DKI Tanggap Darurat Corona, Ribuan Perantau Asal Wonogiri Nekat Mudik - Channel Media Berita Central Indonesia


Kamis, 26 Maret 2020

DKI Tanggap Darurat Corona, Ribuan Perantau Asal Wonogiri Nekat Mudik

DKI Tanggap Darurat Corona, Ribuan Perantau Asal Wonogiri Nekat Mudik



CMBC Indonesia - Provinsi Jakarta telah menetapkan status tanggap darurat COVID-19. Imbasnya belasan ribu perantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) nekat mudik kampung halamannya di Wonogiri.

Pemkab Wonogiri pun menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi penyebaran virus Corona. Lonjakan pemudik ini dapat dilihat kedatangan di terminal bus Wonogiri.

"Selama delapan hari tercatat total bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang datang 876 armada dengan membawa penumpang sebanyak 14.140 orang. Pelonjakan jumlah kedatangan penumpang sebanyak ini biasanya terjadi pada saat arus mudik Lebaran, tapi kali ini setelah Jakarta berstatus tanggap darurat Corona," ungkap Kepala Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, kepada wartawan di sela screening penumpang bus, Rabu (25/3/2020).

Agus merinci pada 15 Maret jumlah kedatangan bus AKAP di Wonogiri sebanyak 96 armada dengan penumpang 1.364 orang. Kemudian pada 16 Maret sebanyak 99 bus, jumlah penumpang 1.401.

Berturut-turut pada 17 Maret sebanyak 91 bus dengan penumpang 1.422 orang, pada 18 Maret 95 bus dan 1.404 penumpang. Selanjutnya pada 19 Maret 118 bus, dan 1.797 penumpang.

Kemudian pada 20 Maret 125 bus dan penumpang 2.124 orang. Bertambah lagi pada tanggal 21 Maret 121 bus penumpang 2.003 orang. Pada 22 Maret ada 131 dengan penumpang 2.625 orang.

"Paling menonjol peningkatan jumlah penumpang terjadi selama empat hari yakni mulai 19 Maret hingga 22 Maret. Rata-rata tiap hari mengalami kenaikan sekitar 500-700 orang," terang dia.

Agus menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun Pemkab Wonogiri. Terlebih Jakarta merupakan episentrum pandemi COVID-19.

"Di setiap sudut terminal termasuk kursi sudah disemprot disinfektan oleh PMI. Kami juga menyiapkan hand sanitizer wastafel untuk penumpang baik yang datang maupun yang akan berangkat juga," jelasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Joko Sutopo mengiyakan ada warga Wonogiri yang pulang dari perantauan akhir-akhir ini. Dia pun yakin bisa menekan laju penyebaran virus Corona di wilayahnya.

"Pemerintah sudah menyiapkan langkah preventif dan promotif untuk mencegah COVID-19," kata pria yang akrab disapa Jekek itu.

Jekek mengaku sudah mengantisipasi pencegahan virus Corona, infrastruktur paramedis sudah disiapkan. Begitu juga upaya preventif dan promotif seperti memasifkan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat hingga ke tingkat RT.

Dengan adanya sosialisasi di tingkat bawah yang menyentuh langsung ke masyarakat, timbul pemahaman dan kesadaran tentang dampak dan cara pencegahan virus corona tersebut.

"Sehingga ketika ada peboro (perantau) pulang atau mudik, masyarakat sekitar langsung mengingatkan untuk menerapkan langkah sesuai protokol kepada mereka. Para peboro pun ketika mengalami gejala batuk, pilek maupun sesak nafas, harus segera memeriksakan dirinya ke layanan kesehatan," beber dia.

Dia mengakui, boro merupakan kultur masyarakat Wonogiri. Sehingga, dalam menyikapinya perlu melakukan pendekatan secara kultural dan dengan bahasa yang mudah dipahami. Peran tokoh masyarakat jelas dia sangat penting untuk memberikan pengertian terhadap mereka.

"Kami pun juga tidak tinggal diam, kami melakukan screening terhadap semua penumpang bus yang masuk atau datang maupun keluar dari Wonogiri bersama TNI-Polri," terangnya. (dtk)




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved