Mana ada sumbangan pemikiran DPR untuk restrukturisasi anggaran itu,” ujarnya.

Menurut Lucius, idealnya penghasilan anggota DPR harusnya ditentukan berdasarkan kinerja. Jika kinerjanya buruk, maka sebaiknya anggaran dikurangi.

Meski begitu, Lucius memahami bahwa ide mengurangi anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota DPR ini bukan hal yang mudah. Sebab, kekuasaan DPR dibutuhkan presiden atau pemerintah dalam banyak hal. “Ini juga yang membuat aturan gaji dan tunjangan pejabat seperti DPR ini belum juga berubah sejak 1980,” ucapnya.

Anggota DPR, Krisdayanti, sebelumnya blak-blakan bicara soal besaran gaji anggota DPR. Dalam kanal Youtube Akbar Faizal, ia mengungkap menerima gaji di awal bulan sebesar Rp 16 juta. Lalu untuk total tunjangan yang didapat mencapai Rp 59 juta.

Selain itu, Krisdayanti menyebutkan anggota DPR mendapatkan dana aspirasi Rp 450 juta yang diterima lima kali setahun. Lalu ada lagi dana kunjungan daerah pemilihan atau dana reses sebesar Rp 140 juta. "Rp 140 juta itu 8 kali setahun," kata Krisdayanti di kanal YouTube Akbar Faizal. (tempo)

Viral Warga Berebut 'Hujan Uang' Sedekah Bumi di Lamongan

Viral Warga Berebut 'Hujan Uang' Sedekah Bumi di Lamongan

CMBC Indonesia - Kemarin viral sebuah video hujan uang di Lamongan Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi di Desa Dibe Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan.

Dalam video pendek yang beredar luas di media sosial tersebut, nampak puluhan warga berebuat uang yang beterbangan di halaman rumah warga desa setempat.

Ternyata uang tersebut disebar oleh seseorang. Ini nampak dari video dari angle berbeda. Di sana nampak pria berkaos merah menyebar uang dari tempat lebih tinggi, kemudian melemparkannya ke atas sehingga mirip dengan hujan uang.

Ternyata, acara sebar uang ke udara ini merupakan bagian dari acara sedekah bumi masyarakat setempat. Acara sedekah bumi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya.


Salah satu pengunggah video ini akun Instagram @berita_lamongan. Diunggah kemarin, video ini sudah ditonton 4 ribu kali. Warganet pun segera menyerbu kolom komentar.

Mereka justru mempertanyakan protokol kesehatan dalam acara tersebut.

"Mentang² udah ppkm level 1 ya abai dengan prokes .. Sungguh bukan contoh yg baik," tulis akun @tyas***

"Jenenge sedekah iki mesti oleh pahala, mulo gawe seng gutluking tulung sedekahno atimu nang wong seng jomblo supoyo oleh pahala," akun @rifky*** menimpali

"Sehat Selalu Orang Baik..," tulis akun lainnya @andypr***

Jubir Muda PAN Minta Faldo Maldini Membuka Hati Nurani dan Kembali Berdemo

Jubir Muda PAN Minta Faldo Maldini Membuka Hati Nurani dan Kembali Berdemo


CMBC Indonesia - Gerakan mahasiswa yang mengkritisi kebijakan pemerintah pada dasarnya berangkat dari keresahan yang dialami rakyat. 

Pun demikian dengan aksi bentangan poster kritis yang dilakukan mahasiswa saat kunjungan Presiden Joko Widodo di Universitas Sebelas Maret Solo berujung penangkapan.

"PAN percaya bahwa gerakan mahasiswa atas dasar keresahan masyarakat. Aspirasi mahasiswa murni bukan hanya sekadar titipan gerakan politik manapun," ujar jurubicara muda Parta Amanat Nasional (PAN), Faiz Arsyad lewat keterangan tertulisnya, Jumat (17/9).


Secara khsusus, ia menyoroti sikap mantan Ketua BEM UI yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini yang justru mendukung upaya penangkapan 10 mahasiswa UNS dengan dalih antisipasi bentrok.

Meski berada di lingkaran Istana, Faldo yang kini menjadi politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu diminta untuk membuka hati nuraninya.

"Menyedihkan, ada aktivis mahasiswa seperti Faldo Maldini yang justru membenarkan penangkapan tersebut. Seharusnya tak lantas mengaburkan pandangan dan hati nurani," ujar Faiz.

Faiz mengingatkan, gerakan mahasiswa merupakan perjuangan aspirasi serta harapan masyarakat sebagai perwujudan demokrasi.

"Mas Faldo, yuk kita demo lagi,” singkatnya.

Di sisi lain, Faiz mempertanyakan sikap represif aparat yang menangkap mahasiswa. Padahal, mereka hanya membentangkan poster berisi kritik namun langsung ditangkap.

"Mengapa mahasiswa yang membentangkan poster langsung ditangkap. Apa salah mahasiswa? Apa yang harus ditakutkan dari anak muda? Saya yakin Pak Jokowi pun tidak akan setuju dengan cara represif macam ini," tegas Faiz. (RMOL)

Oknum Siswa SMK Nekat Meraba Gadis 25 Tahun yang Lagi Mandi di Sungai

Oknum Siswa SMK Nekat Meraba Gadis 25 Tahun yang Lagi Mandi di Sungai

CMBC Indonesia - NKJ (25) menjadi korban kekerasan seksual saat tengah mandi di sungai di Banjar Dukuh, Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar.

Kemaluan NKJ diraba dan rambutnya dijambak. Ironisnya, pelaku pencabulan adalah IMAAG, seorang pelajar SMK yang masih berusia 17 tahun.

Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Sudita dilansir dari Radar Bali (jaringan Fajar.co.id) mengungkap, aksi cabul itu terjadi pada Selasa (14/9) lalu pukul 11.00 WITA.

Saat itu, NKJ tengah mandi di sungai dengan hanya mengenakan celana dalam.

Pelaku yang saat itu masih mengenakan seragam sekolah, mendekati korban dengan mengendap-endap.

Selanjutnya, IMAAG meraba kemaluan korban dan menjambak rambutnya.

Usai melakukan aksi cabulnya itu, IMAAG langsung kabur. Sempat dikejar korban, namun gagal karena pelaku menghilang di semak-semak.

Sementara sepeda motor yang digunakan pelaku ditinggalkan begitu saja.

Korban kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada seorang warga yang kebetulan melintas.

Korban dan sejumlah warga pun menunggui pelaku sampai keluar dan mengakui perbuatannya.

“Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya muncul dari semak-semak itu. Saat ditanya pelaku mengakui bahwa perbuatannya dan meminta maaf,” terang Sudita.

IMAAG pun nyaris jadi bulan-bulanan massa jika tidak diamankan anggota Bhabinkamtibmas setempat.

“Bhabinkantibmas di lapangan langsung mengamankan pelaku beserta sepeda motornya ke Polsek Tegallalang,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, korban kemudian melaporkan aksi cabul IMAAG ke Polsek Tegallalang.

Dalam perkembangannya, polisi kemudian memanggil orangtua pelaku.

Itu lantaran IMAAG masih berstatus pelajar dan di bawah umur.

“Kami panggil orang tua pelaku untuk kami mintai keterangan dan informasi lebih lanjut tentang pelaku ini,” kata Sudita.

“Sementara pelaku kami amankan di Mapolsek,” pungkasnya. [fajar]

Bantah Pernyataan BBWSC3 Soal Penyebab Banjir, Warga Bantaran Sungai Beberkan Hal Ini

Bantah Pernyataan BBWSC3 Soal Penyebab Banjir, Warga Bantaran Sungai Beberkan Hal Ini


CMBC Indonesia - Warga bantaran sungai bantah pernyataan BBWSC3 atau Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian yang menyatakan bahwa penyebab banjir yang terjadi pada Selasa (14/9/2021) lalu akibat masyarakat menolak pembangunan pintu pada intake.

Bantahan atas pernyataan BBWSC3 itu diungkapkan Amrin Fasa salah satu perwakilan warga bantaran Sungai Ciujung yang terdampak akibat pembangunan intake.

“Pernyataan BBWSC3 bahwa terjadinya banjir karena adanya penolakan dari masyarakat, saya pikir itu pernyataan yang tidak bertanggungjawab padahal itu atas dasar kesepakatan yang kemudian dimediasi oleh Polres dan kami juga meminta pada kesepakatan itu untuk segera diperbaiki karena ini akan terjadi yang dikhawatirkan banjir kemudian ini juga pencemaran,” ujarnya saat konferensi pers di Alun-alun Barat, Kota Serang, Kamis (16/9/2021).

Diketahui, pernyataan warga bantaran sungai itu dihadiri oleh 10 perwakilan masyarakat dari beberapa kecamatan yang terdampak pembangunan intake yaitu dari Kecamatan Tirtayasa ada Desa Pontang Legon, Desa Kebuyutan, Desa Kemanisan.

Selanjutnya, dari Kecamatan Pontang ada Desa Singarajan, Desa Keserangan, Desa Domas, Desa Wanayasa, Desa Pontang, dan Desa Sampang, kemudian Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi.

Untuk diketahui terdapat 14 desa yang terdampak proyek intake tersebut. Dikatakan Amrin, pihaknya mendukung proyek long storage namun pihaknya menentang dengan pengadaan air baku yang mengambil air dari Ciujung Baru dikarenakan air yang berada di Ciujung Baru sudah tercemar.

“Proyek long storage, long storage pembuatan tandon air baku. Itu semua masyarakat setuju tapi ada satu hal di sini adalah intake ini yang bermasalah. Jadi intake itu bangunan dan konstruksi penangkap air dari Ciujung Baru ke Ciujung Lama, problemnya ini tercemar. Walau ada pintu-pintu segala macam tapi tidak bisa menyakini masyarakat bahwa ini akan aman,” jelasnya.

Senada dengan Amrin Fasa, Kholid menyebutkan masyarakat memahami dengan adanya pintu-pintu air yang akan dibangun namun seharusnya pihak BBWSC3 dapat mengkaji ulang pembangunan tersebut.

“Masyarakat paham di sana ada pintu-pintu air cuma persoalannya pernah gak BBWS menghitung atau sudah tahu debit air tertinggi pada musim hujan. Masyarakat itu tahu ketika musim hujan, Ciujung Baru itu ketika musim hujan debit airnya tingginya sampai bibir jalan. Sementara yang mereka sebut pintu itu antara permukaan tanah di berem itu cuma setengah meter,” tandasnya.[suara]

Polri Ungkap TPPU Senilai Rp 531 Miliar dari Bisnis Obat Ilegal

Polri Ungkap TPPU Senilai Rp 531 Miliar dari Bisnis Obat Ilegal


CMBC Indonesia - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari peredaran obat ilegal. Dalam perkara ini, Polri yang bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 531 miliar.

“Kasus TPPU money laundering. Jadi ini hasil pengungkapan kasus money laundering kasus pencucian uang yang dilaksanakan secara bersama-bersama antara Bareskrim dengan PPATK,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helmy Santika dalam konferensi pers di Kompleks Mabes Polri, Kamis (16/9).

Perkara ini telah menjerat seorang tersangka yakni, Dianus Pionam alias DP yang saat ini sedang menjalani proses peradilan di Mojokerto. Perkara ini sebelumnya ditangani oleh Polres Mojokerto.

Helmy menyebut, DP melakukan penjualan obat ilegal salah satunya jenis obat-obatan untuk aborsi. Dia yang tidak mempunyai keahlian farmasi melakukan penjualan obat tanpa izin edar.

“Dia tidak memiliki perusahaan yang bergerak di bidang farmasi namun dia menjalankan, mendatangkan obat-obat dari luar tanpa izin edar dari BPOM,” papar Helmy.

Helmy menyampaikan, DP menjalankan aksinya menggunakan sembilan rekening tabungan yang berbeda-beda. Uang dalam tabungan dan deposito atas nama DP seluruhnya berjumlah Rp 530.000.000.000.

Polri menduga, DP yang tidak mempunyai keahlian obat-obatan memeroleh obat dari luar negeri. Tersangka menawarkan kepada pembeli baik perorangan atau Apotik atau Toko Obat di Jakarta maupun di kota lainnya, menggunakan handphone dan aplikasi Whatsapp.

“Setelah disepakati jumlah dan harganya serta cara pengirimannya, tersangka DP memesan obat dari penyedia di luar negeri. Kemudian melakukan pembayaran dengan transfer dari rekening atas nama tersangka DP ke rekening penyedia obat di luar negeri,” papar Helmy.

Setelah masuk Indonesia, obat-obatan tersebut tanpa melalui proses regristrasi untuk mendapatkan Izin Edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Tersangka DP memerintahkan karyawannya atau menggunakan kurir untuk mengambil obat dimaksud, sekaligus mengirimkannya sesuai dengan alamat pembeli yang disepakati.

Setelah obat diterima oleh pembeli, kemudian pembeli melakukan pembayaran dengan cara transfer ke rekening keduanya atas nama tersangka DP sesuai jatuh tempo yang telah disepakati.

“Tersangka DP mendapatkan keuntungan sebesar 10 sampai dengan 15 persen dari harga barang yang diterimanya secara berkelanjutan sejak tahun 2011-2021,” ungkap Helmy.

Tersangka DP disangkakan melanggar Pasal 196 Jo Pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3) dengan Pidana Penjara Paling Lama 10 Tahun dan denda paling banyak RP 1.000.000.000.[jawapos]

Kapal Perang China Mondar-mandir di Natuna, Said Didu: Mana Nih Peneriak NKRI Harga Mati?

Kapal Perang China Mondar-mandir di Natuna, Said Didu: Mana Nih Peneriak NKRI Harga Mati?

CMBC Indonesia -  Tokoh Nasional Muhammad Said Didu menyoroti masuknya sejumlah kapal milik China ke perairan Natuna.

Kapal-kapal itu, dalam sebuah rekaman video amatir milik nelayan, melenggang bebas di perairan terotorial Indonesia.

Bahkan, terdapat kapal perang milik China yang berpapasan langsung dengan kapal nelayan Indonesia.

Nelayan pun dibuat takut karena merasa tidak aman.

Said Didu lantas menyindir pihak-pihak yang selama ini kerap mengaku dirinya 'paling NKRI' dan gemar menuduh pihak lain anti-NKRI atau anti-Pancasila.

Sebab, pihak-pihak yang dimaksud, tak ikut berkomentar ketika kedaulatan NKRI dimasuki kapal negara asing.

"Mana nih para peneriak slogan NKRI harga mati ? Ayo tunjukkan," tulis Said Didu di Twitter, Jumat (17/9/2021), sembari menyertakan pemberitaan mengenai keberadaan kapal perang di perairan Natuna

Disadur dari Kompas.id, sejumlah nelayan tradisional di Kepulauan Riau melaporkan berpapasan dengan enam kapal China, salah satunya destroyer Kunming-172, di Laut Natuna Utara, Senin (13/9/2021).

Kehadiran kapal perang China itu membuat nelayan lokal takut melaut.

Mereka berharap aparat keamanan turun tangan memberi rasa aman.

 Baca juga: Pengakuan soal Gaji DPR Bikin Gaduh, Krisdayanti Menyesal dan Minta Maaf saat Dipanggil Fraksi PDIP

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Hendri, Rabu (15/9/2021), menunjukkan sejumlah video yang diambil nelayan pada koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

Dalam video itu terlihat enam kapal China berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Adapun yang terlihat paling jelas kapal destroyer Kunming-172.

”Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” kata Hendri dikutip dari Kompas.id

Ancaman kapal China di Laut Natuna Utara mulai menguat sejak akhir Agustus 2021.

Selain enam kapal yang dilihat nelayan, kapal survei Haiyang Dizhi-10 juga berulang kali terpantau satelit melintas zig-zag di Laut Natuna Utara dengan dikawal sejumlah kapal penjaga pantai China.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI Angkatan Laut Letnan Kolonel Laode Muhammad mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan mengenai kehadiran enam kapal China yang dilihat nelayan di Laut Natuna Utara.

Namun, apabila ada kapal China yang mondar-mandir di ZEE Indonesia, biasanya kapal TNI AL akan membayangi dan melakukan komunikasi dengan mereka.

Laode menambahkan, ada empat kapal TNI AL yang bersiaga di Natuna, yakni KRI Diponegoro-365, KRI Silas Papare-386, KRI Teuku Umar-385, dan KRI Bontang-907.

”Yang jelas, kapal kami selalu ada di sana sehingga kalau ada kapal China yang masuk (teritorial RI), kami pasti membayangi,” ujarnya. [tribun]

Dipanggil Fraksi PDIP karena Buka Gaji Anggota DPR, Krisdayanti Umbar Senyum

Dipanggil Fraksi PDIP karena Buka Gaji Anggota DPR, Krisdayanti Umbar Senyum


CMBC Indonesia - Krisdayanti alias KD blak-blakan mengenai besaran gajinya sebagai anggota DPR RI. 

Sikap transparan Krisdayanti mengenai gajinya sebagai anggota DPR RI berujung pemanggilan oleh Fraksi PDIP di Senayan. 

Krisdayanti menghadap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Utut Adianto dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR Bambang Wuryanto. 

Belum ada pernyataan resmi dari Krisdayanti mengenai isi pertemuannya dengan Ketua dan Sekretaris Fraksi PDIP di DPR RI. 

Setelah pertemuan itu Krisdayanti hanya memposting fotonya bersama Utut dan Bambang Wuryanto di ruang fraksi PDIP.

KD tersenyum ke arah kamera, begitupun dengan kedua pimpinannya. Dia seakan memberi sinyal hubungannya dengan Fraksi PDIP baik-baik saja usai pemanggilan.

"Satu rumah, satu visi, satu misi. Alhamdulillah. Ijin senior. Bersama Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Drs Utut Adianto & Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto. Merdekaaa!" tulis KD di caption, Jumat (17/9/2021). 

Sayangnya, Krisdayanti mematikan kolom komentar unggahan tersebut. Kendati begitu, foto tersebut mendapat 4 ribuan like dari warganet.

Sebelumnya, KD diminta menemui Ketua Fraksi PDIP dan Sekretaris PDIP menyusul pernyataannya membuka gaji anggota DPR.

Utut mengatakan apa yang disampaikan KD benar, tapi sebagai politisi seharusnya pernyataan itu jangan disampaikan ke publik karena bisa memicu kegaduhan.

Utut memastikan pemanggilan Krisdayanti bukan untuk ditegur, melainkan diskusi. Dia meminta agar KD perlu memperbaiki komunikasi publik untuk mencegah mispersepsi.

Blak-blakan KD soal anggota DPR ada di kanal YouTube Akbar Faisal. Dia mengaku meerima gaji di awal bulan sebesar Rp 16 juta.

Lima hari setelah gaji pokok itu diterimanya, KD mengaku mendapat tunjangan sebesar Rp 59 juta. Bukan cuma itu, KD juga bilang menerima dana aspirasi sebesar Rp 450 juta lima kali dalam setahun.

Terakhir, ada juga dana kunjungan daerah pemilihan atau dana reses senilai Rp 140 juta.[suara]

Viral Emak-emak Marah ke Driver Ojol, Akhirnya Minta Maaf Tapi Palsu

Viral Emak-emak Marah ke Driver Ojol, Akhirnya Minta Maaf Tapi Palsu


CMBC Indonesia - Emak-emak marah kepada driver ojol pengirim paket emas akhinya minta maaf. Namun permintaan maafnya dibuat-buat dan malah mengiklankan produk obat dapat emas.

Ia meminta maaf kepada driver ojol pengirim paket isi emas karena telah membuat heboh. Video permintaan maaf itu diunggah oleh akun Instagram @lambeturah_official, Kamis (16/9).

"Saya di sini mau minta maaf karena kemarin-kemarin video saya yang marah-marah sama tukang paket itu yang bawain pesan emas saya jadi viral," ujar emak-emak dalam video tersebut dikutip VIVA, Jumat (17/9).

Dalam penjelasan lanjutannya, emak-emak ini mengaku setelah menyelediki ternyata memang si penjualnya yang mengada-ada kasih emas KW kepadanya, padahal pemilik toko onlinenya mengaku emas asli.

Setelah menyatakan permintaan maaf tanpa menampilkan wajah bersalah, emak-emak ini malah mempromosikan produk lain untuk mendapatkan emas asli.

"Emm...oh ya kalau kaya gini, mendingan saya ikut giveway emas promag aja deh, biar dapat emas asli. Emas benaran, kalian juga boleh ikutan ya. Jangan sampai lupa loh, oke, ok," ujar emak-emak ini sambil tersenyum.

Sontak video permintaan maaf ini dikomentari nyinyir netizen. “Badut badut aja,” komenter ntiizen @esaraaapp

Seperti diketahui sebelumnya viral video emak-emak ini memarahi driver ojol pembawa paket berisi emas. Emak-emak ini menuding pegirim paket menukar emas asli dengan emas palsu.[viva]

Sadis! Kesal Diminta Air, Pria di Rohul Riau Kampak Bayi 7 Bulan hingga Tewas

Sadis! Kesal Diminta Air, Pria di Rohul Riau Kampak Bayi 7 Bulan hingga Tewas


CMBC Indonesia - Seorang balita berinisial DHS yang berusia tujuh bulan tewas dengan cara tragis dibunuh oleh tetangganya. Motif pembunuhan ini sepele, ibu korban Herni Juwita (24) meminta air minum.

Sempat melarikan diri, warga bersama pihak Polsek Kepenuhan, Rohul, Riau berhasil menangkap pelaku Yasuto Lapau Sindondo. Sebilah kapak yang dipakai untuk membunuh korban disita petugas.

"Tersangka Yasatulo sudah ditahan oleh Polsek Kepenuhan," kata Humas Polres Rohul Aipda Mardiono, Kamis (16/9/2021).

Kasus pembunuhan sadis ini terjadi pada 15 September 2021 di Barak Opung Koperasi Rokan Jaya, Desa Rantau Benuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, Rohul. Pagi itu ibu korban mendatangi rumah tersangka untuk meminta air. 

Di rumah itu dia bertemu dengan Yasuto. Saat diminta air, bukannya memberi, Yasuto, karyawan Koperasi Rokan Jaya marah. Dia bertanya apakah di rumah korban tidak ada air sehingga harus meminta padanya. Nodieli Hia, ayah korban yang mendengar pernyataan tersangka menjawab kalau air di rumahnya masih panas.

Tanpa ba bi bu, pelaku langsung mengambil kapak dari dalam rumah. Diapun langsung mengejar ayah korban dengan senjata tajam tersebut, Nodieli pun kabur menyelamatkan diri. Sementara ibu korban lari ke dalam rumah. 

Masih memegang kapak, Yasuto mendatangi rumah korban.  Kemudian tersangka mengayukankan kapak ke pintu rumah korban beberapa kali yang saat itu terkunci. Mengetahui itu, Herni pun melarikan diri. 

Nahas, bayi malang tersebut masih tertinggal dalam rumah. Tersangka langsung mengambil anak korban yang saat itu masih tertidur di ayunan. Bayi tak berdosa ini dibawanya ke halaman rumah korban.

Warga yang menyaksikan tersangka membawa bayi berusaha meminta dengan baik-baik. Namun tidak berhasil. Sepeda motor milik orangtua korban yang ada di halam rumah dibakar pelaku.

Kemudian tersangka melakukan perbuatan kejinya. Tersangka meletakkan korban di tanah kemudian mengayunkan kapak ke bagian perut korban sebanyak dua kali. Korban pun meninggal dunia. Pelaku pun melarikan diri usai membunuh korban, namun akhirnya tertangkap. (okezone)

Momen Jokowi Berikan Jaketnya ke Warga saat Tinjau Vaksinasi di Sumut

Momen Jokowi Berikan Jaketnya ke Warga saat Tinjau Vaksinasi di Sumut


CMBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jaketnya ke warga saat meninjau vaksinasi di Sumatera Utara. Warga tersebut tampak sangat bahagia.

Momen Jokowi memberikan jaket hijaunya kepada warga itu terekam dalam video di akun YouTube Sekretariat Presiden seperti dilihat, Jumat (17/9/2021). Saat berjalan di tengah permukiman warga, Jokowi tiba-tiba menunjuk warga yang sedang melihatnya.

"Baju biru itu sini," ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi di Sumut pada Kamis, Kamis (16/9) kemarin.


Pria bernama Sigit itu kemudian menghampiri Jokowi. Jaket hijau Jokowi pun akhirnya diberikan kepada Sigit.

"Video aja di depan kan, tiba-tiba saya dipanggil terus saya lari ke sana," ujar Sigit.

"Iya dipanggil yang pakai baju biru katanya, langsung datang ke Pak Jokowi. Dia bilang ini buat kamu buat kenang-kenangan," sambung Sigit.

Sigit mengaku sangat bangga. Jaket pemberian dari Jokowi itu disebutnya jadi kenang-kenangan yang tak akan terlupakan.

"Bangga banget lah. Nggak bakal dilupain, buat kenang-kenangan seumur hidup, baru ini dikasih jaket sama presiden," ujar Sigit.(detik)

Bareskrim Polri Sita Rp531 Miliar Hasil TPPU Obat Ab*rsi Ilegal

Bareskrim Polri Sita Rp531 Miliar Hasil TPPU Obat Ab*rsi Ilegal


CMBC Indonesia - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang atau TPPU dari hasil penjualan obat-obatan ilegal. Total uang yang disita dalam pengungkapan kasus ini mencapai angka Rp531 miliar.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika mengatakan uang tersebut disita dari Dianus Pionam alias DP (55). Dia merupakan tersangka kasus peredaran 31 macam obat ilegal yang salah satunya obat aborsi.

"Di antara 31 obat-obatan tadi, satu jenis obat yang sangat-sangat dilarang, sudah tidak boleh beredar di Indonesia namanya Cytotec, ini obat untuk aborsi," kata Helmy kepada wartawan, Kamis (16/2021).

Helmy menyebut tersangka Dianus Pionam telah mengedarkan obat-obatan tersebut secara ilegal sejak 2011 silam. Menurut Helmy, 31 jenis obat-obatan yang diedarkan Dianus asli namun dia tak memiliki izin edar.

"Artinya kami tidak masuk pada persoalan apakah ini palsu atau tidak, tapi caranya," ujarnya.

Selain menyita uang senilai Rp531 miliar, penyidik juga turut menyita sejumlah aset dari hasil kejahatan yang dilakukan Dianus. Beberapa aset tersebut yakni berupa rumah mewah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), apartemen, hingga mobil sport.

"Tidak menutup kemungkinan aset-aset yang lain karena masih berkembang terus," pungkasnya.[suara]

Nelayan Lihat Kapal Perang China, TNI AL Siagakan 4 Kapal Perang RI di Natuna

Nelayan Lihat Kapal Perang China, TNI AL Siagakan 4 Kapal Perang RI di Natuna

CMBC Indonesia - Sebanyak empat kapal perang Republik Indonesia (KRI) disiagakan di Laut Natuna Utara yang merupakan wilayah operasi prioritas Komando Armada I (Koarmada I) TNI Angkatan Laut menyusul adanya nelayan yang melihat kapal perang China di sana. 

"Kita menggelar setidaknya 4 KRI di sana untuk melaksanakan penegakkan kedaulatan dan hukum di Laut Natuna Utara," ujar Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Letnan Kolonel Laode Muhammad kepada Kompas.com, Kamis (16/9/2021).

Sementara itu, Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, TNI AL mengerahkan 5 KRI.

Akan tetapi, secara bergantian paling tidak ada 3 sampai 4 KRI berada di laut. Sementara itu, satu lainnya melaksanakan "bekal ulang".

Dengan demikian, KRI tersebut dapat memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan Indonesia.

“Bahwa sikap TNI AL di Laut Natuna Utara sangat tegas melindungi kepentingan nasional di wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi sehingga tidak ada toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran di Laut Natuna Utara," ucap Arsyad.

Arsyad mengatakan, TNI AL dalam mengemban tugas berdasarkan pada Pasal 9 Udang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, khususnya sub Pasal A dan B, yaitu melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan dan menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional.

Hal ini sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

“Mengacu pada undang-undang tersebut, TNI AL dalam hal ini Koarmada I melaksanakan tugas mengamankan perairan Laut Natuna Utara, dalam mengamankan laut Natuna utara dituntut kehadiran KRI selalu ada 1 X 24 jam di wilayah tersebut," kata dia.

Dikutip dari Kompas.id, sejumlah nelayan tradisional di Kepulauan Riau melaporkan berpapasan dengan enam kapal China, salah satunya destroyed Kunming-172, di Laut Natuna Utara, Senin (13/9/2021).

Kehadiran kapal perang China itu membuat nelayan lokal takut melaut.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Hendri, Rabu (15/9/2021), menunjukkan sejumlah video yang diambil nelayan pada koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

Dalam video itu terlihat enam kapal China berada di ZEE Indonesia. Adapun yang terlihat kapal destroyed Kunmimg-172.

"Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan," kata dia, dikutip dari Kompas.id, Kamis. [kompas]

Jokowi Kunjungi Deliserdang, Siswa SD dan SMP yang Menunggu Rombongan Presiden Malah Lemas

Jokowi Kunjungi Deliserdang, Siswa SD dan SMP yang Menunggu Rombongan Presiden Malah Lemas


CMBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar kunjungan ke Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (19/9/2021). Dalam kunjungan tersebut, pelajar sekolah di wilayah tersebut disiapkan untuk menyambut kedatangan orang nomor satu Republik Indonesia.

Dikutip dari Digtara.com-jaringan Suara.com, siswa SD dan SMP yang dipersiapkan menyambut Jokowi di depan gerbang sekolah, tampak saling berdiri berhimpitan dan tidak berjarak. Bahkan, sebelum Jokowi tiba, mereka nampak terduduk lemas di pinggiran jalan berumput.

“Kasihan kali para siswa ini, kecapekan nunggu,” ucap salah seorang warga seperti dikutip Digtara.com.

Meski sejak lama menunggu, mobil kepresidenan berpelat Indonesia 1 itu tiba di SMKN 1 Beringin sekira pukul 15.19 WIB dan tak berselang lama, sekitar pukul 15.37 WIB rombongan tersebut kembali melanjutkan perjalanan.

Sementara itu di tempat terpisah, masih dalam rangkaian kunjungan di Deliserdang, Jokowi didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang dilakukan door-to-door di Dusun Amal Bakti, Desa Emplasmen Kualanamu Kecamatan Beringin. Presiden Jokowi Sisir Warga Hingga ke Dusun di Deliserdang

“Kita ingin menyisir agar seluruh masyarakat mendapatkan vaksin dan kita segera bisa terhindar dari penyebaran Covid-19,” jelas Jokowi, di sela-sela peninjauan vaksinasi tersebut.

Pelaksanaan vaksinasi dari rumah ke rumah tersebut, kata Jokowi, merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk mengajak warga ikut vaksinasi, dengan harapan langkah ini akan mempercepat vaksinasi.

“Hari ini kita lakukan vaksinasi dari pintu ke pintu untuk masyarakat, untuk memastikan distribusi dan percepatan vaksin berjalan di seluruh provinsi, kabupaten/kota, di tanah air kita,” ujarnya.

Karena tingginya antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin, sehingga pemerintah turun ke dusun-dusun.

Lantaran itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyebut, faktor kunci pencegahan penyebaran Covid-19, yakni menjaga protokol kesehatan (prokes) dan melakukan vaksinasi.

“Saya sangat menghargai antusias masyarakat di Deliserdang ini yang ikut vaksinasi door to door. Kita harapkan akan mempercepat dan memperbanyak persentase vaksinasi yang ada di provinsi Sumatera Utara,” pungkasnya.

Sementara, Gubernur Edy menyampaikan, kunjungan Presiden RI ke Deliserdang merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah pusat kepada daerah, dalam rangka memaksimalkan dan mempercepat upaya vaksinasi kepada masyarakat.

“Kita (sampaikan) terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Joko Widodo sudah datang ke Sumatera Utara. Dengan perhatian ini, kita harapkan vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan selama ini, bisa semakin banyak jumlahnya, sesuai target setidaknya 70 persen dari jumlah penduduk,” ujarnya.[suara]

Emang Gue Pikirin dan Gitu Aja Kok Repot

Emang Gue Pikirin dan Gitu Aja Kok Repot


OLEH: JAYA SUPRANA
 AKIBAT belum pernah jumpa Rene Descartes yang konon hidup duluan ratusan tahun ketimbang saya. Maka saya tidak memperoleh kesempatan bertanya langsung kepada Descartes mengenai apakah benar konon beliau pernah bersabda  “cogito ergo sum” alias “saya berpikir maka saya ada”.

Memelintir Logika


Kalimat memelintir logika itu senantiasa menghantui kalbu saya sejak mulai sedikit bisa berpikir. Sabda Descartes yang (maaf jika saya keliru) konon melandasi aliran pemikran eksistensialisme di kawasan ilmu filsafat Barat di samping subyective experience di kawasan psikologi.

Menurut pendapat saya yang tentu saja subjektif mirip-mirip khayalan Chuang Tzu tentang Lao Tse, bermimpi menjadi kupu-kupu atau kupu-kupu bermimpi menjadi Lao Tze.

Andaikata saya bisa berjumpa Descartes maka saya akan bertanya kepada beliau tentang sebenarnya mana yang lebih benar atau lebih keliru antara saya berpikir maka saya ada atau saya ada maka saya berpikir?

Terus terang saya memang sudah sulit membayangkan bahwa saya berpikir maka saya ada. Namun lebih sulit lagi membayangkan bahwa saya tidak ada lalu saya bisa berpikir.
Terus gelap bagaimana saya bisa berpikir jika saya tidak ada padahal saya ada saja terbukti tidak mampu berpikir. Bayangkan betapa membingungkan andaikata mendadak saya bisa berpikir padahal sebenarnya saya tidak ada! Atau sebaliknya!

Tampaknya saya harus jumpa juga dengan Soeren Kierkegaard untuk bertanya mengenai keberadaan maupun ketidakberadaan yang lanjut simpang-siur sampai ke Jean Paul Sartre. Sambil menyelundup masuk ke kawasan ilmu fisika melalui apa yang disebut kuantum mau pun relativitas gagasan Albert Einstein di luar sekaligus di dalam arus konspirasi pemikiran Niels Bohr dengan kawan-kawannya di Kopenhagen.

Mboten-mboten

Saya sempat mempelajari pemikiran sesama pemikir Prancis dengan Descartes namun beda zaman yaitu Alan Badiou. Terkesan pemikir Prancis kontemporer ini malah lebih menghanyutkan diri ke dalam arus aliran ontologi pemikir Yunani seperti Platon dan Aristoteles. Menyibuki yang kongkrit ketimbang arus aliran epistemologikal fundamentalisme Descartes menyibuki yang abstrak.

Bahkan terkesan bahwa pemikiran Alan Badiou lebih berpihak ke Mao ketimbang Descartes. Apalagi konon Descartes pernah curiga bahwa monyet sebenarnya bisa bicara namun sengaja pura-pura tidak bisa bicara agar tidak diajak manusia termasuk saya berdebat soal masalah mboten-mboten seperti filsafat.

Saya makin putus asa dalam belajar berpikir akibat pemikir yang paling saya kagumi (di samping ayah saya)  Sir Bertrand Russel secara makin bingungologis malah konon pernah lantang sesumbar “The point of philosophy is to start with something so simple as to not seem worth starting, and to end with something so paradoxical that no one will believe it.”.

Artinya: Masalah utama filsafat adalah memulai sesuatu yang terkesan sangat sederhana sehingga seolah tidak berharga untuk dipikir namun kemudian berakhir pada sesuatu yang sedemikian paradoksikal sehingga tidak ada yang sudi memercayainya.

Maka mahfumlah jika orang Betawi nyeletuk Emang Gue Pikirin sementara Gus Dur bilang Gitu aja kok repot!

Kesehatan

Internasional

Celebrity

Regional

Hukrim

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved