7 Desa Di Probolinggo Dilanda Banjir, Lintas Pantura Lumpuh - Channel Media Berita Central Indonesia

Minggu, 23 Februari 2020

7 Desa Di Probolinggo Dilanda Banjir, Lintas Pantura Lumpuh

7 Desa Di Probolinggo Dilanda Banjir, Lintas Pantura Lumpuh

7 Desa Di Probolinggo Dilanda Banjir, Lintas Pantura Lumpuh
CMBC Indonesia - Banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (22/2). Bahkan banjir di Desa Bulang, Kecamatan Gending telah melumpuhkan arus lalu lintas yang berada di jalur pantai utara (Pantura) menyusul tingginya genangan yang mencapai 50 centimeter.

Berdasarkan pengamatan Kantor Berita RMOLJatim, banjir terjadi akibat luapan sungai yang berada di pinggir jalan raya nasional. Sehingga, luapan air tersebut membuat ruas jalan tergenang cukup tinggi.

Sejumlah petugas lalulintas Polres Probolinggo tampak sibuk mengatur mengatur kendaraan. Bahkan, petugas dibantu warga mendorong sejumlah mobil yang mogok.

Salah seorang pengendara, Purwanto, terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanannya ke Banyuwangi, karena terjebak macet akibat luapan air ke jalur Pantura di Desa Bulang. Apalagi, mobil yang dikendarainya berukuran kecil.

“Terpaksa harus berhenti akibat banjir, karena tidak mungkin melanjutkan perjalanan akibat banjir dengan ketinggian sekitar 40 centimeter sampai dengan 50 centimeter,” ungkapnya, kepada Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu malam (22/2).

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Zaini Gunawan, menyebutkan kemacetan diperkirakan mencapai 3 kilometer.

“Ini saya ada di jembatan Gending, antre Mas,” jelas Zaini.

KBO Lantas Polres Probolinggo Iptu Siswandi menyatakan, saat ini sudah dilakukan buka tutup dijalur tersebut. ”Untuk kendaraan yang tinggi bisa lewat. Di lokasi sudah standby anggota (Sarkanagao Polres Probolinggo),” ujarnya.

Camat Gending Muhammad Abduh Ramain menyatakan, selain Desa Bulang yang terkena banjir masih ada 6 desa lainnya. Di antaranya Desa Pesisir, Desa Gending, dan Desa Pajurangan.

Ini yang masuk ada 7 desa semuanya. Banjir ini akibat air kiriman dari hulu,” kata Abduh.

“Sementara yang paling parah desa Gending dan masuk ke rumah warga. Untuk, datanya berapa jumlahnya kami masih belum bisa memberikan. Karena, masih didata,” pungkasnya. (Rmol)




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved