Polisi: Bahan-Mesin 30 Ribu Masker Ilegal di Jakut Berasal dari China - Channel Media Berita Central Indonesia

Sabtu, 29 Februari 2020

Polisi: Bahan-Mesin 30 Ribu Masker Ilegal di Jakut Berasal dari China

Polisi: Bahan-Mesin 30 Ribu Masker Ilegal di Jakut Berasal dari China

Polisi: Bahan-Mesin 30 Ribu Masker Ilegal di Jakut Berasal dari China


CMBC Indonesia - Polisi menggerebek sebuah pabrik yang memproduksi 30 ribu masker ilegal di Cakung, Jakarta Utara. Polisi menyebut pabrik tersebut mendapatkan bahan dasar produk masker hingga mesin dari China.

"Mereka mendatangkan mesin-mesin ini dari China, juga bahan-bahan dari Cina," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di lokasi penggerebekan, Cakung, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020).

Yusri mengatakan mesin yang ada di pabrik ini cenderung masih baru. Dia menyebut para pelaku memanfaatkan situasi kebutuhan masker di tengah wabah virus Corona.

"Jadi memang betul, ini semua mesin ini mesin baru karena dia mulai beroperasi sejak Januari 2020. Dia membaca situasi bahwa masker ini sangat dibutuhkan sekali dan harganya bisa 10 kali lipat dari harga biasa," ucapnya.

Yusri menjelaskan hasil produksi masker dari pabrik ini juga tidak memiliki standar dari dinas kesehatan. Selain itu, sebutnya, masker yang ditemukan tidak terdapat antivirus.

"Tidak ada standar dari kesehatan, tidak ada standar nasional Indonesia atau SNI. Saya sudah katakan tadi bahwa aturan untuk masker seperti ini harusnya ada (lapisan) antivirus di tengah-tengahnya, tapi ini nggak ada sama sekali pelindungnya," ujar Yusri.

Seperti diketahui, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek salah satu pabrik yang dicurigai menimbun masker ilegal di Jakarta Utara. Hasil penggerebekan ini, pihak kepolisian menyita 30 ribu masker beserta sejumlah mesin produksi masker.

Yusri mengatakan sejauh ini sudah ada 10 pelaku yang diamankan saat penggerebekan itu. Mereka adalah YRH, EE, F, DK, SL, SF, ER, D, S, dan LF.

"Kita berhasil mengamankan sekitar 10 orang di sini pegawainya, mulai penanggung jawab sampai sopirnya. Pemiliknya sementara nggak ada di tempat," ujarnya.(dt)




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved