Sempat Viral, Ketua RT di Depok Sebut Dana Bantuan Dipotong untuk Bantu Warga yang Tidak Dapat - Channel Media Berita Central Indonesia

Selasa, 21 April 2020

Sempat Viral, Ketua RT di Depok Sebut Dana Bantuan Dipotong untuk Bantu Warga yang Tidak Dapat

Sempat Viral, Ketua RT di Depok Sebut Dana Bantuan Dipotong untuk Bantu Warga yang Tidak Dapat

CMBC Indonesia - Warga terdampak Covid-19 di Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, mengaku jumlah uang bantuan yang diterima dipotong untuk biaya administrasi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua RT 05/06 Kelurahan Mampang Barep Suroso mengatakan, uang yang diambil dari jatah warga itu akan dipakai untuk membantu warga yang tidak mendapat bantuan. Karena di lingkungannya tidak semua warga terdata mendapat bantuan.

"Dari 100 KK yang saya ajukan, hanya 39 KK saja yang mendapat bantuan. Warga pun menanyakan pada saya kenapa tidak dapat seperti yang lain," kata Barep saat dikonfirmasi, Senin (20/4).

Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu tempat. Di RT lain pun banyak warga yang sudah terdata namun tidak mendapat bantuan dana yang berasal dari APBD Depok sebesar Rp250 ribu per-KK.

"Tadinya akan dibelikan sembako dan dibagikan pada warga yang tidak dapat bantuan, tapi berita yang beredar jadi ada potongan," ungkapnya.

Dia meluruskan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Karena yang dia dan pengurus RT lainnya lakukan adalah untuk memperjuangkan warga yang tidak dapat bantuan.

"Saya merasa tidak enak kepada warga yang tidak dapat. Saya pusing bagaimana membagikannya, jadi akhirnya sesuai keputusan bersama, kita minta pada yang menerima untuk disisihkan Rp25 ribu. Uang itu dikumpulkan di ketua RW," ucapnya.

Namun akhirnya dana tersebut dikembalikan lagi pada penerima. Dan warga yang tidak dapat pun terpaksa gigit jari. "Duitnya langsung saya ambil di Pak RW dan dikembalikan pada mereka," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi atas kasus tersebut. "Penyelidikan dan penelusuran tersebut dilakukan terhadap bansos yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok," katanya.

Sebelumnya diberitakan, penyaluran dana bantuan bagi masyarakat terdampak wabah Covid-19 di Depok dipersoalkan. Sejumlah warga mengakui mengaku dana yang diterima tidak utuh.

Berdasarkan anggaran yang disediakan Pemkot Depok, warga yang didata akan menerima bantuan sebesar Rp250 ribu. Namun kenyataannya, dana yang diterima tidak full alias dipotong tanpa alasan yang jelas oleh oknum pengurus lingkungan.

Kisaran potongan sebesar Rp25 ribu per kepala keluarga yang menerima bantuan. Salah satu warga di wilayah RT 05/06, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, mengaku hanya menerima uang Bansos sebesar Rp225.000 dari yang seharusnya sebesar Rp250.000.

"Saya menerima langsung uang nya dari Pak RT sebanyak Rp225 ribu, katanya yang Rp25 ribu untuk administrasi," kata salah satu warga yang menolak identitasnya diungkapkan saat ditemui, Minggu (19/4).

Mengaku keberatan dengan pemotongan uang bantuan dari Pemkot Depok itu, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak. [mdk]




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 cmbcindonesia.com | All Right Reserved