Bawa Botol Berisi Bensin, Seorang Perempuan Paruh Baya Mau Bakar Balaikota? - Channel Media Berita Central Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2020

Bawa Botol Berisi Bensin, Seorang Perempuan Paruh Baya Mau Bakar Balaikota?

Bawa Botol Berisi Bensin, Seorang Perempuan Paruh Baya Mau Bakar Balaikota?

Bawa Botol Berisi Bensin, Seorang Perempuan Paruh Baya Mau Bakar Balaikota?

CMBC Indonesia - Sebuah insiden terjadi Balaikota DKI Jakarta, Selasa kemarin (27/10). Seorang perempuan paruh baya yang membawa botol berisi bensin lolos hingga ke dalam gedung.

Seperti yang terlihat dalam video yang mendadak viral, seorang perempuan paruh baya kedapatan membawa sebotol bensin dan diduga hendak membakar Gedung Blok G Balai Kota Jakarta.



Dalam video berdurasi 41 detik itu, pelaku sempat memaki-maki petugas TNI-Polri yang berusaha menyita botol berisi bensin tersebut.

Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa siang (27/10).

Saat itu pelaku datang seorang diri dengan tujuan hendak mengecek surat. Ketika melewati pemeriksaan x-ray, petugas pun sudah mengetahui pelaku membawa botol.

Namun, petugas tidak menduga kalau botol tersebut berisi bensin. Sehingga tetap mengizinkan pelaku naik ke lantai 12 sesuai lokasi tujuannya.

“Ibu itu (tiba) sekitar jam 12.10 WIB, masuk ke blok G dulu. Ibu itu membawa botol air mineral di dalam tas. Nah, di dalam x-ray kelihatan hanya cairan, kita berpikir itu air mineral,” kata Budi saat dikonfirmasi, Rabu (28/10).

Kecurigaan petugas muncul ketika pelaku tiba di ruang Biro Perekonomian di lantai 12. Dia berteriak-teriak meminta bertemu kepala biro dengan dalih mau mengecek surat.

Sejumlah petugas dari TNI-Polri langsung mengamankan perempuan paruh baya tersebut. Dari hasil penggeledahan tas pelaku, ditemukan bensin dalam botol air mineral dan beberapa kertas seperti karton.

Meski meresahkan, pelaku tetap dilepas petugas setelah benda-benda berbahaya yang dibawanya disita.

Pelepasan perempuan itu karena petugas melihat ada gelagat gangguan kejiwaan dari pelaku.

"Suratnya ini bahasanya enggak nyambung antara satu kalimat dan yang lain, antara satu kata tidak membentuk kalimat yang bagus. Dan juga nggak jelas apa tujuannya, kita menduga sakit jiwa, akhirnya kita lepas ibu itu,” pungkas Budi. (RMOL)




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved