Video

Minggu, 26 Juli 2020

Ditangkap! Pria Pakai Jaket Palu Arit PKI dan Bawa Bendera PDIP, Ngaku Komunis

CMBC Indonesia - Sabtu malam (25/7) di lini masa twitter beredar video penangkapan seorang pria memakai jaket berlambang palu arit PKI (komunis). Ia juga membawa bendera partai PDIP di motornya.

Peristiwa tersebut diinformasikan terjadi di pinggir jalan raya Talang Karadenan.

Pria yang ditangkap berambut panjang sebahu mengaku bernama Raden Supriadi, warga Karadenan RT 05 RW 04 Karadenan, Cibinong Kabupaten Bogor.

Dari video terlihat beberapa warga menginterogasi pelaku.

"PKI itu musuh gua, anj*ng!", hardik seorang warga kepada pelaku.

Ketika ditanya apa motivasinya mengenakan atribut organisasi terlarang, pria itu mengaku tidak masalah dibilang komunis

"Gua komunis pribadi, gak ada sangkut paut terhadap partai PDI", jelasnya.



Minggu, 17 Mei 2020

Viral Video Detik-detik ABK Indonesia Disiksa di Kapal China, Jasadnya Lalu Dibuang di Laut Somalia

CMBC Indonesia - Viral di media sosial tiga cuplikan video berdurasi 29 detik yang di unggah akun Facebook Suwarno Canö Swe, pada (16/5/2020) kemarin malam.

Dalam unggahannya, tampak seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang disebut-sebut asal Indonesia mengalami siksaan dan akhirnya dibuang ke laut.

Dalam postingannya itu, dikatakan jika salah satu korban penyiksaan ABK asal Indonesia, korban diduga disiksa hingga menghembuskan nafas terakhir dan mayatnya dibuang ke laut Somalia.

Kejadian itu terjadi di kapal China yakni Lu Qing Yuan Yu 623.

ABK asal Indonesia diduga bukan hanya mengalami siksaan tetapi juga mengalami perbudakan sekaligus penganiayaan dengan barang-barang keras.

Korban pun dikatakan mengalami kelumpuhan di bagian kakinya setelah mendapatkan tendangan serta pukulan dari bahan kayu, besi, botol kaca dan bahkan disetrum.

Pemilik akun Facebook Suwarno Canö Swe, menuliskan dalam keterangan videonya:

“Detik-detik pelarungan ABK Indonesia yang di buang di laut somalia oleh kapal china dengan nama kapal Luqing yuan yu 623 dan perbudakan sekaligus penganiayaan main pukul tendang, pukul pakai pipa besi,botol kaca dan setrum pelumpuh,”

Salah satu ABK asal Indonesia dikatakan sudah dalam keadaan sakit, tetapi masih saja dipaksa untuk bekerja.

“Sudah dalam keadaan sakit, ABK indonesia sakit di paksa kerja tidak punya prikemanusiaan kakinya lumpuh tidak bisa berjalan dan sampai meninggal dunia,”

Ia pun menambahkan jika rekan-rekan ABK asal Indonesia tersebut sudah dipindahkan ke kapal Lu Huang Yuan Yu 115 dan tidak diperbolehkan pulang.

“Rekan-rekan kerja ABK tersebut sekarang di pindah ke kapal Lu huang yuan yu 115 padahal mereka inginkan pulang tapi tidak di perbolehkan pulang,”

Dalam akhir tulisannya, Suwarno menambahkan agar meminta warganet memviralkan video tersebut melalui laman media sosial Facebook.

“Mohon Viralllkan.. !!!!!,” tulis Suwarno di akhir tulisannya.



Salah satu cuplikan video pertama yang berdurasi 29 detik memperlihatkan seorang yang diduga ABK asal Indonesia tengah mengalami kelumpuhan.

Pria itu pun tampak lemas dan tak mampu berdiri lagi dengan kedua kakinya

Sementara itu, terlihat tiga orang rekan ABK lainnya sedang membantu korban yang mengalami kelumpuhan pada kedua kaki.

Pria yang lumpuh tersebut lantas digotong dengan bantuan ketiga pria tersebut.

ABK yang membantu tampak seperti orang asal Indoneisa, sementara di dalam video terdengar suara dengan berbahasa Jawa.

Sedangkan dicuplikan video kedua, terlihat ABK yang lumpuh tadi sudah diikat lengkap dengan balutan kain selimut dan diikat dengan tali kain merah.

Cuplikan video ketiga yang berdurasi 24 detik memperlihatkan ABK yang sudah dibungkus tadi lantas dibuang ke laut lepas Somalia.

Sebelum dibuang ke laut, mayat yang berada di dalam selimut tampak diangkat oleh tiga orang yang mengenakan baju hitam.

Setelah mayat tersebut diangkat, seketika langsung dibuang begitu saja di laut lepas.

Mayat yang telah dibuang ke laut  tampak mengapung di permukaan laut.

Salah satu rekan atau ABK asal Indonesia yang telah merekam video tersebut terdengar mengatakan jika mayatnya mengapung.

“ngampung wo ngapung,” ujar si perekam video.

Sementara itu, sumber lain mengatakan jika ABK yang telah meninggal tersebut telah mengalami sakit tanpa ada pengobatan.

Ia pun menderita sakit hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhinya di atas kapal.

Ketika pria itu sudah dalam keadaan meninggal dunia, kapten kapal memerintahkan untuk segera membuang mayat tersebut.

“Nih nasib ABK kapal luQing yuan yu 623. Dia sakit tanpa ada pengobatan akhir nya meninggal, malah di suruh kapten buang mayat nya semua itu karna perintah, masih banyak lagi kekerasan di kapal cina, cuancang puhow, ABK di pukul di strum kaya binatang,” tulis dalam keterangan channel youtube Tegal Famiglia. (trb)

Senin, 27 April 2020

Diduga Korsleting, Gereja Christ Cathedral Serpong Terbakar Hebat

CMBC Indonesia - Gedung Christ Cathedral GBI Basilea yang berlokasi di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Senin (27/4/2020) pagi, terbakar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Iya betul kebakaran. Kejadian sekitar jam 8 pagi," kata Kosrudin saat dikonfirmasi, Senin.

Kosrudin menjelaskan, kebakaran terjadi di bagian tengah gedung atas GBI Basilea.

Diduga api berasal dari korsleting karena tidak adanya aktivitas saat terjadinya kebakaran.

"Dugaan kami kalau pagi-pagi seperti ini dan tidak ada kegiatan kemungkinan paling listrik," kata Kosrudin.

Menurut Kosrudin, saat ini api sudah berhasil dipadamkan dengan menurunkan lima unit mobil kebakaran dari Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan.

"Api sudah berhasil dipadamkan. Saat ini masih proses pendinginan. Diturunkan lima unit itu tiga dari unit damkar Kabupaten Tangerang dan dua dari Tangsel, serta sejumlah unit mobil taman wilayah sekitar sini," tutup dia. []

Minggu, 19 April 2020

Warganet Heboh Gunung Gede dan Gunung Salak Terlihat Indah dari Jakarta

CMBC Indonesia - Media sosial tengah heboh dengan penampakan Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak yang terlihat indah dari Jakarta di saat pandemi Covid-19. Umumnya, dua gunung tersebut tak terlihat jelas dari Jakarta.

Namun, saat aturan physical distancing dan penerapan work from home, kualitas udara di Jakarta jadi bagus. Tak banyak polutan yang menutupi udara Kota Jakarta. Sehingga jarak pandang menjadi semakin luas. Banyak warganet di media sosial yang menuliskan kekagumannya.

“Sebenarnya kalau cerah biasa kelihatan Gunung Salak dan Gunung Gede, cuma sehari-hari karena udara Jakarta yang kotor dan berpolusi ya yang biasa itu jadi fenomenal. Padahal yang normal itu ya yang kelihatan begitu,” kata Direktur Eksekutif Walhi Nasional Nur Hidayati yang akrab disapa Yaya di Jakarta, Sabtu (18/4).

Yaya mengatakan jika masyarakat menganggap terlihatnya Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak secara jelas setelah pelaksanaan jaga jarak fisik (physical distancing) untuk memutus penularan penyakit Covid-19 dilaksanakan sebagai fenomena, berarti apa yang selama ini dialami seharusnya disadari adalah hal yang tidak benar. “Apa musti pandemi dulu?” kata Yaya.

Buruknya kualitas udara Jakarta dan sekitarnya, menurut dia, disebabkan beberapa faktor. Pertama, asap dari transportasi. Kedua, asap pabrik ikut berkontribusi. Ketiga, pembangkit listrik bertenaga batu bara juga berkontribusi.

“Itu kalau semuanya berkumpul polutannya akan sebabkan udara Jakarta butek, keruh, jarak pandang terbatas,” kata Yaya.

Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir di masa penerapan jaga jarak fisik, work from home (WFH) hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga membuat masalah partikulat larut terbawa air hujan.

Lalu arah angin yang juga bisa mengusir masalah partikulat tadi keluar dari Jakarta juga berkontribusi membuat udara menjadi lebih bersih, ujar Yaya.

Penampakan Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak tersebut diupload salah satunya oleh akun instagram @rfkyw. Dalam video yang diambil dari drone, pemilik nama Rifky Widianto memperlihatkan bagaimana kondisi Jakarta dengan kualitas udara yang lebih baik.


Selasa, 14 April 2020

Viral, Seorang Perempuan Penerima Bansos Berkaos Jokowi Ancam Potong Dan Karungin Anies Baswedan

CMBC Indonesia - Seorang perempuan memakai kaos merah bergambar presiden terekam sedang memaki-maki Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. perempuan tersebut merasa tidak puas dengan bantuan yang didapat. Dia dengan angkuhnya melontarkan kata-kata kasar tak berperikemanusiaan.

Dalam video yang viral di media sosial itu, perempuan dengan” busana tak senonoh” tersebut marah-marah tak jelas. Diantara kalimat kasar yang terdengar dalam makiannya adalah  “potong Anies” dan “karungin Anies”.

Nampaknya dia merasa tidak puas dengan nominal Rp 600.000 yang dijanjikan karena dianggap tidak sesuai dengan barang yang didistribusikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Dapat bantuan yang dibilang 600 ribu cuma segini… dagingnya mana? katanya ada daging? Anies saja kita potong yuk! Kita karungin Anies!” demikian ujar wanita tersebut dengan angkuhnya.

Jelas-jelas bahasa yang disampaikan perempuan tersebut adalah bahasa ancaman bukan lagi kritik. Pun demikian kalimat yang disampaikan dengan menyebut nominal Rp600.000 adalah Hoax. dan semestinya harus diproses secara hukum karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sejatinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mendistribusikan paket bantuan komoditas bahan pangan atau Sembako bagi warga miskin dan rentan miskin selama kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dimulai Jumat (10/4/2020).

Paket bantuan tersebut senilai Rp 149.500 per paket dan akan didistribusika setiap minggu. Dengan demikian berarti sebulan bisa dapat 5x atau senilai Rp 747.500, atau kalau 4x senilai Rp 598.000. jadi bukan Rp600.000 per paket seperti dituduhkan oleh perempuan tersebut.

Adapun bahan yang terdapat dalam paket adalah beras 5 kg, dua kaleng sarden, minyak goreng 0,9 liter, dua bungkus snack, masker kain dua lembar, sabun mandi dua batang.

Dengan demikian berarti perempuan tersebut dapat dijerat dengan dua pasal sekaligus. Yaitu ancaman pembunuhan dan penyebaran hoax.[brz]


Senin, 13 April 2020

Tolak Pakai Masker, Ortu Pasien Tampar Perawat Diciduk Polisi, Nyesal Minta Maaf

CMBC Indonesia - Rekaman CCTV yang menunjukkan orang tua pasien tampar perawat di Klinik Pratama Dwi Puspita, Semarang Jawa Tengah, viral di media sosial.

Pelaku bernama Budi Cahyono (43), satpam di salah satu SD di Semarang. Ia menampar Hidayatul Munawaroh (30), perawat di Klinik Pratama Dwi Puspita.

Kejadian bermula saat Budi membawa anaknya yang menderita panas dan batuk untuk berobat di Klinik Pratama Dwi Puspita.

Setibanya di klinik, perawat meminta agar Budi mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Namun, Budi justru tampar perawat.

Tak terima, perawat kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Selanjutnya, polisi menciduk Budi.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Asep Mauludin mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya di Kamijen Semarang.

”Pelaku ini emosi saat diperingatkan agar memakai masker karena situasinya sekarang ini sedang antisipasi korona,” ujar Asep, Minggu (12/4).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 serta 335 KUHP tentang penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Sementara itu, Budi Cahyono mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya itu.

Dia mengaku emosi karena bingung dengan kondisi anaknya yang sedang sakit panas dan batuk.

”Saya mau minta rujukan agar anak saya bisa diperiksa,” ucap Budi.

Budi membantah melakukan penganiayaan. Ia mengaku hanya menggetok wajah korban.

“Saya cuma menggetok wajah perawat itu, bukan melakukan penganiayaan,” tandas Budi.

Berikut ini video ortu pasien tampar perawat di Semarang:



[psid]





© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved